Friday, July 11, 2014

[NulisRingkas] (1)Rasional Vs. (2)Suka



BERPIKIR rasional itu seperti misalnya saat kita berencana membeli ponsel. Kita dihadapkan pada beberapa pilihan merk dengan spesifikasi dan harga yang berbeda-beda. Kita akan menimbang-nimbang dulu azaz manfaat dari serangkaian pilihan yang ada. Apakah spesifikasinya sesuai dengan fungsi dan kegunaan yang akan kita pakai? Apakah harganya cukup pas untuk ukuran kantong kita? Apakah keandalan ponsel tersebut terjamin?
Dan, pada akhirnya kita akan menetapkan sebuah pilihan dari beberapa ponsel tersebut. Mungkin sekali tidak seluruh syarat yang ada di kepala soal ponsel idaman, bisa terakomodir di pilihan kita itu. Orang yang berpikir rasional akan memilih yang paling mendekati spesifikasi yang diinginkannya. Mereka pilih yang paling banyak mendatangkan manfaat kegunaan dibanding mudaratnya. Soal merk, saya pikir orang rasional akan menempatkannya pada prioritas yang kesekian karena itu cuma branding yang belum tentu sesuai dengan kegunaan kita.
————————————
KALAU berpikir atas dasar suka? Ya, pokoknya suka saja dengan merk-nya yang sudah popular kemana-mana itu. Ya, pokoknya suka saja dengan bentuk chasingnya yang kelihatan bagus itu. Ya, pokoknya suka saja dengan harganya yang sepertinya bisa meningkatkan prestise saat digunakan. Ya, pokoknya suka saja karena idola kita juga pakai ponsel yang seperti itu. Ya, pokoknya suka saja karena banyak orang terkenal yang sudah pakai ponsel dengan merk dan spesifikasi yang sama seperti itu. Ya, pokoknya sukaaaa ajah! (***) baca terus->

[NulisRingkas] Nyinyir Menyindir Capres




STOP menghina, nyinyir dan terus menyindir capres yang bukan pilihan anda. Sisakan sedikit ruang untuk kecewa dan jangan menambah dosa. Barangkali, mungkin nanti akan berguna. Barangkali, mungkin nanti bisa diubah menjadi semangat positif membangun negeri jika bukan pilihan anda yang keluar sebagai pemenangnya.

Anda tahu, Kita sama-sama berangkat dari banyak hal yang sama. Sama-sama satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Kita adalah Indonesia dan jangan sampai terpecah. We are One! :-)
(***) baca terus->

[NulisRingkas] Seorang Pria Dengan Sebuah Terompet




MEREKA datang dari berbagai penjuru hanya untuk mendengarnya bermain. Dulu, dia selalu ada di sudut jalan yg sama itu setiap hari.

Selalu ada kerumunan orang banyak saat ia memainkannya. Ketika ia meniupkan terompet, semua orang rasanya sudah tahu. Irama seperti apa yang akan dibawakan. Kadang gembira yang menghentak, kadang sedih yang mendayu.

Aku hanya ingin melihatnya bermain, meniup terompetnya.  Sama seperti kerumunan orang-orang itu. Tidak ada yang lain. Hanya ingin melihatnya bermain terompet.

Oh ya, air matanya selalu menetes saat sedang meniupkan terompet.

‘Hey, itu malah membuatku tersenyum atau justru terharu mendalam. Sebuah penjiwaan dari permainan terompet!’.

Mungkin sama juga seperti pikiran orang-orang dalam kerumunan itu.

Tidak ada yg pernah bertanya padanya :

‘Kenapa ia meneteskan airmata setiap kali meniupkan terompet?’

Mungkin jawabannya karena ini :

‘Kerumunan orang yang datang itu dan juga aku hanya ingin melihatnya bermain’.

(Play it, Don!)
————————————-
Ah, sekarang tiupan terompetnya sudah terbiasa terdengar di stasiun-stasiun radio. Dia membuat setiap malam rasanya seperti malam minggu saja. Lewat terompetnya, dia membuat suasana hati jadi gembira atau sedih dengan sama baiknya.

Aku sudah lama sekali tidak melihatnya lagi di sudut jalan itu. Sesekali saat berada di sana, aku melihat beberapa orang tegak berdiri beberapa lama. Mungkin sama denganku, ingin melihatnya lagi ada disana. Mungkin juga sama dengan pikiranku yang sekarang ingin tahu :

‘Kenapa dulu ia meneteskan airmata setiap kali meniupkan terompetnya?’  (***)

Disadur dari      :  ‘The Man With The Hornbaca terus->

[NulisRingkas] Mesin Inspirasi




MESIN INSPIRASI, saya membayangkan mesin itu bakal ada. Untuk menstimulasi lagi kinerja orang-orang yang selama ini seperti robot. Yang bekerja ala kadar untuk menggugurkan tanggung jawab saja. Untuk orang-orang yang baru bisa bekerja dengan benar bila di depan mata mereka dikibas-kibas setumpuk uang.

