All an eagle would really like, is a teapot
baca terus->
Sunday, December 27, 2009
Wednesday, December 23, 2009
Kontradiksi Harry
Kalau dia tidak menyebut panggilan kecilku, belum tentu aku bisa mengenalnya. Kulitnya memang masih sama legam. Kumis lebatnya juga masih tetap dipelihara minus cambang lebat yang dulu begitu kukenal. Tapi perawakan dan wajahnya begitu berbeda. Ia terlihat ringkih sekarang.
Dulu, aku cukup mengenalnya dengan sebutan om Aik. Pria Ambon yang begitu baik hati. Di keluarga kami, posisinya sudah seperti paman sendiri. Nama lengkapnya Harry Tahapary. Kami sekeluarga jadi begitu dekat karena kesamaan nasib. Sama-sama orang perantauan yang tinggal di lingkungan keluarga besar Direktorat Jenderal Perhubungan Udara di Bandara Kijang, Tanjung Pinang sekitar akhir tahun 70-an hingga pertengahan 80-an silam.
“Masih ngerokok om, ngopi ya”, tanyaku di pertemuan perdana setelah 25 tahun tidak pernah bertemu. Om Harry datang malam-malam di saat hujan lebat turun. Ia diantar sebuah mobil kenalannya.
“Om udah nggak ngerokok, teh aja deh”, jawabnya sambil tersenyum.
Uppss.. tidak merokok? Teh saja? Apa ini tidak salah? 25 tahun lalu om Harry adalah perokok berat. Kesenangannya Dji Sam Soe kretek, sama denganku sebelum akhirnya beralih ke merk lain 3 bulan terakhir karena alasan “lebih sadar kesehatan”. 25 tahun lalu juga, kopi adalah kegemarannya. Aku sampai hapal takarannya ;
4-5 sendok kopi untuk satu cangkir plus satu sendok kecil gula pasir!
Malam perdana pertemuan itu, kami ; aku, bapak dan om Harry terlibat obrolan panjang tentang memori masa lalu, bercerita panjang tentang kenangan…
*************
Om Harry Tahapary adalah seorang pegawai Badan Meteorology dan Geofisika. Kalau mengingatnya dulu, aku sering menyamakannya dengan bintang serial TV –Chips- Eric Estrada. Ya rambutnya, kulitnya, hingga penampilan kacamata rayban yang selalu jadi favorit untuk dikenakan.
Tampilannya selalu dandy. Dulu, ia suka mengenakan kemeja hem yang dibuka dua kancing teratasnya sehingga menampakkan bulu-bulu didada. Celananya model cutbray, khas seperti model retro di zaman sekarang. Om Harry yang kukenal dulu memang orang yang peduli penampilan, kecuali jika ia sedang tidak punya uang…
Ya, om Harry adalah sosok yang baik hati, tapi senang main judi. Favoritnya main kartu ceki di warung nasi mbah Harjo yang terletak di samping rumah dinas keluargaku. Kalau sudah main, ia betah berjam-jam bahkan sampai pagi. Entah sudah berapa kali ia dimarahi almh. Ibuku karena hobinya yang satu itu. Tapi, om Harry paling hanya tertawa dan kemudian mengulanginya lagi. Ia juga tipe playboy, senang berganti-ganti pacar. Tapi, biasanya setiap pacar om Harry selalu dikenalkan kepada keluargaku di rumah.
Di sisi lain, om Harry juga bisa sangat telaten menjaga dan menjadi teman mainku serta dua saudaraku yang lain di saat bapak dan ibu pergi berbelanja ke kota untuk membeli pesanan barang dagangan. Dulu, selain penghasilan sebagai PNS, bapak juga punya usaha sampingan lain. Berdagang produk-produk import dari Singapura. Barangnya bisa apa saja. Mulai pakaian, tas, hingga produk elektronik yang dikirimkan ke kota-kota lain di Indonesia via jasa penerbangan. Bapak menyebut aktifitasnya badegol, entah apa maksudnya. Sampai sekarang aku memang tidak pernah menanyakan artinya..
Oh ya, Om Harry yang kukenal juga merupakan teman main dan guru yang sangat baik. Ia mengajariku bagaimana cara menggambar, menulis dan berhitung. Saat malam, om Harry juga bisa menjadi pendongeng yang mengasyikkan. Ceritanya bisa apa saja, yang penting sukses membuatku tertidur nyenyak…
Kenangan lain yang masih melekat tentang om Harry adalah kebiasannya mengajak aku dan dua saudaraku untuk menikmati hidangan tahu goreng di daerah Kijang. Biasanya, seminggu sekali kami pasti ke sana. Berangkat sore sekitar pukul 4 dengan menempuh jarak perjalanan 15 kilometer menggunakan vespa milik bapak. Tujuannya cuma untuk menikmati hidangan tahu goreng. Kata om Harry, tahu goreng di sana adalah yang paling enak yang pernah ia temui di Bintan…
Tahun 1985, om Harry mendapat SK pindah tugas. Ia kemudian memberitahu kami sekeluarga dan mengatakan tidak mau pindah. Om Harry ingin tetap bersama-sama keluarga kami. Bapak marah, tapi kemudian menasehati om Harry dan mengatakan bahwa SK pindah itu adalah jalan kariernya, masa depannya. Om Harry menangis, ibu menangis. Aku dan saudara-saudaraku juga sedih. Aku yakin, bapak juga ikut sedih…
Tapi, keputusan tetap harus dijalani. Di suatu sore tahun 1985, aku, bapak, abangku –didid- dan adikku –pungky- mengantarkan kepergian om Harry di terminal bandara Kijang. Ibu tidak mau ikut karena tidak kuat melepas kepergiannya. Menjelang berangkat, om Harry menangis, meraung, memeluk kami semua, kemudian pergi tanpa menoleh lagi…
Itu saat terakhirku melihatnya. Kemudian om Harry seperti hilang dan tidak ada kabarnya lagi…
*********
Om Harry yang sekarang, duduk persis di depanku, disamping bapak. Rambutnya sudah tidak gondrong ikal seperti Eric Estrada lagi. Sudah lebih cepak dan menipis. Kumis lebatnya memang masih setia dipelihara, tapi sudah minus cambang lebat seperti yang dulu kukenal. Badannya mulai ringkih karena termakan usia. Sekarang umurnya memang sudah mulai senja, 53 tahun…
Ia mengabarkan telah memiliki keluarga, bukan lagi playboy yang suka ganti-ganti pasangan. Anaknya dua, yang paling besar sudah SMP. Ia kini bertugas di kantor pusat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika di jalan Angkasa Kemayoran, Jakarta. Mungkin, ini jadi tahun-tahun terakhirnya sebelum benar-benar pensiun 3 tahun lagi. Katanya, bukan hanya kopi dan rokok. Banyak kebiasaan jelek lainnya yang sudah lama ditinggalkan.
Saat berbicara, suaranya sudah tidak selantang dulu. Lebih sering terdengar getaran. Aku tidak tahu kenapa, mungkin ada penyakit yang diderita. Setiap menatapku, kulihat wajah om Harry juga sering berkaca-kaca. Beberapa kali ia mencoba menggali kembali kenangan masa lalu kami, saat aku kecil bersamanya…
“Kamu pernah hampir mati karena bergelantungan di belakang vespa yang sedang om bawa. Demi Tuhan, om nggak tau kamu mau ikut dan om sama sekali nggak ngeliat kamu ada di belakang sampai bapak yang memberi tau”, om Harry memunculkan satu memori kenangannya tentang aku dan aku hanya tersenyum kecil.
Rentang waktu itu rasanya begitu pendek. aku seperti masih berada di masa 25 tahun lalu. Otakku juga masih terus menggali-gali sosok om Harry yang kukenal dulu. Sosok kontradiksi tapi begitu membekas di hati. Tapi akhirnya disinilah aku, di depan sosok om Harry yang sekarang. Rentang waktu memang telah membuat kami banyak berubah, tapi tidak dengan ikatan batin diantara kami…
Malam itu, kami bertiga meneruskan ngobrol sampai lewat tengah malam. Hingga akhirnya mata kami lelah dan perlu beristirahat. Bapak sebenarnya sudah menyiapkan kamar untuk om Harry, tapi ia lebih memilih tidur di ruang TV, sama seperti kebiasaannya di rumah kami 25 tahun yang lalu. (***)
… 22 Desember 2009 …
baca terus->
Wednesday, December 16, 2009
Menyulap Ban Lori Bekas Jadi kursi Taman

Ban lori bekas bisa menjadi kursi taman ditangan kreatif M Tahir (40). Pria asal Medan ini sukses meraih jutaan rupiah dari penjualan kursi-kursi berbahan ban lori bekas.
Usaha kursi dari bahan ban lori bekas milik M Tahir diberi nama Mandiri Tondi. Lokasinya di samping perumahan Koperari Karyawan PLN Batam Centre. Untuk jadi sebuah kursi, ban lori dipotong dengan teknik pemotongan melingkar tanpa putus. Satu ban lori bisa menjadi tali ban sepanjang 33 meteran.
Tali-tali ban kemudian dianyam menjadi sebuah kursi taman bunga, kursi kolam renang, dan kursi teras rumah. Menurut M Tahir, awalnya tahun 2004 hanya usaha tali ban yang dijual ke pembuat kursi sofa berbahan kayu dan kain. Lumayan menguntungkan, soalnya ban bekas masih gratis saat itu. Usaha tali ban kemudian dikembangkan menjadi usaha pembuatan kursi di tahun 2007. Ide buat kursi ini terinpirasi dari pembuatan kursi ban di Jawa Barat. Dulunya M Tahir pernah bekerja buat kursi dari ban.
”Setahu saya, sekarang ini, usaha pembuatan kursi ini cuma saya satu-satunya di Batam,” kata M Tahir, kepada Batam Pos, Kamis (3/12).
Kursi dari ban lori bekas punya banyak kelebihan. Di antaranya tahan meski kepanasan dan kehujanan, unik dan mudah dibersihkan dengan cukup disiram air saja.
Omset Rp12 Juta Per Bulan
Kursi ban lori banyak peminatnya. Terbukti setiap bulan, bisa terjual 30 set kursi (satu set kursi terdiri dari dua kursi satu meja). Satu set dijual dengan harga Rp400 ribu. Ini artinya dalam satu bulan M Tahir bisa mengantongi uang Rp12 jutaan. ”Pembelinya tak hanya masyarakat biasa. Hotel Golden View juga memesan 40 set kursi kolam renang dan taman,” ujar M Tahir berbangga hati.
Ia mengambil ban bekas dari 20 perusahaan besar di semua Batam. ”Saya beli ban lori bekas ukuran 1020 dengan harga Rp10 ribu dan ban lori ukuran 825 dengan harga Rp5 ribu,”katanya.
Sekarang M Tahir sudah memiliki truk untuk mengambil ban-ban lori dan mengantar kursi kepada pemesannya. Truk itu dia beli dengan cara kredit selama satu tahun. Dulu serba sendiri, sekarang dibantu lima orang karyawan. (andriani susilawati)
baca terus->
Merintis Usaha Bermodal Brosur
Sekarang, keadaan sudah serba enak. Daru Widodo memiliki ruko tempat usaha, punya rumah, dan punya kendaraan. Ini berbanding terbalik dengan saat Daru merintis usahanya sembilan tahun lalu.”Dulu saya sengsara mbak,”ujar Daru Widodo saat ditemui di tokonya di Ruko Taman Lakota, Blok E nomor 5, Batam Centre. Dulu, untuk memulai usaha ia nekad walau hanya bermodal menyebarkan brosur saja.
Tahun 2000, Daru datang mencari pekerjaan ke Batam usai tamat kuliah di ITN Malang. Dengan berbekal uang Rp150 ribu, Ia nekad ke Batam sendirian dengan kapal laut. Sialnya dalam perjalanan di kapal itu, justru dompetnya dicopet. Jadilah bekal uang, SIM, dan KTP hilang semua.