Mesin itu saya bayangkan bisa kembali membuat orang giat bekerja penuh inovasi dan rasa tanggung jawab. Seperti manusia lagi. Mesin itu dibuat untuk memanusiakan manusia. Bentuknya mungkin bisa seperti baskom yg ada di salon-salon. Seperti mesin misteamer creambath. Mesin steam rambut yang mempunyai kemampuan dalam mengeluarkan uap panas-dingin yang mengandung ion dan menguapi bagian atas kepala.

Saya membayangkan cara kerjanya sangat mudah. Tinggal memasukkan kepala ke dalamnya. Kemudian, mesin dinyalakan selama 15 menit. Ion-ion kreatif yang bisa memanusiakan kembali manusia-manusia robot itu bekerja menguapi kepala bagian atas. Dan, begitu keluar… taraaa… mereka sudah siap bekerja dengan penuh inspirasi dan inovasi lagi. (***) baca terus->

[NulisRingkas] Bekerja Standar




BERHITUNG soal pekerjaan sebenarnya baik. Kita jadi belajar untuk lebih profesional dan menghargai diri sendiri. Menghargai waktu, tenaga dan kualitas skill yang kita punya.
Yang tidak baik itu jika hanya berhitung soal hak kerja saja. Ingin hak sesuai standar, bahkan lebih. Tapi mengabaikan apa yang sebenarnya menjadi kewajiban standar dalam bekerja.
Bicara hak maunya standar. Tapi kewajiban pilih yang ala kadar. Ngomong hak kalau bisa dilebihkan. Tapi kualitas kewajiban cenderung dikurangkan. Its not good, its so bad.

Mayday, mayday. Selamat Merayakan Hari Buruh. (***) baca terus->

[NulisRingkas] Melukis Fakta




BEDA MELUKIS dengan mendokumentasikan gambar foto itu, mungkin bisa dilihat dari kadar objektifitasnya. Pelukis bisa mendeskripsikan objek lukisnya sesuai gambaran yg ada di dlm kepala. Bisa jadi sama dg si objek atau malah berbeda sama sekali.

Pelukis bisa saja menggambarkan sebuah objek manusia yg berbaju putih, menjadi hitam di dalam karyanya.  Atau, menggambarkan pria berkumis, menjadi tanpa kumis hanya karena ia merasa bahwa sang objek akan lebih baik jika tanpa kumis di dlm karyanya. Ada rasa/taste pelukis yg masuk di hasil lukisnya. Itu seperti opininya si pelukis.

Karya foto lebih menggambarkan realita yg ada. Itu seperti memindahkan objek asli ke dalam gambar foto. Objek pria berkumis, akan tetap tergambar sebagai pria berkumis di dalam karya fotonya. Atau, jika si objek mengenakan baju putih, maka baju dengan warna itu juga yg akan tergambar dalam karya foto. Sisi subjektifitas mungkin masih terjadi. Tapi relatif kecil dibanding lukisan. Biasanya soal angle/sudut pengambilan gambar objek dan penggunaan cahaya.

——————————

MENEMPATKAN dan kemudian menyampaikan suatu informasi fakta dg gaya bercerita, mungkin sekali membuat si penulis terjebak dalam metode melukis. Ada opini-opini yg bisa masuk dan itu bukan fakta. Atau, agar deskripsinya bisa mengalir sesuai alur cerita yg ada dalam kepala, penggambaran informasinya mungkin saja mengabaikan fakta.
Tak jarang juga, si penulis informasi fakta yang menyampaikan dg gaya melukis, justru sengaja mencampurkan fakta dan fiksi agar hasil ceritanya bisa sesuai frame yg sdh ditentukan di awal ia memulai. (***) baca terus->

[NulisRingkas] Kerja Kerja Kerja!




KERJA ITU merupakan ide yg diejawantahkan menjadi tindakan nyata. Bukan cuma ide yg sekadar diucapkan di mulut, trus ikut-ikutan berkoar : Kerja kerja kerja! Seperti mereka yg memang bekerja. (***) baca terus->

[NulisRingkas] Solusi Imitasi




BEBERAPA KALI atau mungkin sering kita temui, solusi muncul karena ada masalah yg timbul. Yang jadi masalah kemudian, ‘masalah’ itu ternyata justru sengaja ditimbulkan agar solusi bisa muncul.
Munculkan dulu masalahnya, baru kemudian tawarkan solusinya. Buat dulu virusnya, baru kemudian tawarkan anti virusnya. Tebarkan dulu pakunya, baru kemudian tawarkan solusi tambalnya. Atau ini ; Munculkan dulu terornya, baru kemudian bentuk anti terornya. (***)
Powered by Telkomsel BlackBerry® baca terus->

[NulisRingkas] Privasi Yang Terhubung




SAAT DUNIA seperti bebas mengakses semua data tentang kita, memata-matai, mengikuti dan bahkan mengetahui apa yang kita pikirkan di dalam kepala, rasanya ingin sekali mematikan ponsel, menon-aktifkan akun-akun jejaring sosial dan membiarkan semuanya mengalir kembali seperti dulu.
Privasi berubah menjadi milik publik walau itu cuma sekedar catatan harian atau foto format jpeg yang sebenarnya hanya ingin kita simpan rapi di dalam ponsel. Aktifitas harian di balik kamar tidur, rasanya juga sudah mulai berubah jadi konsumsi publik yang bisa diketahui orang banyak.
Anda juga tahu, sekarang orang sudah bisa tahu kita sedang menuliskan pesan untuknya hanya dengan membaca status : is writing… di pesan BBM. Padahal, kadang kala kita ingin sebuah ‘surprise’. Kadang kita ingin pesan kita baru diketahui setelah terkirim dan diterima. Bukan pada saat kita sedang menuliskannya!
Rasa-rasanya, mungkin bakal menyenangkan jika hanya orang-orang yang memang seharusnya “terhubung” yang mengetahui hal-hal privasi kita lagi. Kemudian, membiarkan yang lain mengakses data diri kita melalui lembaran-lembaran kertas di kantor lurah atau camat saja. Kita berinteraksi langsung dengan orang secara fisik lagi. Berbicara dengan melihat rona wajah lawan bicara, bukan hanya emoticon semu.
Tapi, rasanya itu sulit karena pada kenyataannya sekarang, hampir semua kita sudah terhubung! (***)
Powered by Telkomsel BlackBerry® baca terus->

[NulisRingkas] Strategi Ngawur Grudak Gruduk



STRATEGI NGAWUR itu seperti strategi bermain sepakbola ala anak-anak. Untuk mencapai visi kemenangan/gol adalah dg cara mengejar pergerakan bola secara bersama-sama kemanapun. Pokoknya selagi masih berada di dalam garis batas lapangan.
Grudak-gruduk ke sana, grudak-gruduk ke sini. Tendang sama-sama ke sana, kejar bareng-bareng ke mari. Penempatan fungsi tugas hanya berlaku utk kiper yg tetap berdiri di bawah masing-masing mistar gawang.
Anda striker, gelandang serang, winger, libero atau back bertahan? Nggak perduli.
“Get the ball and run!!”
Yang penting anda kejar itu bola, giring sedekat mungkin ke mistar gawang lawan dan tendang sekeras-kerasnya. Orang yg percaya, katanya Itu memperbesar peluang terjadinya gol. (***) :-) baca terus->

[NulisRingkas] Politik Yg Tdk Cantik




POLITIK ITU awalnya mungkin hanya disangkutkan pd kegiatan yg berhubungan dg kekuasaan negara. Seperti kata Aristoteles. Sekarang pengertiannya sudah berkembang dan jd lebih universal. Dlm beberapa aspek kita sering melakukan tindakan politik. Entah itu berbentuk politik dagang, budaya, sosial atau bahkan yg bersifat lebih individu.
Tidak perlu sebutan politikus utk memainkan serangkaian trik dlm mencapai tujuan. Politik bisa diterapkan di banyak tempat. Bisa di gedung-gedung wakil rakyat, di lembaga-lembaga birokrasi, organisasi sosial kemasyarakatan atau di sudut-sudut kantor tempat kita bekerja. Beberapa di antaranya mungkin menggunakan cara-cara yg santun dan meyakinkan (persuasif). Yg lain menggunakan cara yg tdk wajar. Bahkan cenderung kasar.
Tapi, hati-hati. Politik yg tdk cantik mungkin bisa memupus apa yg sebenarnya sdh ada di depan mata. Atau, menghancurkan apa yg sdh kita capai sebelumnya. Resiko yg menanggung mungkin juga bukan hanya kita secara pribadi. Tapi juga orang-orang terdekat dan mereka yg menggantungkan banyak harapan hidup pada kita. (***)
baca terus->

[NulisRingkas] Sistem Yg Rusak

 