Begitu tiba di Batam, Daru benar-benar dibuat pusing. Tidak ada uang, tak ada identitas. Belum lagi desakan kebutuhan perut gara-gara seharian tak makan. ”Saat itu yang terpikir oleh saya. Pokoknya saya asal dikasih makan, saya mau kerja apa saja,” ujar Daru Widodo.
Beruntung sebuah rumah makan yang menjadi bagian dari Penginapan Kusuma Jawa di daerah Pelita mau menerimanya bekerja. Di rumah makan itu, Daru mau mencuci piring, asalkan dikasih makan. Ia menjadi tukang cuci piring di rumah makan itu sampai 6 bulan. “Saya mau jadi tukang cuci piring karena sudah tidak ada pilihan,” kata Pria asal Temanggung Jawa Timur.
Sembari bekerja sebagai tukang cuci piring, Daru mencoba mengirimkan lamaran ke beberapa perusahaan. Tak lama setelah itu, keberuntungan mulai menyapanya. Daru akhirnya diterima bekerja di perusahaan yang memproduksi fiber di Kawasan Industri Kara Batam Centre. Di perusahaan itu, Daru menjabat supervisor dengan upah yang berlipat-lipat daripada bekerja menjadi tukang cuci piring. ”Saya merasa waktu itu, wah, kayaknya sudah ada perubahan,”ujar Daru senang.
Untuk tempat tinggal, Daru memutuskan kos di perumahan Citra Batam. Begitu bekerja, muncul keinginan Daru untuk memiliki sepeda motor. Daru mencari ide untuk mendapatkan uang muka membeli sepeda motor. Saking ingin sekali punya motor, ia memutuskan pulang pergi dari Citra Batam ke Kara Industri berjalan kaki. Akhirnya usai tiga bulan berjalan kaki, Daru berhasil mengumpulkan uang Rp3 juta untuk uang muka beli motor yang diimpikannya.
Meski sudah punya penghasil tetap Daru Widodo yang terbiasa ulet, kerja keras mencari uang tambahan. Motor yang dibelinya, Ia gunakan untuk berjualan kacang telur. ”Saya suruh orang saja buat kacang telur. Terus saya jual dengan dititip ke kaki lima. Dulu pedagang kaki lima banyak. Ada sekitar 150 kaki lima yang saya titip kacang telur,” katanya.
Setiap hari seusai pulang kerja, Darupun berkeliling menitipkan kacang telur dan mengambil keuntungan dari hasil penjualan kacang telur di setiap pedagang kaki lima. Biarpun usahanya kecil-kecilan, ternyata hasil penjualan kacang telur di kaki lima lumayan menguntungkan. Setiap hari saja, dari satu warung untungnya Rp2.000. Artinya kalau ada 20 warung berarti untungnya Rp40.000. Bisa dihitung keuntungan cukup besar, soalnya Ia menitipkan kacang telurnya di 150 kaki lima yang ada di Batam Centre, Nagoya Jodoh, Sekupang dan daerah Batam lainnya.
Usaha jualan kacang telur lenyap, seiring dengan makin berkurannya kaki lima karena pedagang-pedagang kaki lima ditertibkan oleh pemerintah. Saat itulah usaha kacang telur tutup. ”Ya hilang kacang telurnya. Tapi saya sudah untung,” ujarnya.
Akhirnya Punya Bengkel Teralis Sendiri
KEADAAN Daru berubah menjadi lebih baik setelah menikahi gadis bernama Laily Masruhah. Mereka berdua akhirnya membeli rumah di KDA, lalu membuka usaha wartel di rumahnya. Usaha inipun lumayan menghasilkan di masa itu.
Setelah usaha wartelnya tutup. Daru mencari bisnis lain dan ketemulah bisnis dengan prospek cerah yaitu bisnis pembuatan teralis. Perumahan padat di Batam Centre merupakan pangsa pasar besar. Iapun segera mewujudkannya. Karena Daru yang tak bisa membuat teralis secara teknis, maka ia menyuruh orang lain untuk membuat teralis.
Waktu itu Daru hanya membuat brosur sederhana dari kertas kuarto. Di brosur itu, ia menuliskan Maharani menerima pembuatan terlaris. Lalu diberi gambar teralis sederhana dari komputer. Lima ratus (500) lembar brosur disebarkan ke beberapa perumahan. ”Sebelum pergi bekerja, saya pagi-pagi keliling ke rumah-rumah. Saya selipin brosur di bawah pintu,” katanya.
Baginya, untuk menawarkan jasa teralis tak perlu memakai contoh-contoh foto teralis. Selain karena baru merintis, menawarkan brosur dengan foto aneka teralis tidak memungkinkan bagi Daru. ”Saya tak percaya kalau mau usaha itu harus pakai modal dulu. Tanpa modalpun kita sebenarnya bisa memulai usaha. Saya buka usaha teralis tak pakai modal, hanya modal brosur,” ujar Daru.
Menurutnya usaha itu harus pelan-pelan. Justru dengan pelan-pelan itu kita menjadi tahu kelemahan usaha yang sedang dijalankan. Kalau usaha dimulai dengan modal, usaha itu juga belum tentu sukses dan berjalan. Usai menyebar brosur, besok harinya, seseorang menelponnya dan itulah pesanan teralis perdananya. Daru menerapkan sistem uang muka 30 persen pada pelanggannya itu. Untuk mengerjakan teralis pesanan konsumennya, Daru mendatangi jasa pembuatan teralis lain untuk mengerjakannya yang sebelumnya telah dilobi untuk bekerjasama dengannya.
Kondisi seperti itu berjalan hanya lima bulan saja. Pasalnya pelanggannya kian banyak, tapi teralis yang diorderkan dan di-sub ke jasa pembuatan teralis lain rupanya tidak selesai dalam tempo yang dijanjikan ke pelanggan. ‘”Saya jadi banyak dikomplen. Ya sudah, akhirnya saya putuskan untuk dikerjakan sendiri. Saya ajak dua orang yang saya kenal dan bisa buat teralis. Saya bilang, ayolah ikut dengan saya untuk membuat teralis. Dan mereka mau,” cerita Daru.
Ia sendiri, sampai sekarang secara teknik tak mengerti pembuatan teralis. Untuk mengerjakan teralis-teralis itu, Daru menyewa sebuah rumah di BidaAsri I, sementara kantor usaha jasa pembuatan teralis tetap dijalankan dari rumahnya di KDA. Perlahan-lahan pelanggannyapun kian banyak seiring dengan upaya pelayanan terbaik dalam pembuatan teralis di Maharani. Salah satunya soal waktu pengerjakan teralis, Daru berupaya selalu tepat waktu sesuai dengan yang dijanjikan. Sekarang karyawannya pun tak lagi dua, tapi sudah tujuh orang karyawan. Kalau order sedang banyak, tenaga borongan makin banyak. Usahanya makin maju, niat Daru untuk keluar dari perusahaannya semakin kuat. ”Saya merasa, kerja di perusahaan itu, rasanya kok nggak maju-maju,” ujarnya.
Akhirnya ia memutuskan keluar dari perusahaan setelah bekerja hampir 4 tahunan. Tak lama setelah Daru keluar, ternyata perusahaan tempat bekerja itu bangkrut. (andriani susilawati)
baca terus->
Sejuknya Rezeki Penghijauan
Dua puluh ribuan bibit pohon mahoni, jati, jabon, dan cokelat terlihat berjajar rapi di salah satu sudut halaman Ruko Taman Buana Indah, Sei Panas-Batam. Di bagian tengah bibit-bibit pohon itu, ada papan tulisan Taman Pembibitan Batam Green City yang ditancapkan di sebuah pohon. Di situlah Beidessy Tri Aji (35) menyemai puluhan ribu bibit pohon penunjang usaha program penghijauan miliknya.
“Usaha yang saya jalankan berbeda dengan usaha nursery. Yang saya jalankan program penghijauan. Kalau nursery jual tanamannya, maka Taman Pembibitan saya, tidak menjual bibit pohon,” kata Beidessy Tri Aji(35) kepada Batam Pos, Selasa (25/8).
Aji menuturkan secara teknis, usaha yang dijalankan Aji ini menyodorkan proposal program penghijauan kepada perusahaan-perusahaan industri di Kepri, developer, pemerintah provinsi, pemerintah kota/kabupaten dan pihak-pihak yang peduli lingkungan melalui program penghijauan di Provinsi Kepulauan Riau. “Istilahnya bukan membeli atau membayar, tapi sumbangan untuk merealisasikan program penghijauan,” katanya.
Setelah sumbangan itu diterima Aji, kemudian langsung menanam ribuan pohon di lahan yang telah ditunjuk untuk dihijaukan.
Saat pertama kali menjalankan usaha program penghijauan Aji hanya mengeluarkan modal untuk pembelian tanah hitam Rp300 ribu dan Rp300 ribu untuk 3500 polibek dan untuk pembelian 3500 bibit pohon. Modal itu dia keluarkan setelah proposal program penghijauan yang diajukan diterima. Ajipun kemudian menanam pohon di Batamindo, Bandara Hang Nadim, Batam Centre, gunung Bintan dan lainnya. ”Saya targetnya satu tahun 1 juta pohon yang saya tanam,” ujarnya.
Untuk menjalankan usaha program penghijauan Aji dibantu beberapa orang. Saat pembibitan ada empat orang yang membantunya. Mereka bertugas merawat (menyiram, mencabut rumput, dan memberi pupuk). Seperti saat ini, ada 12 ribu pohon mahoni, 3000 pohon jati, 2000 pohon sengon, 1000 pohon johar, 1000 pohon jabon dan 1000 pohon cokelat yang semuanya dirawat.
Untuk menghemat pengeluaran biaya selama perawatan bibit pohon penghijauan, Aji memanfaatkan air selokan dipinggir jalan Sei Panas untuk menyirami bibit-bibit pohon itu. ”Wah kalau siramnya pakai air ATB, biayanya bisa besar mbak,” ujarnya.
Perawatan ribuan bibit-bibit pohon itu dilakukan sampai sekitar 6 bulanan. Setelah itu sudah siap ditanam. Saat penanaman di lahan gersang, Aji mengajak enam orang tenaga inti dan ratusan tenaga sukarelawan dari masyarakat sekitar. Tenaga yang ada dibagi ke dalam beberapa pekerjaan yaitu meletakan pohon, mencangkul tanah, menanam dan merawat pohon selama 6 bulan.
”Kita menjamin pohon yang kita tanam hidup, tumbuh besar dan hijau. Jika ada pohon yang tidak tumbuh, maka pohon yang mati harus diganti dengan pohon baru,” katanya
***
Usaha Burger Tidak Hoki
PERJALANAN jatuh bangun membangun usaha pernah dilalui Beidessy Tri Aji. Pria ini pernah berkali-kali mencari peruntungan dengan membuka berbagai usaha. Di antaranya usaha sablon, hingga bisnis makanan yaitu jualan burger di sebuah Pujasera di Batam.”Banyak mbak usahanya, jualan Burger pernah, tapi gagal, ” ujar Aji.
Aji mengaku kegagalannya dalam usahanya tersebut bukan karena tak seriusnya menjalankan usaha atau faktor kepintaran. Tapi gagal karena memang bukan bernasib di usaha yang berbagai macam itu. ”Saya memang menyukai petualangan, jadi memang cocok dengan usaha program penghijauan ini. Saya pernah menanam pohon di gunung Bintan,” tambahnya.
Aji asal Jakarta ini juga pernah bekerja di kapal pesiar Cruise Ship Carousel selama dua tahun dibagian hause keeping.”Saya lulusan pariwisata di Bandung,” katanya
Selama bekerja di kapal pesiar itu, Ajipun keliling dunia termasuk keliling Eropa, ke Napoli, Sisilia, Roma, dan Italia. Upahnya memang lumayan besar, tapi sayang waktu itu, uang yang didapatkan habis untuk berpoya-poya. Aji juga pernah bekerja menjadi marketing di beberapa media cetak di Batam. ”Saya pernah membuat majalah, tapi gagal,” katanya. (andriani susilawati)
baca terus->
I Got a Name
Like the pine trees linin’ the windin’ road
I’ve got a name, I’ve got a name
Like the singin’ bird and the croakin’ toad
I’ve got a name, I’ve got a name
And I carry it with me like my daddy did
But I’m livin’ the dream that he kept hid
Movin’ me down the highway
Rollin’ me down the highway
Movin’ ahead so life won’t pass me by
Like the north wind whistlin’ down the sky
I’ve got a song, I’ve got a song
Like the whippoorwill and the baby’s cry
I’ve got a song, I’ve got a song
And I carry it with me and I sing it loud
If it gets me nowhere, I’ll go there proud
Movin’ me down the highway
Rollin’ me down the highway
Movin’ ahead so life won’t pass me by
And I’m gonna go there free
Like the fool I am and I’ll always be
I’ve got a dream, I’ve got a dream
They can change their minds but they can’t change me
I’ve got a dream, I’ve got a dream
Oh, I know I could share it if you want me to
If you’re going my way, I’ll go with you
Movin’ me down the highway
Rollin’ me down the highway
Movin’ ahead so life won’t pass me by
by : JIM CROCE…
baca terus->
Surat Cinta untuk Masa Depan

Coba bayangkan, anda bisa menulis surat cinta untuk generasi masa depan. Apa yang akan anda katakan? Sedikit untuk renungan, generasi masa depan kita akan hidup dengan konsekuensi dari tindakan yang kita ambil atau yang tidak kita lakukan saat ini. Ini tentang perubahan iklim…
Saya misalkan anda memang ingin mengirim sebuah surat pesan untuk anak cucu di masa yang akan datang. Kira-kira apa yang akan anda tuliskan ; harapan dan inspirasi atau mungkin sebuah penyesalan? Saya tidak sedang berandai-andai untuk mengajak anda menulis pesan untuk masa depan. Ini adalah sesuatu hal yang sangat mungkin.
Saat ini, sebuah “Kapsul Waktu” telah dibangun secara permanen di kota Kopenhagen, Denmark. “Kapsul Waktu” itu akan diluncurkan dalam KTT Iklim PBB Desember 2009 ini. Fungsinya untuk menyimpan surat cinta dari generasi saat ini hingga dibuka nanti oleh generasi masa depan. Baik itu berupa teks, gambar, video atau media lain yang menggunakan teknologi. Para ahli sendiri memperkirakan kapsul waktu tersebut dapat bertahan selama kira-kira lima ratus tahun!
Apa sebenarnya fungsi “Kapsul Waktu” itu selain untuk menyimpan harapan, keinginan atau bahkan mungkin penyesalan kita tentang kondisi bumi saat ini? Saya berandai-andai, “Kapsul Waktu” itu hanya perlambangan tentang kondisi saat ini dari kacamata masing-masing kita, sekaligus juga menjadi trigger (pemicu) tentang bayangan bumi di mata kita saat mendatang. Kita yang punya harapan bahwa bumi bakal memiliki kondisi yang lebih baik dari sekarang, diharapkan bisa terpacu untuk mau berperan secara nyata menjaga kelestariannya. Ini sebenarnya sama seperti saat kita membayangkan ada sebuah pohon yang rindang menaungi rumah tinggal kita 20 tahun yang akan datang. Untuk mewujudkan harapan itu, tentu kita harus mau memulainya dengan menanam, menjaga dan merawat bibit pohon itu hingga menjadi besar dan rindang.
David Takayoshi Suzuki, seorang Jepang berkewarganegaraan Kanada yang menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk menjadi aktifis lingkungan mengatakan ;
“… masing-masing kita dapat menulis surat cinta untuk masa depan dan membayangkan seandainya kita bisa berkomunikasi langsung dengan anak cucu kita di masa yang akan datang. Dengan melihat kondisi bumi kita sekarang, apa yang akan kita katakan pada mereka dan apa upaya yang sudah kita lakukan utuk membuat bumi ini tetap layak mereka huni?”
David adalah seorang pria tua berusia 73 tahun, lahir pada 24 maret 1936. Selain sebagai aktivis lingkungan, Sejak pertengahan 1970-an, ia juga telah dikenal karena serial TV dan radio yang dibawakannya di kanada. David juga menerbitkan banyak buku tentang tentang alam dan lingkungan. Salah satu program majalah ilmiah televisi-nya yang populer adalah yang disiarkan stasiun CBC, The Nature of Things.
Aktifitas di bidang lingkungan dari pria ini makin meningkat tahun 1990 saat ia mendirikan yayasan David Suzuki. Misi yayasan ini adalah berupaya mencari cara dan formula agar masyarakat bisa hidup seimbang dengan alam. Prioritasnya lebih ditekankan di bidang kelautan, perubahan iklim serta mengupayakan penggunaan energi yang bersih dan bisa terus terbarukan. Dalam beberapa tahun terakhir, ia juga menjadi juru bicara yang vokal memperjuangkan bumi dari dampak perubahan iklim.
Suzuki dengan tegas menyatakan bahwa perubahan iklim adalah sangat nyata. Bukti yang tak terbantahkan dari seluruh dunia adalah peristiwa perubahan cuaca yang ekstrim, catatan suhu yang berubah dengan cepat, mundurnya gletser, dan kenaikan permukaan air laut di banyak perairan dunia. Semuanya itu menunjukkan fakta perubahan iklim yang terjadi saat ini dan sudah berada pada tingkat yang lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Dalam upaya kampanye menjadikan bumi sebagai tempat yang lebih layak untuk dihuni, Suzuki juga berbenturan dengan kelompok lain yang ia sebut sebagai kelompok skeptis. Kata Suzuki, kelompok skeptis adalah kelompok yang tidak mempercayai adanya perubahan iklim dan menyatakan bahwa manusia tidak punya andil dalam perubahan tersebut. Suzuki bahkan menuding kalangan skeptis menerima aliran dana yang signifikan dari sejumlah perusahaan pertambangan dan perminyakan dunia.
Suzuki adalah orang yang sangat cinta dengan lingkungan. Di usia yang bisa dikatakan tidak muda lagi, ia juga masih terus menelurkan ide-ide untuk mengupayakan agar masyarakat bisa hidup selaras dengan alam. Program “Kapsul Waktu” yang dibangun di Kopenhagen merupakan bagian dari buah karyanya juga.
Sekali lagi, menurut saya program kapsul waktu ini sebenarnya hanya sekedar trigger untuk memacu kita untuk mau berbuat lebih baik lagi untuk alam yang kita diami, untuk warisan yang kelak juga akan ditinggali oleh anak cucu kita. Kita tentu menginginkan anak cucu kita nanti bisa hidup dalam suasana alam yang lebih baik dari kita saat ini, bukan sebaliknya..
Walau menganjurkan masyarakat bumi untuk ikut berpartisipasi dalam menuliskan surat cinta untuk masa depan, Program “Kapsul Waktu” yang dibuat di Kopenhagen tentunya punya keterbatasan tempat. Pengelolanya memberi kuota hanya 100 pesan terpilih yang bakal ditampung di dalamnya untuk kemudian bisa dibaca generasi mendatang seratus tahun dari saat ini. Untuk jelasnya, anda bisa langsung saja kunjungi situsnya : www.loveletterstothefuture.com. 100 pesan terpilih yang akan ditampung dalam “Kapsul Waktu” ditentukan sendiri oleh pengunjung dengan cara memvoting-nya. untuk masa depan dunia yang hijau dan damai, tidak ada salahnya kita berpartisipasi. (***)
baca terus->
Monday, October 5, 2009
Mata Rantai Yang Hampir Hilang

Ah, pengetahuan saya tentang negara-negara di dunia ternyata masih payah. Saya baru tahu ada negara bernama Tuvalu beberapa waktu lalu...
Suatu hari bulan April, seorang rekan kerja saya, Nur Eka Devi menyerahkan laporan peliputan tentang penangkapan sebuah kapal penyelundup oleh jajaran Direktorat Polair Polda Kepri. Kapal itu berbendera Tuvalu.
“ Emang ada negara Tuvalu?” Tanya saya saat itu
“Ada mas, kata polisinya emang Tuvalu,” jawab Devi sekenanya.
“ Ah yang benar.. bukannya Panama, Honduras, Bahama atau Thailand?”
“Nggak mas, benar kok Tuvalu”, jawabnya lagi.
“Emang Tuvalu itu negara dari benua mana sih” Tanya saya penasaran.
“ Nah itu dia, aku juga baru dengar masalahnya”, jawab Devi malu-malu.
“Gini aja, coba kita searching dulu di google, Tuvalu itu beneran sebuah negara atau tidak. Trus kalau benar negara, adanya di benua mana?” ujar saya mencoba cari jalan tengah.
Saya dan Devi kemudian sama-sama mencari informasi tentang Tuvalu menggunakan search engine google. Terus terang, nama Tuvalu bagi saya terasa begitu asing ,aneh tapi juga bikin penasaran.
“Ok, benar Tuvalu itu sebuah negara. Posisinya di sekitar samudra Pasifik. Negara kecil rupanya ya”, kata saya begitu mendapat sebuah artikel yang menjelaskan tentang kata kunci Tuvalu yang saya masukkan di search engine.
Tidak banyak informasi yang saya peroleh tentang Tuvalu di artikel itu, tapi cukup untuk menjelaskan bahwa Tuvalu adalah benar-benar sebuah negara. Negara itu masuk dalam persemakmuran Inggris Raya. Luasnya hanya 26 kilometer persegi (10 mil ²). Dilihat dari peta, posisinya berada di sebelah timur ke arah atas negara Papua Nugini. Sementara benderanya, sepintas mirip dengan bendera negara Australia, tapi ada sembilan bintang yang merepresentasikan jumlah pulau yang dimiliki mereka.
Tuvalu masih masuk negara kategori miskin. Hampir tidak ada sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan di sana kecuali pariwisatanya. Salah satu penghasilan terbesarnya juga baru bisa diraih di era internet. Tuvalu yang punya kode internasional tv, cukup pintar memanfaatkan peluang bisnis. Saat ini, hampir semua situs dunia yag berakhiran dot tv, sudah pasti membayar ke negara itu.
Sejak 1999, Tuvalu telah mampu menghasilkan lebih dari beberapa juta dolar setahun untuk pemasaran internet dengan nama domain melalui perusahaan Amerika, TV Corporation. Seperti alamat www.nbc4.tv ; www.china.tv yang telah terjual selama jutaan dolar. Pendapatan lain Negara itu adalah dari sewa guna usaha kode area “900″ -nya.
****
Rasa penasaran pada Tuvalu masih terus ada. Saya jadi membayangkan bagaimana rasanya hidup di negara yang berada di tengah-tengah samudra luas. Apakah penduduk di sana juga bisa hidup normal? Bagaimana pemenuhan kebutuhan hidup mereka yang tidak bisa dilakukan secara mandiri di negara itu. Bagaimana juga infrastrukturnya untuk akses hubungan dengan negara tetangga? Ya, banyak pertanyaan yang ada di kepala saya. Apalagi, Negara tersebut tergolong aneh bila dilihat dari peta. Bentuknya hanya serupa rangkaian rantai yang agak berbelok. Untuk memenuhi rasa puas, akhirnya saya cari lagi artikel-artikel tentang negara itu.termasuk serangkaian penelitian ilmiah yang dilakukan beberapa ahli untuk menjelaskan tentang kondisi geografis di sana.
Tuvalu, sebelumnya dikenal sebagai Kepulauan Ellice. Sebuah negara kepulauan Polinesia yang terletak di Samudra Pasifik tengah antara Hawaii dan Australia. Para tetangga terdekatnya adalah Kiribati, Samoa dan Fiji. Negara itu terdiri dari 4 pulau karang atol dan 5 pulau atol kecil lainnya . Bentuk negaranya melengkung kea rah barat laut-tenggara dalam rantai panjang 676 km terletak di tepi barat luar Polinesia. Negara kecil itu memiliki total luas tanah hanya 26 kilometer persegi (10 mil ²). Penduduk pada bulan Juli 2005 diperkirakan 10.441 dengan 5.394 tinggal di Funafuti, Ibukota Tuvalu.