BUTUH KESABARAN ekstra, kerja keras, keuletan dan jiwa besar utk membenahi sebuah sistem yg krodit atau sdh hancur. Yg sdh tdk jelas lagi mana ujung dan mana pangkalnya. Yg sdh kabur antara mana yg bisa disebut sbg aturan, mana yg jadi pelanggaran.
Yang dihadapi bukan hanya sistem yg sakit. Tapi juga elemen di dlmnya yg mungkin sdh bobrok. Itu sprt menegakkan benang yg basah. Kita harus konsisten memeganginya terus, terus dan terus. Sampai kita lelah sendiri atau sampai kita bisa melihatnya kering dan mulai menangguk hasil dari sistem yg kemudian jd lebih teratur. (***) baca terus->

[NulisRingkas] Melawan Waktu



KADANG KITA lupa dan menyangka jarum jam berhenti berdetak, umur berhenti bergerak. Kita kembali melakukan apa yg dulu sering kita lakukan dan itu mmg menyenangkan.
Sampai akhirnya kita sadar bahwa itu sdh sangat lampau dan bukan waktu kita lagi utk menjangkaunya. Sampai akhirnya kita sadar, kita sdh tdk mampu lagi utk melakukannya. (***) baca terus->

[NulisRingkas] Bad, Good




MENSTIMULASI PIKIRAN utk selalu berpikir dlm kacamata positif, biasanya bakal membentuk karakter seseorang jd lebih optimis, terbuka terhadap perubahan dan kritikan. Selalu ada jalan utk tiap masalah yg dihadapi. It’s good.
Membiasakan pikiran melihat dr kacamata sebaliknya, mungkin sekali membunuh karakter baik yg bisa tumbuh dr sanubari. Itu biasanya bisa memicu sikap pesimis, skeptis dan alergi kritik yg kemudian mendominasi alam pikiran. Selalu ada alasan utk tiap masalah yg dihadapi. It’s bad.
(***)
baca terus->

[NulisRingkas] Really Nothing



IDE BRILIAN sekalipun, tdk ada gunanya jika tdk diwujudkan. Itu sprt kita berkhayal punya uang banyak sambil tidur2an di kasur dan tdk berbuat apa2. It nothing to do.
Akan lebih baik jika kita mengadopsi ide org lain yg msh di awang2, menjadikannya wujud nyata yg terlihat dan punya efek kemanfaatan. It really work. (***) baca terus->

[NulisRingkas] Teman Katak di Luar Tempurung




HATI-HATI, mendengarkan terus menerus ocehan katak yang merasa besar dlm tempurung. Lambat laun bisa merubah pola pikir kita seperti si katak. Walau sebenarnya kita tdk terkungkung di dlm tempurung sepertinya. (***)
baca terus->

[NulisRingkas] History Puzzle



SEPERTI BAGIAN puzzle, data dan fakta yg dipaparkan di depan mata, kadang mmg klop begitu dimasukkan pada porsinya. Tapi, penempatan yg terbalik, justru menciptakan history yg berbeda dari yg seharusnya bisa dijelaskan. (***) baca terus->

Sunday, March 31, 2013

[NulisRingkas] Pembenaran Yg Tidak Benar


PELAKU KEJAHATAN jalanan biasanya menolak mati2an tuduhan saat ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Kemudian saat bukti2 dipaparkan, mereka biasanya bakal mengakui dg dalih keterbatasan sbg manusia membuat mereka gelap mata dan akhirnya terpaksa melakukan tindakan tersebut.

Pelaku kejahatan berdasi biasanya menolak mati2an tuduhan saat ditangkap dan atau ditetapkan sbg tersangka. Kemudian, saat bukti2 dipaparkan, mereka mulai memposisikan diri sbg korban dari carut marutnya sistem yg mereka jalani itu (***)

baca terus->

Friday, January 11, 2013

[NulisRingkas] Paham Parsial


PEMIKIRAN SECARA parsial biasanya menggiring kita untuk melakukan pemahaman secara parsial juga. Kemudian akhirnya, penyimpulan yg diambil bisa jadi juga akan parsial.

Padahal elemen2 lain dlm bahan pikir yg diabaikan, bila digabungkan, mungkin saja malah menelurkan kesimpulan yg sebenarnya sama sekali berbeda. (***)
baca terus->

Friday, January 4, 2013

Puisi-puisi, Para Pendoa dan Tentang Sebuah Janji


AKU BARU saja berpikir tentang perubahan sikap hidup.
Tentang pengharapan yg sepertinya sia-sia.
Ini tentang masa lalu.
Juga masa depan yg akan jadi kenangan.

Aku baru menemukannya beberapa jam lalu.
Tentang puisi-puisi yang berisi doa para pengharap.
Itu adalah tentang sebuah janji.
Juga pengharapan yang terpatri walau kelihatannya seperti mati.

Puisi-puisi itu.
Dan, kegundahan harapan para pendoa.
mungkin tetap terus setia dan berharap pada janji dan harapan mereka. (***)
baca terus->