Tanah di kepulauan Tuvalu sangat rendah. Posisinya seperti berbaring dengan atol karang yang sempit. Tanah di sana hampir tidak dapat digunakan untuk pertanian. Hampir tidak ada juga pasokan yang dapat diandalkan untuk air minum. Sementara puncak tertingginya hanya lima meter (16 kaki) di atas permukaan laut. Funafuti adalah atol terbesar dari sembilan pulau-pulau dan atol karang yang membentuk pulau vulkanik ini dalam bentuk menyerupai rantai.
Karena ketinggian yang rendah, pulau-pulau yang membentuk kepulauan itu terancam oleh kenaikan permukaan laut di masa mendatang. Sebagai akibat pemanasan global, penetrasi panas ke laut mengarah ke ekspansi termal air; efek ini, ditambah dengan pencairan gletser dan lembaran es, mengakibatkan kenaikan permukaan laut. Kenaikan permukaan laut tidak seragam secara global tetapi akan bervariasi dengan faktor-faktor seperti arus, angin, dan pasang-dan juga dengan tingkat pemanasan yang berbeda, efisiensi sirkulasi laut, dan atmosfer regional dan lokal (misalnya, tektonik dan tekanan) efek . Negara kecil ini mulai melihat hasil dari eefcts dipercepat kenaikan permukaan laut; efek ini termasuk erosi pantai, intrusi garam, dan laut banjir. Penduduk di sini kemungkinan akan mengevakuasi Negara tetangganya seperti Selandia Baru, Niue atau pulau Fiji Kioa.
Shuichi Endo, seorang aktivis lingkungan Jepang telah memotret 10.000 bagian-bagian geografisTuvalu di hampir seluruh daerah yang didiami populasi manusia. Hal itu dilakukannya sebagai upaya untuk menarik perhatian dunia terhadap ancaman pemanasan global di Tuvalu.
Begini Kata Endo :
“Jika negara-negara industri seperti Jepang dan Amerika Serikat tidak memotong emisi gas rumah kaca, Tuvalu adalah salah satu bagian pertama di bumi ini yang akan menerima dampaknya. Warganya tidak akan lagi bisa tinggal di sini. Budaya mereka akan hilang, itu akan sangat menyedihkan. Di sini, orang tinggal selaras dengan lingkungan alam. Mereka tidak memancarkan karbon. Mereka hanya dampak, padahal kita dapat belajar banyak dari mereka. “
Tidak seorang pun benar-benar tahu, kemana warga Tuvalu akan pergi jika pulau-pulau mereka menghilang. Sebuah studi mengatakan : “Hilangnya kepulauan Tuvalu bisa terjadi dalam 50 tahun ini”.
Yang bisa diharapkan mungkin Selandia Baru. Negara itu punya kuota untuk menerima 75 orang warga Tuvalu per tahun di bawah kuota imigrasi daerah. Tetapi yang harus diingat, mereka tidak memiliki kebijakan yang eksplisit untuk menerima orang-orang kepulauan Tuvalu itu bila terjadi perubahan iklim yang ekstrim sehingga menghilangkan negara tempat tinggal penduduk di sana dalam waktu singkat!
****
Pernah baca buku “state of Fear karya penulis fiksi Michael Crichton? Kalau anda pernah baca dan percaya bahwa rangkaian fiksi yang dibalut dengan sangat baik sekali oleh Crichton, anda jelas bukan orang yang percaya tentang bahaya pemanasan global. Menurut saya, popularitas novel tersebut benar-benar hebat dan bisa berpengaruh besar terhadap pemahaman manusia dalam mengerti tentang bahaya pemanasan global. Biar fiksi, gaya tulisannya yang menggabungkan data ilmiah, bisa menghipnotis pembacanya sehingga mengganggap sebagai sesuatu yang nyata. Sama seperti saat kita membaca novel Dan Brown – Da Vinci Code.
Novel Crichton menantang konsensus yang banyak diyakini para ilmuwan bahwa pemanasan global terjadi akibat antropogenik dari dilepaskannya gas rumah kaca ke atmosfer. Jadi, apa penyebab pemanasan global versi Crichton? Pemanasan global dalam versi penulis fiksi tersebut merupakan buah konspirasi besar organisasi lingkungan di dunia yang memanipulasi isu global warming untuk mendapat kucuran dana internasional. Tapi pada kenyataannya, ancaman itu sendiri dianggap tidak pernah ada. Tapi, untuk membuktikan bahwa pemanasan global merupakan sebuah ‘realitas’, sebuah konspirasi disusun oleh organisasi lingkungan dunia dengan cara meledakkan bom nuklir yang punya daya ledak sangat besar sehingga mampu menghasilkan sebuah bencana tsunami!
Tapi, untuk mengerti tentang kondisi bumi yang rentan serta serta situasi yang bisa jadi penyebab pemanasan global, tak ada salahnya bila anda menyimak buku “the Weather Makers”. Saya sebenarnya tidak sedang berpromosi atau membuat sebuah resensi. Tapi menurut saya buku itu memang bagus.
Anda yang sudah membacanya, mungkin sudah banyak mendapat gambaran tentang apa dan bagaimana ancaman pemanasan global. Bagi yang belum, saya pikir tidak ada salahnya membaca buku karya Tim Flannely, seorang ilmuwan asal Australia tersebut.
Beberapa poin yang penting dalam buku itu seperti misalnya tentang inisiatif yang telah dijalankan manusia untuk mengatasi pemanasan global. Yang paling terkenal tentu saja Protokol Kyoto yang merupakan upaya kolektif terbesar sebagai wujud penentangan terhadap beberapa negara penghasil gas rumah kaca terbesar di dunia.
Flannery memang mengakui bahwa Protokol tersebut memang memiliki sejumlah kelemahan, termasuk di dalamnya target yang keterlaluan rendahnya untuk mengatasi masalah sebesar pemanasan global. Penolakan atas Protokol tersebut dijelaskan sebagai akibat dari ketakutan berlebih dari perusahaan-perusahaan multinasional atas dampak pemberlakuannya.
Dalam konteks Negara Tuvalu, warga di sana ternyata sangat gencar untuk terus mengkampanyekan hasil-hasil perundingan yang termuat dalam protocol Kyoto, walaupun masih ada beberapa poin yang dianggap sebagai kelemahan untuk mendesak negara-negara penghasil emisi terbesar di dunia untuk mau berpikir dan berbuat lebih banyak untuk masalah itu. Saya pikir itu wajar. Kita juga akan berlaku sama bila mendapati kondisi serupa dengan yang terjadi di Tuvalu. (****)
baca terus->
Wednesday, September 23, 2009
Rumah Kaca, Rumah Bumi Kita
Anda pasti pernah mendengar tentang rumah kaca. Rumah yang atap dan dindingnya terbuat dari kaca. Rumah ini biasa digunakan untuk pembibitan pada kegiatan perkebunan dan berfungsi untuk menghangatkan tanaman yang berada di dalamnya…
Sebagai ilustrasi, misalnya anda berada di dalam sebuah mobil yang tertutup tanpa menggunakan air conditioner (AC) di bawah panas terik matahari. Bagaimana rasanya? Panas? Hal ini disebabkan oleh sinar matahari yang masuk menembus kaca mobil membuat seisi nya jadi panas. Panas matahari terperangkap di dalam mobil, tidak dapat menembus ke luar kaca. Hal seperti itu juga terjadi pada bumi kita. Radiasi yang dipancarkan oleh matahari, menembus lapisan atmosfer dan masuk ke bumi. Radiasi matahari yang masuk ke bumi – dalam bentuk gelombang pendek – menembus atmosfer bumi dan berubah menjadi gelombang panjang ketika mencapai permukaan bumi.Setelah mencapai permukaan bumi, sebagian gelombang dipantulkan kembali ke atmosfer. Namun sayangnya, tidak semua gelombang panjang yang dipantulkan kembali oleh bumi dapat menembus atmosfer menuju angkasa luar karena sebagian dihadang dan diserap oleh gas-gas yang berada di atmosfer, disebut gas rumah kaca (GRK). Akibatnya radiasi matahari tersebut terperangkap di atmosfer bumi.
Karena peristiwa ini berlangsung berulang kali, maka kemudian terjadi akumulasi radiasi matahari di atmosfer bumi yang menyebabkan suhu di bumi menjadi semakin hangat. Peristiwa alam ini dikenal dengan efek rumah kaca (ERK), karena peristiwanya serupa dengan proses yang terjadi di dalam rumah kaca. Jadi peristiwa efek rumah kaca bukanlah efek yang ditimbulkan oleh gedung-gedung kaca, Seperti yang selama ini sering disalahartikan. Peristiwa ERK menyebabkan bumi menjadi hangat dan layak untuk ditempati manusia. Jika tidak ada ERK, maka suhu permukaan bumi akan 33°C lebih dingin dibanding suhu saat ini.
Namun berbagai aktivitas manusia, terutama proses industri dan transportasi, menyebabkan GRK yang diemisikan ke atmosfer terus meningkat. Alhasil, terjadilah perubahan komposisi GRK di atmosfer. Hal ini kemudian menyebabkan radiasi yang dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke luar angkasa terhambat sehingga menyebabkan terjadinya akumulasi panas di atmosfer
Singkat kata, meningkatnya konsentrasi GRK di atmosfer akibat aktivitas manusia di berbagai belahan dunia, menyebabkan meningkatnya radiasi yang terperangkap di atmosfer. Akibatnya, suhu rata-rata di seluruh permukaan bumi meningkat. Peristiwa ini disebut Pemanasan Global. Meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi menyebabkan terjadinya perubahan pada unsure-unsur iklim lainnya, seperti naiknya suhu air laut, meningkatnya penguapan di udara, serta berubahnya pola curah hujan dan tekanan udara yang pada akhirnya merubah pola iklim dunia. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan Perubahan Iklim.
Perubahan iklim sendiri merupakan sebuah fenomena global karena penyebabnya bersifat global, disebabkan oleh aktivitas manusia di seluruh dunia. Selain itu, dampaknya juga bersifat global, dirasakan oleh seluruh mahluk hidup di berbagai belahan dunia. Oleh karena itu solusinya pun harus bersifat global, namun dalam bentuk aksi local di seluruh dunia.
Perubahan iklim itu sendiri terjadi secara perlahan dalam jangka waktu yang cukup panjang, antara 50-100 tahun. Walaupun terjadi secara perlahan, perubahan iklim memberikan dampak yang sangat besar pada kehidupan umat manusia. Sebagian besar wilayah di dunia akan menjadi semakin panas, sementara bagian lainnya akan berubah semakin dingin. Saat inipun dampaknya sudah mulai kita rasakan.
A. Dampak Perubahan Iklim
1. Mencairnya Es di Kutub
Perubahan iklim juga menyebabkan mencairnya es dan gletser di seluruh dunia, terutama di Kutub Utara dan Selatan. Diketahui bahwa es yang menyelimuti permukaan bumi telah berkurang 10% sejak tahun 1960. Sementara ketebalan es di Kutub Utara telah berkurang 42% dalam 40 tahun terakhir (Fred Pearce, 2001). Diperkirakan pada tahun 2100, gletser yang menyelimuti pegunungan Himalaya seluas 33.000 km2 akan mencair. Ilmuwan Eropa juga memperkirakan sekitar 50-90% gletser di pegunungan Alpen akan menghilang. Diperkirakan pegunungan salju Australia akan “bebas salju” pada tahun 2070. Sementara menurut penelitian Lonnie Thomson dari Byard Polar Research Center – Universitas Ohio, diperkirakan seluruh salju di pegunungan Kilimanjaro akan mencair pada tahun 2015 akibat pemanasan global (Fred Pearce, 2001).
2. Pergeseran Musim
Selain itu, perubahan iklim juga menyebabkan terjadinya pergeseran musim, di mana musim kemarau akan berlangsung lama sehingga menimbulkan bencana kekeringan dan penggurunan. Para ilmuwan memperkirakan bahwa kekeringan akan melanda Afrika, Eropa, Amerika Utara, dan Australia.
Sementara musim hujan akan berlangsung dalam waktu singkat dengan kecenderungan intensitas curah hujan yang lebih tinggi dari curah hujan normal sehingga menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor. Terbukti wilayah Asia Tenggara serta beberapa wilayah lainnya yang rentan terhadap badai dan angin puting beliung telah mengalami badai yang lebih dahsyat, Hujan yang lebih deras serta lebih banyak bencana banjir. Sementara di beberapa wilayah di Indonesia juga sudah terbukti mengalami bencana banjir dan longsor.
3. Peningkatan Permukaan Air Laut
Dampak perubahan iklim yang lainnya adalah meningkatnya permukaan air laut. Menurut IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), panel ahli untuk isu perubahan iklim, dalam 100 tahun terakhir telah terjadi peningkatan permukaan air laut setinggi 10-25 cm. Sementara itu diperkirakan pada tahun 2100 mendatang akan terjadi peningkatan air laut setinggi 15-95 cm (Sumber : Greenpeace, 1998). Sebagai ilustrasi, peningkatan permukaan air laut setinggi 1 m akan menyebabkan hilangnya 1% daratan Mesir, Belanda 6%, Bangladesh sebesar 17,5% dan 80% atol di Kepulauan Marshall
menghilang (Fred Pearce, 2001).
Perubahan iklim juga menyebabkan negara-negara kepulauan seperti Karibia, Fiji, Samoa, Vanuatu, Jepang, Filipina serta Indonesia terancam tenggelam akibat naiknya permukaan air laut. Ini berarti puluhan juta orang yang hidup di pesisir pantai harus mengungsi ke daerah yang lebih tinggi. Fakta yang sudah kelihatan saat ini, sebuah Negara kecil di samudra pasifik (Tuvalu) terancam tenggelam karena peningkatan permukaan air laut dan juga abrasi pantai.
4. Dampak Lainnya
Selain dampak-dampak tadi, perubahan iklim juga akan menyebabkan terjadinya krisis persediaan makanan akibat tingginya potensi gagal panen, krisis air bersih, meluasnya penyebaran penyakit tropis seperti malaria, demam berdarah dan diare serta kebakaran hutan dan hilangnya jutaan spesies flora dan fauna karena tidak dapat beradaptasi dengan perubahan suhu di bumi. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan iklim merupakan ancaman serius bagi kelangsungan hidup manusia serta mahluk hidup lain. Dampak seperti itu tidak hanya terjadi di satu negara atau di satu wilayah, Tapi di seluruh dunia, melintasi batas negara.
Dalam prosesnya, perubahan iklim terjadi sangat lamban. Dampaknya tidak langsung dirasakan saat ini, Namun akan sangat terasa bagi generasi mendatang. Ketika perubahan iklim telah terjadi, maka tidak satu upaya pun yang dapat dilakukan untuk mengembalikan kondisi ke keadaan semula. Apapun upaya yang dilakukan, perubahan iklim akan tetap terjadi. Emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari aktivitas manusia telah meningkat dengan pesat sejak dimulainya revolusi industri pada tahun 1850.
Walaupun begitu, kita harus berupaya memperlambat terjadinya proses perubahan iklim. Salah satunya dengan cara mengurangi konsumsi bahan bakar fosil yang pastinya akan menghasilkan emisi GRK. Dengan begitu, dampak perubahan iklim tidak terjadi dalam waktu yang singkat dan perubahannya pun tidak dalam bentuk yang ekstrem dan bersifat revolusiuner (cepat). Kita bisa menghambatnya bila kita mau. Sedikit upaya yang dilakukan masing-masing kita, akan sangat berguna bagi kelangsungan hidup para penghuni bumi ini, termasuk keturunan kita, kelak… (***)
baca terus->
Monday, August 17, 2009
Primordial Bully…
Saya nggak tahu sudah berapa kali Michael Jackson melakukan operasi hingga menghasilkan wujud yang berbeda ; kulit lebih putih, hidung lebih mancung, bentuk rahang yang nyaris sempurna dan rambut lurus indah. Saat konser anniversary 30th the Jackson five beberapa tahun lalu, ia memang tampil beda dibanding saudara-saudaranya. Hingga akhir hayatnya, mungkin cuma satu yang belum bisa diubahnya dan itu merupakan suatu hal yang sudah pasti mustahil ; “Jacko tetap seorang Negro…”
Darah, keturunan, suku ras dan asal bangsa memang tidak bisa diubah. Mereka merupakan hal yang terberi tanpa bisa ditawar. Seandainya bisa, mungkin Jacko tidak ingin dilahirkan dari ibu dan ayah berdarah Negro…
Seorang teman asal Jawa, juga lebih senang menyimpan nama aslinya di akte kelahiran, ijazah sekolah dan dokumen-dokumen resmi. Sehari-hari Ia lebih memilih nama lain yang terkesan lebih bisa menyamarkan identitas darah dan asal keturunannya. Kenapa? Di beberapa daerah yang sempat yang ia tinggali, memang ada opini rendah tentang suku Jawa sebagai suku transmigran yang selalu enggah enggih, penurut…
Ada juga yang memandang sebagai suku bangsa kuli. Mungkin itu karena historis sejarah dimana orang Jawa sempat dimobilisasi secara massal untuk bekerja paksa di lahan-lahan perkebunan. Mulai dari Sumatera hingga Suriname di Amerika Selatan zaman penjajahan Belanda dulu. Atau, jadi pekerja paksa Romusha di zaman pendudukan Jepang. Persepsi itu terus melekat di beberapa kelompok masyarakat kita. Kondisi itu juga membuat orang-orang seperti teman saya tidak pede dengan status kejawaannya.. Dalam beberapa kasus skala minor, ras Jawa juga “diserang” kelompok minoritas yang merasa besar karena dianggap terlalu meng-hegemoni terhadap negeri ini…
Ada teman saya yang lain, berdarah Minang. Ia juga lebih senang menyimpan rapat-rapat asal usul kedaerahannya. Kepada setiap orang yang baru dikenal, ia selalu menyebut berasal dari Makassar. Kebetulan namanya Andi.. Tapi swear, namanya tidak ada kaitan sama sekali dengan gelar kebangsawanan yang biasa dipakai oleh suku di Sulawesi selatan itu..
Kenapa? Sekali lagi karena persepsi negatif kesukuan.. Sampai sekarang masih ada saja kelompok masyarakat kita yang sering mengolok-olok orang Minang yang sebenarnya merupakan salah satu suku perantau paling tangguh dengan persepsi-persepsi negatif. Misalnya yang sering terdengar : istilah Padang bengkok atau ujar-ujar : telunjuk luruih, kalingking bakait (untuk menggambarkan orang padang tidak bisa dipercaya, pen). Yang lain : mau diinjak asal di ateh, mau dicubit asal tidak sakiek(untuk menggambarkan orang padang sebagai suku yang mau menang/ untung sendiri, pen).
Primordial bully, saya lebih senang menyebutnya begitu. Mengolok-olok status kesukuan seseorang atau golongan atau sebuah kaum sehingga objek yang diolok-olok menjadi tidak percaya diri. Merasa tidak ada kebanggaan terhadap garis keturunan/ suku yang melekat pada diri mereka. Padahal, bukan salah mereka jika harus terlahir dalam status sebagai salah satu suku tertentu. Suku adalah sesuatu yang terberi, bukan sesuatu yang bisa kita pilih.
Primordial bully biasanya bersifat verbal (memaki, mencibir, memanggil dengan julukan yang tidak menyenangkan, dll), dan psikologis (mengintimidasi, mengucilkan, mengancam, mempermalukan, dll). Si pelaku biasanya akan mendapatkan kepuasan dalam melakukannya. Dalam kasus yang lebih khusus, si pelaku malah mungkin mendapatkan keuntungan dari serangan bully yang dilakukan.
Isu-isu primordial sering digunakan orang untuk membenarkan apa yang sedang dilakukan atau untuk mengeruk keuntungan demi kepentingan pribadi. Apalagi di zaman otonomi seperti sekarang. Banyak muncul “raja-raja kecil” yang awalnya mengaku akan memperjuangkan masyarakat lokal/ tempatan untuk lebih berdaya guna di tanah sendiri. Yang terjadi, mereka hanya memberdayakan masyarakat tempatan dengan menjual isu kedaerahan/ kesukuan demi kepentingan mereka sendiri atau kelompoknya. Ia melancarkan serangan bully terhadap suku-suku lain atau suku tertentu yang kebetulan dapat cap pendatang di daerah itu. Kalau anda jeli, di sekitar anda banyak yang seperti itu..
Menurut saya, Bullying itu tipe prejudice. Ia menyamaratakan semua orang berdasarkan apa yang didengar dari orang lain. Contohnya : wanita dengan pakaian seksi adalah pelacur. WN negara X bangsat semuanya… Atau, orang keturunan tertentu hobinya merampok kekayaan negara, dan seterusnya dan seterusnya……
Di zaman Rasulullah, seorang sahabat Nabi bernama Bilal, juga sempat merasakan perlakuan bullying. Bilal (budak hitam) sering diolok-olok oleh sahabat-sahabatnya. Allah SWT akhirnya mengatur soal ini dengan menurunkan surat Al Hujarah ayat 11. Artinya kira-kira begini :
“Wahai orang–orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok–olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok–olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok–olok)…”
Mem-bully bagi pelaku-pelakunya biasa dilatar belakangi beberapa hal. Mulai dari sekedar ejekan dalam proses canda, pencapaian kepuasan diri, usaha untuk menempatkan pribadi atau kelompok dalam harkat yang lebih tinggi dari korbannya atau hingga maksud tertentu misalnya mencari keuntungan sendiri. Dari banyak kasus bully yang terjadi, sepertinya sulit untuk membendung prilaku seperti itu bila tidak diupayakan sejak dini. Apalagi jika pelakunya adalah seseorang yang sudah dewasa. Orang yang sebenarnya sudah bisa menimbang-nimbang apa yang baik dan benar untuk dilakukan dan mana yang tidak pantas untuk dikerjakan.
Cara terbaik untuk menangkal serangan primordial bully, hindari saja atau jaga jarak anda dari berinteraksi dengan orang-orang seperti itu. Biarkan mereka seperti katak dalam tempurung yang merasa besar sendiri. (bintoro suryo)
baca terus->
Tuesday, June 23, 2009
Pengusaha yang Jago Nembak…
Macam-macam hobinya pengusaha. Yang lazim, biasanya mereka main golf tiap akhir pekan atau saat ada jamuan rekan bisnis. Tapi ada juga lho, pengusaha yang punya hobi macho seperti menggeluti olahraga menembak…
Sore itu, di lapangan tembak terlihat lima orang warga sipil dengan serius berlatih menembak. Senjata mereka mengarah ke lempengan besi berbentuk manusia di depannya. Sementara yang lainnya memilih mengantri untuk menembak sembari melihat aksi teman-temannya.
Saat itu cukup banyak orang yang hobi menembak dan berburu. Mereka tergabung dalam Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin Kepri). ”Anggotanya ada 200-an orang. 80 persen adalah pengusaha,” kata Alfred Zahidin, Sekretaris Perbakin Kepri.
Para pehobi menembak dan berburu ini tidak serta merta langsung bergabung di Kepri.
Sebelumnya, mereka wajib menjadi anggota club menembak terlebih dulu. Cukup banyak club menembak di Kepri. Di antaranya Tridarma, Batam Shooting Club, Sniper Karimun, Ranger Natuna, Satnusa Club, Bimacakti, dan Adiyaksa Club. Alfred punya alasan sendiri kenapa menyukai olahraga menembak.
Dulunya, ia sudah terbiasa dengan kebiasaan orang tua yang suka berburu. ”Mulai umur 4 tahun saya sudah menenteng senjata. Dulu, pas kecil tinggal di Lampung, berburu masih boleh,” ujar Alfred.
Ada kepuasan tersendiri saat menembak. “Menembak itu asyik banget, dengar suaranya memacu adrenalin,” tambahnya. Hal serupa juga diungkapkan oleh Mike Christopin (31), pemilik usaha mobil di Batam. ”Saya rasa setiap cowok akan suka menembak. Olahraga ini melatih kesabaran, konsentrasi dan fokus terhadap sasaran,” ujar pria yang juga Panitia latihan menembak bersama.
Belakangan ini, Mike malah suka mengajak relasi bisnisnya dari Jakarta untuk menembak saat ada perbincangan bisnis di Batam. ”Kalau golf sudah biasa, makanya saya sering ajak relasi bisnis untuk menembak. Di sini ada instruktur dari Brimob yang sangat profesional,” ujarnya.
Soal biaya juga relatif hampir sama dengan golf. Ada beberapa pilihan, mulai dari 25 peluru dengan biaya Rp350 ribu, 50 peluru (Rp600 ribu) dan 200 peluru (Rp2,1 juta). Ajakannya pada relasi bisnis untuk olahraga menembak ternyata disambut baik. ”Mereka sangat terkesan, rasanya tidak terlupakan,” cerita Mike.
Pehobi menembak lainnya adalah Dimas (40). Pemilik Klinik Medical Check Up. ”Menembak ini memacu adrenalin, kita harus betul-betul konsentrasi,” ujarnya.
Ada juga dari kalangan karyawan swasta, salah satunya Harry Pangestu, seorang Community Development Indo Tirtasloka di Pulau Bulan. ”Saya sudah lama hobi nembak. Mulai menembak sejak jadi anggota Resimen Mahasiswa dulu,” ujarnya.
Dari kalangan mahasiswa juga ada. Okky (20), mahasiswa UIB salah satunya. “Pertama tuh mikirnya megang senjata itu berat. Eh tahunya ringan banget. Di sini kita latihannya pakai Glock 17 senjatanya campuran besi dan plastik. Ternyata menembak nggak mudah, lebih susah tak semudah yang kita bayangin,” katanya. Sementara Oktanius (32) rajin berlatih menembak karena selain hobi menambak, juga mendukung pekerjaannya sebagai ajudan Bupati Lingga.
Selain berlatih menembak setiap hari Sabtu pagi pukul 08.00 WIB, mereka juga berlatih perang-perangan di Pulau Sekilak, Hutan Vista dan Brimob Pikori Sekupang, agar lebih seru dan asyik. ”Di sini kita dilatih kesabaran, kerjasama tim, fokus dan dilatih kejujuran. Harus jujur kalau kita kena tembak saat perang-perangan di Pulau Sekilak,” ujarnya.
Kegiatan berlatih olahraga menembak ini atas kerjasama Perbakin Kepri dan Brimob. “Sekarang warga sipil tidak bisa lagi bebas punya senjata api. Karena itu kita menyiapkan lapangan tembak, supaya warga sipil yang hobi menembak bisa menyalurkan hobinya,” ujar Kasat Brimob AKBP Suhendri.
Dibanding dengan olahraga lain, olahraga menembak cukup sulit berkembang. Sebab itu, Perbakin akan mengadakan Coaching Klinik menembak yang terbuka bagi para remaja. ”Target kita, supaya dari Kepri punya atlet menembak untuk mewakili Kepri di ajang PON,” ujar Alfred. Dalam coaching clinic menembak, nantinya akan diajarkan pengenalan senjata, cara memegang, cara memegang senjata yang paling aman.
”Memegang senjata nggak bisa ke sana ke mari, tapi harus ke sasaran atau ke atas,” ujar Alfred. Selain itu diajarkan teknik menembak, cara pernapasan supaya saat memegang senjata tidak goyang dan tembakannya tepat sasaran, posisi kaki seperti apa dan juga diajarkan cara memegang senjata yang benar. (andriani susilawati)
baca terus->
Kompak di Jalan, Tertib di Organisasi
Pemilik motor Tiger di Batam punya komunitas. Mereka tergabung dalam Bikers Tiger Batam (BTB). Saat ini ada sekitar 66 orang anggotanya. Mereka berlatar belakang berbeda-beda. Ada yang karyawan swasta, PNS, wiraswasta hingga polisi.
Meski beda profesi, tapi mereka kompak, bahkan sudah seperti keluarga. “Di BTB rasa kekeluargaannya tinggi. Kami memang ada jadwal berkunjung untuk silaturahmi ke setiap rumah anggota secara bergantian,” kata Ketua BTB, Karso Inggalih, kepada Batam Pos, Jumat (5/6).
Ketika ada anggota yang terkena musibah, seperti sakit atau tertimpa musibah, maka satu sama lainnya langsung kompak mencarikan solusi, meringankan beban anggota itu.
“Biasanya saat disodorkan helm, secara spontan langsung memberi sumbangan,” kata Karso.
Wiraswasta yang bergerak di bidang suplier alat-alat berat menuturkan, besaran uang yang dikumpulkan bukan jadi ukuran. Yang terpenting, rasa kekeluargaan dan kebersamaan.
Banyak kesan-kesan yang mengharukan dirasakan selama bergabung dengan BTB. Contoh kecil, kata Karso, pada suatu malam motor Tigernya mogok di Simpang Kabil, gara-gara putus kopling.
“Waktu itu, saya langsung SMS ke satu teman (anggota BTB) untuk minta bantuan. Eh, tak lama setelah itu datang 10 orang anggota membantu,” katanya.
Pria 43 tahun ini yakin, hal seperti itu hanya ditemui di BTB. Mungkin jika orang lain yang SMS ke temannya, paling-paling malah ditanya, lalu disuruh dorong motor dan cari bengkel terdekat sendiri.
Kesan mendalam juga ikut dirasakan Rimmeld. Pria 33 tahun ini mengaku bergabung dengan BTB karena ingin tambah teman yang punya hobi otomotif dan hobi tur dengan mengendarai motor.
“Di sini kita jadi punya banyak teman. Kita juga jadi banyak tahu spare part yang bagus dan murah, dimana bengkel bagus. Nah, kalau motornya rusak kita bisa langsung ke bengkel yang dibilang bagus itu,” ujar Kepala bagian di salah satu perusahaan Indeks ini.
Lain lagi dengan Raymod. Saat pertama kali bergabung dengan BTB. Ia sibuk cari informasi kelegalan BTB. Baru setelah mengetahui Bikers Tiger Batam telah memiliki izin pendirian club dan club beserta seluruh anggotanya adalah anggota Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pengda Kepri, maka barulah Raymond mantap bergabung dengan BTB.
“Sekarang BTB sudah makin maju. Sudah punya sekretaris segala. Di Gedung Pemuda Hang Jebat, samping Pom Bensin Suka Jadi,” kata pria yang bekerja di Difanni Furniture. Lajang satu ini punya komitmen. Ia tidak ingin bergabung dalam suatu klub, kalau klub tersebut tidak jelas legalitasnya.
Saat ini, Bikers Tiger Batam mendapat dukungan dari Honda dan Djarum Black. Tak heran, jika komunitas yang satu ini menjadi semangat menjalani berbagai kegiatan internal maunpun eksternal yang sifatnya sosial. Belum lama ini, mereka bakti sosial menyumbang ke beberapa panti asuhan di Batam, melakukan pengasapan nyamuk demam berdarah, ikut mensosialisasikan safety riding, supaya masyarakat tertib dalam berkendaraan.
Komunitas ini juga punya prinsip bahwa tertib berkendaraan di jalan raya adalah tanggungjawab bersama. Dan, itu harus diawali dari diri sendiri dan kumunitas ini. “Pokoknya, anggota kita wajib Tertib di jalan, kompak di organisasi,” kata Karso.
Mereka juga rutin touring ke Nongsa, Pantai Melur dan lainnya dengan mengajak keluarganya masing-masing. Mereka juga pernah touring ke Bintan.
Rencananya, November 2009 nanti, BTB akan menggelar touring ke Sumatera meliputi Pekanbaru, Jambi dan Padang.
“Touring ke Sumatera ini guna mendukung Visit Batam 2010 dan memperkenalkan Batam,” kata Karso.
Saat ini pendaftaran anggota BTB masih terbuka. Siapapun yang berminat bisa mendaftar di blog BTBbikerstigerbatam.blogspot.com. Setelah jadi anggota BTB, dikenakan iuran keanggotaan Rp25 ribu. Riciannya, Rp15 ribu masuk kas dan Rp10 ribu untuk dana tambahan saat silaturahmi dan kumpul di rumah anggota.
“Banyak yang mengira kalau masuk BTB itu banyak biaya. Itu tidak benar, justru di sini kita bisa merasakan kekeluargaan yang sangat erat. Saya sendiri yang perantauan sangat merasakan sekali manfaatnya,” kata Rimmeld.
Sebagai salah satu komunitas motor, BTB juga siap mendukung keamanan jalanan kota Batam. Seperti beberapa waktu lalu, saat anggota BTB berkumpul, tiba-tiba tidak jauh dari mereka ada penjambretan dan pengendara wanita jadi korbannya. Saat itu para anggota BTB langsung spontan beramai-ramai mengejar si penjambret. (andriani susilawati)
baca terus->
Malaikat Bangsat
Biar saja mereka menyebutmu BANGSAT…
Sesekali ada juga yang memanggilmu KEPARAT…
Tapi bagiku kau begitu HEBAT..
Kadang menganggapmu seperti MALAIKAT…
baca terus->
Membeli Mimpi
“Membeli” mimpi, membawa khayalan jadi kenyataan secara instan dapat dilakukan bila kita punya uang. Kita tidak perlu melalui sebuah proses yang panjang, berliku-liku atau menghabis-habiskan waktu, walau mungkin sebenarnya di sanalah seninya..
Seorang rekan bisa membeli mimpinya untuk mengkoleksi kendaraan-kendaraan tua. Paling tidak, saat ini ia sudah memiliki dua unit vespa ; 1 langsiran tahun 1964 dan 1 lagi tahun 1970, satu unit motor Honda CG tahun rakitan 1978 dan satu unit sedan Toyota corona buatan 1986.
Ia mewujudkannya setelah sekian tahun bekerja dan kondisi ekonominya lumayan mapan. Dengan apa? Dengan uang. Awalnya memang begitu. Namun sebagai kolektor, dana cuma salah satu upaya saja untuk memulainya. Yang lain adalah keuletan dan kesabaran sang teman untuk membuat kendaraannya bisa menjadi layak pakai dan membuat spesifikasinya seperti baru lagi.
Ia melewati tahapan-tahapan proses dalam menjalankan kesenangannya itu. karena dilakukan dengan rasa senang, ikhlas dan bersungguh-sungguh, Sampai kini koleksinya masih tetap awet. Apa yang diperolehnya dari kesenangannya itu? Kebanggaan, kepuasan dan sebagai bentuk aktualisasi diri. Inilah saya… Seperti inilah kesenangan saya.. dan sebagainya dan sebagainya…..
William Wallace, seorang tokoh epic sejarah bangsa Skotland juga punya mimpi. ; kebebasan (freedom). Mimpinya adalah menjadikan bangsa Skotland sebagai bangsa yang bebas dari tekanan dan kekuasaan Inggris Raya. Ia membelinya dengan cara yang berbeda.Berjuang dengan tenaga, pikiran`hingga darah bahkan nyawanya sendiri. Walau hingga akhir hayat mimpi Wallace tidak pernah terbeli dan Skotlandia tetap masih dalam pengaruh Inggris Raya, proses perjuangannya tetap dikenang rakyat Skotland sampai kini..
Kiprah perjuangannya juga menarik perhatian seorang sutradara Hollywood yang kemudian membuat sebuah film tentang kepahlawanan sang legenda. Terlepas dari beberapa sisi yang melenceng dari fakta sejarah, film itu sangat layak tonton. Cerita tentang seorang pahlawan yang berusaha membeli mimpi kebebasannya dengan darah, air mata bahkan nyawa sendiri. Tapi mimpinya itu dikalahkan dengan obsesi lain dari seseorang bernama George The Bruce yang malah membeli mimpi dengan cara yang lebih mudah, pengkhianatan! Anda mungkin pernah menonton filmnya ; Braveheart. Kisahnya diperankan dengan sangat baik sekali oleh Mel Gibson.
Soal membeli mimpi ini, anda mungkin juga pernah mendengar tentang negara terkecil di dunia. Vatikan? Bukan, tapi Sealand!! Negara yang berdiri di atas tiang-tiang pancang beton Roughs Tower di atas laut dalam radius 12 nautical-mile. Roughs Tower terletak sekitar 10 km lepas pesisir Suffolk, Inggris pada koordinat 51°53′40″ LU, 1°28′57″ BT. Luasnya hanya 550 m². keberadaannya saat ini memang masih kontroversi. Yang mengakui Sealand sebagai Negara hanya warganya sendiri. “Negara tetangga” seperti Inggris tidak pernah mengakui kedaulatan Sealand.
Dulunya, Sealand adalah sebuah rik besar untuk yang dipergunakan oleh angkatan laut Inggris dalam perang dunia kedua. Sejarah Sealand dimulai ketika Inggris yang khawatir terhadap kekuatan Jerman, membangun sejumlah pangkalan militer. Benteng itu dilengkapi dengan banyak pasukan Inggris dan dilengkapi artileri yang dirancang untuk menembak jatuh pesawat dan rudal balistik Jerman. Pangkalan militer ini ditempatkan di sepanjang pantai timur Inggris yang terletak di pinggiran wilayah perairan Inggris. Salah satu pangkalan militer itu, yang terdiri dari konstruksi beton dan besi, adalah Roughs Tower. Benteng kerajaan Inggris yang terkenal.
Lokasinya di sebelah utara muara Sungai Thames. Seperti halnya pangkalan laut lainnya, Roughs Tower menggunakan jangkar yang dilabuhkan ke dasar laut.Semula basis laut ini akan ditempatkan di dalam wilayah kedaulatan Inggris. Namun kemudian rencana itu berubah. Pangkalan ini ditempatkan di satu titik sekitar 7 mil laut dari pantai timur Inggris, yang artinya lebih dari dua kali jarak 3 mil laut wilayah perairan Inggris. Dengan kata lain, benteng ini berlokasi di perairan internasional Laut Utara. Setelah perang usai, Roughs Tower beserta pangkalan lainnya mulai ditinggalkan.
Seorang purnawirawan Mayor Inggris bernama Paddy Roy Bates menduduki pulau buatan Roughs Tower dan tinggal di sana bersama keluarganya pada 2 September 1967. Setelah pembicaraan intensif dengan para pengacara ulung Inggris, Roy Bates memproklamirkan pulau itu sebagai negara miliknya. Pria itu menobatkan dirinya dengan gelar pangeran dan istrinya digelari putri. Roy pun resmi mendirikan Kerajaan Sealand. Roy Bates kemudian dikenal sebagai Roy of Sealand.
Tidak seperti William Wallace yang berusaha membeli kebebasan negaranya dengan tenaga, darah, airmata bahkan nyawanya sendiri, sang pemilik Sealand menjadikan rik tersebut sebagai negara karena ia punya uang. Untuk mewujudkannya, ia mungkin menggunakan uangnya yang memang besar. Tapi ia melalui proses untuk bisa tetap mempertahankan negara yang dibangunnya itu.
Masih soal obsesi membeli mimpi, teman saya yang lain membeli mimpinya untuk jadi seorang sarjana strata satu dengan menjalankan kuliah selama 3,5 tahun dan menyelesaikan tugas skripsi dalam waktu 3 hari!!! Yang lain harus melalui tahapan kuliah panjang selama hampir 14 tahun sebelum akhirnya ia bisa memasang gelar sarjana teknik di belakang namanya!!
Saat ini, teman saya yang pegang “record” menyelesaikan skripsi selama tiga hari, hanya jadi seorang marketing lepas kredit pinjaman dana untuk sebuah bank plat merah. Sementara rekan saya yang menyelesaikan kuliahnya dengan “berdarah-darah” selama 14 tahun, kini bisa memetik hasil dengan menerima tawaran bekerja di negeri Sakura Jepang! Proses kadang memang menentukan hasil akhir. Terserah anda, mau membeli mimpi dengan jalan instant atau memandang proses meraihnya sebagai hal yang sangat perlu karena menyangkut output hasil akhir… (bintoro suryo).
baca terus->
Saturday, June 6, 2009
100 % Melayu, Asam Pedasnya Nendang Banget
Rumah Makan Mak Muna Tanjungriau
Mau mencicipi asam pedas asli Melayu 100 persen? Datang saja ke rumah Mak Muna di Tanjungriau, Batam. Di sana, ada asam pedas ikan sembilang. Rasanya wuih… sedap sekali. Sekali suap langsung dibuat ketagihan. Tempat makannya juga asyik. Khas dengan suasana makan di rumah penduduk di kampung Melayu Batam.
Tak hanya warga biasa yang berbondong-bondong datang ke sana, para pejabat seperti Wakil Gubernur Kepri M Sani, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan, Bupati Karimun Nurdin Basirun, para camat Batam juga rutin datang ke sana. Termasuk para bule yang melancong ke Batam dan ingin merasakan makan enak, dengan suasana khas makan di kampung Melayu yang sederhana.
Rumah Makan Mak Muna yang beralamat di Tanjung Riau RT 01/RW02 Nomor 06 sangat jauh dari kesan sebuah rumah makan. Tak ada plang nama. Yang terlihat hanyalah rumah papan kayu sederhana seperti rumah penduduk di sekitarnya. Meski begitu, rumah Mak Muna kesohor sebagai tempat makan yang menyajikan aneka masakan Melayu asli 100 persen sejak 15 tahun lalu. Ada asam pedas ikan sembilang, sotong masak hitam, sotong goreng asam, sotong goreng tepung daun bawang, goreng ikan lengse, udang bumbu sambal pedas, cah kangkung, dan masakan khas Melayu lainnya.
Aneka masakan asli Melayu 100 persen itulah yang jadi daya tariknya. Semua hasil laut seperti ikan, udang dan cumi, diracik pakai bumbu khas Melayu racikan Mak Muna yang berasal dari Pulau Jeri, sebuah pulau terpencil yang cukup jauh lagi dari Pulau Kasu. Datang ke sana, anak-anak Mak Muna yaitu Bambang dan Nurhayati langsung menyambut ramah para pengunjung. Lalu ditawari aneka masakan khas Melayu. Tanpa menunggu lama, pesanan langsung datang. Minuman teh obeng di gelas jumbo disodorkan sebagai pembukanya. Tak lama setelah itu, datang aneka masakan Melayu. Ada asam pedas ikan sembilang, sotong masak hitam dan lainnya.
Mata langsung tertuju pada asam pedas ikan sembilang. Katanya setiap orang yang datang ke sana pasti pesan asam pedas ikan sembilang, termasuk para bule yang juga favorit makan asam pedas ikan sembilang saat datang kesana. Aroma sedap dari kepulan uap kuah merah kental asam pedas ikan sembilang langsung menggugah selera. Apalagi saat menyuapnya ke mulut. Rasa pedas dari merica, cabe dan rempah jahe bercampur jadi satu dilidah dengan rasa gurih ikan sembilang. Satu kali santap membuat ketagihan. Rasanya benar-benar sedap sekali. Tidak kalah sedapnya sotong masak hitam dan sotong goreng tepung daun bawang.
Aneka masakan asli Melayu 100 persen di rumah Mak Muna cukup terjangkau harganya. Sotong masak hitam cuma Rp15 ribu dan Rp25 ribu untuk satu porsi asam pedas ikan sembilang. (andriani susilawati)
baca terus->
Lebih Jantan Setelah Makan Sate Kuda
Depot Kuda Teh Aam, Pujasera Golden Land…
Sate kuda tidak sepopuler sate ayam. Tapi ternyata menu yang satu ini menjadi buruan para pria. Rasanya lezat dan menggugah selera berbumbu sate kreasi kencur. Menyantap sate kuda semakin terasa ”jantannya”.
Belakangan ini Depot Kuda Teh Aam di Pujasera Golden Land Batam centre dibanjiri pembeli. Meski terdengar kurang begitu lazim, sate kuda yang dijadikan menu andalan di Depot Kuda Teh Aam yang diyakini berkhasiat menambah vitalitas pria menjadi daya tarik tersendiri. ”90 persen yang datang ke sini rata-rata pria dewasa,” ujar Imron, pemilik Depot Kuda Teh Aam di Pujasera Golden Land.
Kebanyakan para pembeli sate kuda awalnya hanya coba-coba, karena ingin tahu rasanya sate kuda. Tapi usai mencoba dan merasakan khasiatnya sendiri, akhirnya mereka menjadi pelanggan. Tidak hanya bisa menambah vitalitas para pria, menyantap sate kuda juga diyakini bisa menghilangkan pegal linu, lesu badan, menyembuhkan sakit asma, batuk-batuk, jerawat, eksim, sakit ayan dan stress.
Soal rasa juga tak kalah menggugah selera dibanding dengan sate ayam. Sate kuda yang disajikan terasa lezat dan menyehatkan. Serat dagingnya terasa besar. Terbuat dari daging kuda potong segar yang didatangkan langsung dari Bandung dan Sumbawa dengan pesawat. ”Dari Bandung pagi, sore kita terima dan langsung jual,” ujarnya.
Untuk menambah khasiat menyantap sate kuda, Imron meracik bumbu sate kreasi sendiri dengan ditambah kencur. Selain itu bumbu sate biasa yaitu kacang tanah, daun jeruk, bawang merah, jahe digiling, dan dimasak dengan jinten. ”Kalau di Sunda kencur sangat biasa dipakai untuk bumbu. Kencur ini juga berkhasiat untuk kesehatan. Setelah makan kencur biasanya langsung hangat. Ini klop, sate kudanya makin berkhasiat,” kata Imron.
Di Depot Kuda Teh Aam cukup banyak olahan daging kuda. Di sana tersedia juga bakso kuda, tongseng kuda. ”Bagi yang mau mencoba olahan sate kuda dan masih agak ngeri bisa mencoba bakso kuda dan nasi goreng kuda,” katanya.
Imron menuturkan Depot Kuda Teh Aam juga menyajikan menu unik lainnya yaitu aneka olahan daging kelinci dan burung puyuh.
Aneka menu di Depot Kuda Teh Aam dipatok dengan harga terjangkau. Untuk satu porsi kecil sate kuda cuma Rp15 ribu dan porsi besar Rp25 ribu, bakso kuda Rp10 ribu, goreng burung puyuh Rp15 ribu dan tongseng kuda hanya Rp20 ribu. (andriani susilawati)
baca terus->
Si Kecil Jadi Pembalap Mocil
Hobi balap bukan hanya disukai remaja dan dewasa. Anak-anak juga mencintai olah raga satu ini. Seperti anak-anak yang tergabung di Komunitas Imocil (Ikatan Motor Kecil) Kepri di Batam.
Raut wajah Ilham, pembalap motor cilik (mocil) tampak kemerahan bercampur keringat. Bocah cilik yang baru berusia 10 tahun itu sudah puluhan kali berputar-putar di sirkuit Gokart, Golden City, kawasan wisata terpadu di Bengkong Laut, Batam, Sabtu (16/5) lalu.
Biarpun Ilham mengaku capek, tapi tetap merasa senang karena sudah hobi dan bercita-cita ingin menjadi pembalap seperti idolanya, Jorge Lorenzo, pembalap MotoGP asal Spanyol yang tergabung dalam Yamaha Team dengan nomor motor 99.
Bukan hanya Ilham, ada 50-an raider cilik dari berbagai kabupaten/kota di Kepulauan Riau yang serius menekuni hobi sebagai pembalap mocil. Mereka bergabung dalam Imocil (Ikatan Motor Kecil) Kepri.
Meski tidak punya tempat arena balapan resmi, anak-anak yang hobi balap mocil tetap semangat berlatih setiap akhir pekan di berbagai tempat di Kepri. Mereka berlatih dengan pakaian layaknya pembalap profesional. Tempat berlatih mereka berpindah-pindah, kadang berlatih di lapangan parkir sport hall Tumenggung Abdul Jamal. Pernah juga berlatih di Area parkir gedung DPRD Batam dan belakangan ini, mereka balapan di circuit gokart di Golden City, Bengkong Laut, Batam.
Akhir pekan lalu, mereka berlatih di sirkuit Gokart, Golden City, Batam. Sore itu, deru mesin mocil saling bersahut-sahutan. Sang pembalapnya yaitu Ilham (10), Rendi (11) Yusuf (10), Dimas (10), Ari (11), Wisnu (10), Hanif (11), Naufal (11) dan Gadza (12), mereka ramai-ramai memacu motornya supaya jadi yang terdepan. Usai berputar-putar, salah satu pembalap memilih ke bagian pinggir sirkuit.
Mungkin karena motornya ngadat. Dengan sigap, melihat itu, seorang teknisi mocilpun langsung bertindak cepat. Ia langsung membetulkan mocil yang ternyata milik Hanif. Mocilnya mengalami gangguan teknis. Sembari menunggu motornya ok, Hanif membuka helm yang menutup mukanya dan istirahat, sambil melihat motornya yang sedang diperbaiki.
Tak sampai dua menit, Hanif kembali memacu mocilnya. Ia kembali ke circuit dan adu balap bersama teman-temannya.
Aksi balap mocil di sirkuit gokart-pun menjadi tontonan warga yang mengunjungi Golden City di Bengkong Laut. Ratusan penonton tampak menikmati aksi balap mocil sore itu. Di antara penonton, rupanya ada orang tua sang pembalap. Anak-anak yang menekuni hobi balap mocil ini memang butuh dukungan orang tua, tidak hanya dukungan motivasi tapi juga dana.
Seperti Dimas (10) yang ditemani ayahnya Dani (37). “Anaknya banyak maunya. Semuanya suka. Karate suka, sepakbola suka. Mocil juga suka. Ya diikutin saja apa maunya. Nanti kita lihat mana yang paling ia sukai dan berbakat,” ujar Dani.
Hobi anaknya yang sudah digeluti beberapa tahun lalu ini, memang sempat membuat cemas dirinya dan istrinya. Pasalnya, hobi pembalap bak menantang maut. Kecemasannya terbukti. Waktu pertama kali balapan, Dimas tersungkur di sirkuit mocil dan kepalanya bocor.
“Balapan ini memang bahaya. Waktu itu helmnya nggak standar. Tapi sekarang helmnya sudah standar. Aman kalaupun kecelakaan,” kata Dani.
Untuk mendukung anaknya jadi pembalap mocil yang berprestasi, Dani rela mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Untuk beli helm yang standar saja ia harus rela mengeluarkan uang Rp2 juta. Belum lagi bajunya yang juga jutaan. Itu belum termasuk motor kecil dan modifikasinya supaya makin kuat tarikannya.
“Tiap akhir pekan masuk bengkel untuk perawatan habis Rp500 ribu,” ujarnya.
Dukungan Suryana pada anaknya Ilham juga tidak jauh beda. Pria ini selalu setia menemani anaknya saat latihan ataupun bertanding sesama pembalap mocil.
Latihan rutin yang mereka lakukan tak sekedar mengejar cita-cita untuk menjadi pembalap profesional seperti idolanya, tapi juga menggapai prestasi di depan mata. Pasalnya setiap tahun anak-anak yang tergabung dalam imocil ikut andil bagian di kejuaraan mocil se Kepri, nasional bahkan hingga se -Asia. (andriani susilawati)
baca terus->
Batam Surga Vegetarian

Di Batam ada 24 rumah makan vegetarian dengan pelanggan lebih 3000 orang. Kota ini pun jadi surga makanan vegetarian. 24 rumah makan vegetarian tersebut tersebar di berbagai sudut Kota Batam.
Mereka yang vegetarian tidak hanya sering berkumpul untuk santap bareng di rumah makan vegetarian, tapi juga aktif dalam komunitas vegetarian yang dinamai IVS (Indonesia Vegetarian Society/ Masyarakat Vegetarian Indonesia dengan anggotanya)
Dengan bergabung dalam IVS, mereka secara konsisten memasyarakatkan vegetarian lintas negara dan lintas budaya. Mereka juga aktif mengadakan berbagai acara. Salah satu acaranya yaitu Food Vegetarian Fiesta pada 6 Juni mendatang di Maha Vihara Duta Maitreya. Acara ini bukan kali pertama, tapi sudah berjalan rutin sejak tahun 1999.
Acara akbar yang bakal mereka gelar lainnya adalah Kongres Vegetarian se_Asia yang ke-4 di Batam pada penghujung tahun ini. Dalam kongres vegetarian dengan tema Vegetarian: Healthy and Eco-Friendly for All ini, menghadirkan para pembicara kelas Dunia. Seperti Dr RK Pachauri pemenang Nobel Perdamaian 2007, Jhon Davis yaitu Sejarahwan Vegetarian Dunia, Prov. Dr. Art-Ong Jumsai yaitu Mantan Ilmuan NASA, Prov.Dr.Duo Li, Editor Jurnal Kesehatan Asia Pasivik, Vice President of Asian Vegetarian Union, dan Maneka Gandhi, mantan menteri lingkungan hidup India, anggota parlemen India, juga sebagai Ketua Organisasi Hak Asasi Hewan India.
Masih banyak lagi pembicara lainnya dari kalangan ilmuan, guru besar, dosen pengamat, dan jurnalis dari negara-negara Asia, Eropa dan Amerika Serikat, 5 dosen pasca sarjana dari Indonesia.
”Nantinya ada sekitar 30-an pembicara, mereka datang atas biaya sendiri karena mereka peduli dan niat tulus untuk menyelamatkan bumi,” kata Jowly Yohanesh, Vice Chairperson Kongres Vegetarian se Asia ke-4.
Batam yang dipilih sebagai tempat Kongres Vegetarian se-Asia, tidak terlepas dari telah ditunjuknya Batam sebagai kota pilot project wisata vegetarian oleh Pemerintah pusat, Departemen Seni Budaya dan Pariwisata. IVS Batam menjadi mitra utama dalam hal ini.
”Ini tentu sesuai dengan angka populasi vegetarian di atas 3000 dengan 24 rumah makan vegetarian di kawasan perbatasan dengan Singapura sudah lama gencar menganjurkan gaya hidup sehat dan ramah,” kata Jowly.
Dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia, yang paling banyak vegetariannya adalah di Batam. Dari tahun ke tahun jumlah vegetarian makin banyak, saat ini saja tercatat ada 80.000 orang yang tergabung dalam IVS di seluruh negeri. Angka tersebut belum termasuk individu vegetarian di negeri ini yang belum terdaftar.
Kian banyaknya orang yang bervegetarian tidak lepas dari seabreg manfaat positif yang bisa didapatkan dari pola hidup vegetarian. ”Mengkonsumsi tumbuhan sangat bagus untuk kesehatan, karena hanya tumbuhan yang mengandung antioksidan yang berguna untuk kesehatan tubuh,” ujar Alvin, seorang vegetarian.
Sebaliknya kenyataannya, kasus penyakit jantung, stroke, berbagai jenis kanker, diabetes dan osteoforosis paling tinggi terjadi pada mereka dengan tingkat konsumsi daging dan produk cepat dairy yang tinggi.
Pola hidup vegetarian ternyata bisa menyelamatkan bumi dari berbagai bencana alam. Hal ini didasari dari hasil penelitian Food and Agricultural Organization (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dirilis 29 November 2006 dengan judul Livestocks Long Shadow – Environmental Issues and Options (Dampak panjang peternakan – Isu dan Opsi lingkungan hidup) menyimpulkan memelihara ternak mengakibatkan lebih banyak gas rumah kaca daripada mengendarai mobil. Peternakan dunia merupakan salah satu kontributor utama gas metana, nitrogen oksida, gas amonia dan karbondioksida terhadap pemanasan global.
Di samping pemanasan global, sektor peternakan juga salah satu faktor utama penyebab penggundulan hutan tropis untuk lahan merumput ternak. Luas penggundulan hutan untuk peternakan sebesar satu lapangan sepakbola setiap 5 menit.
Belakangan vegetarian makin populer dan kian banyak penggemarnya. Tidak terbatas kalangan dewasa tapi juga kalangan anak-anak. Seperti siang itu(15/5), ketika Batam Pos mengunjungi Rumah Makan Vegetarian di maha Vihara Duta Maitreya di Batam Centre.
Jeny bersama dua anak kembarnya terlihat menikmati makan siangnya dengan menu vegetarian. ‘Saya sejak dua tahun lalu sering makan siang di sini. Lumayan enak rasanya, Harganya murah. Bertiga cukup Rp20 ribu saja,” kata Jeny yang ditemani anaknya penyuka nugget ayam.
Rasa daging, ikan dan udang juga ada. Pasalnya saat ini sudah banyak bahan-bahan makanan vegetarian yaitu sayuran yang diolah khusus supaya menjadi mirip dengan daging, ikan dan udang. Olahan daging, ikan dan udang vegetarian sebagian besar bahan impor. Harganya juga tak mahal dan dijamin tak bosan. Seperti di rumah makan vegetarian di Maha Vihara Duta Maitreya setiap hari ada 50-an jenis menu yang siap dijual kepada pengunjungnya. Restoran ini tidak pernah sepi pengunjung.
”Setiap hari ada 700 pengunjung yang makan di sini,”kata Alvin., Humas Maha Vihara Duta Maitreya. (ANDRIANI SUSILAWATI)
baca terus->
Ajib Rasa Kebabnya, Nikmat Aroma Labanya
Purwadi (35), seorang karyawan perusahaan asing dengan gaji lumayan. Tapi ia ingin lebih maju lagi dengan mencoba berbagai usaha. Semuanya kandas. Kebab Turkilah yang mengantarnya ke pintu sukses.
Pria itu sebenarnya sudah bekerja di sebuah perusahaan di Mukakuning Batam selama 15 tahun. Pendapatannya sudah Rp3 jutaan perbulan. Tapi jumlah tersebut tak membuatnya puas. Sejak tahun 2005, ia pun mulai mencari tambahan dengan membuka usaha sambil bekerja.
Mulai dari usaha air minum isi ulang, berjualan pulsa dan berjualan bakso. Semuanya kandas. Iapun pindah ke usaha busana muslim. Bisnis inipun mati suri. Purwadi yang tamatan SMA ini mengaku banyak mendapat pelajaran dari kegagalan usahanya. ”Setelah saya pikir, kegagalan saya bermula dari pola pikir saya sendiri. Usaha yang saya jalani, saya anggap sebagai sambilan. Karena sambilan, secara tidak sadar saya tidak total mengurusi usaha saya,” ujarnya.
Ia juga mengibaratkan bekerja pada orang lain diibaratkan olehnya seperti dalam tempurung. Tidak akan bisa bebas dan berkembang, tapi aman untuk urusan makan. Lain halnya kalau membuka usaha sendiri. Pola pikirnya akan bebas, dan kemungkinan untuk lebih maju sangat terbuka lebar. Berkat pengalamannya itu, Purwadipun mulai total dan serius dengan bisnisnya. Iapun mulai mencari-cari kira-kira jenis bisnis apa yang prospek di Batam.
Ketemulah usaha Kebab Turki Baba Rapi 101 Persen Halal. Usaha ini ia dapat berkat inisiatifnya bergabung dengan komunitas Tangan di Atas yang ia temukan di internet tepatnya pada Juli 2006. Karena bergabung dengan komunitas Tangan di Atas, iapun sering mendapat artikel waralaba yang prospeknya bagus.”Saya tertarik karena produknya unik dan kecepatan keberhasilan bisnisnya yang luar biasa. Dalam waktu yang relatif singkat sudah punya 400 cabang di seluruh Indonesia dan Malaysia,” katanya.
Purwadipun membeli waralaba Kebab Turki Baba Rapi kepada sang pemiliknya Hendy Stiyoso di Surabaya dengan modal Rp50 jutaan.
Dengan uang sebesar itu, ia mendapatkan gerobak Kebab Turki, kompor gas khusus untuk membakar daging, bahan-bahan, refrigerator dan lainnya. Ia tinggal menjalankan usahanya saja.
Usaha kebab Turki yang ia jalankan di Batam terbilang sukses.”Sekarang omsetnya 5-6 kali gaji saya. Saya perkirakan bisa balik modal dalam tempo 1,5 tahun,” ujarnya.
Animo warga Batam akan kebab Turki cukup tinggi. Pertamakali buka 14 April 2008 di Panbil Mall dan pindah ke Mitra Mall Batu Aji dalam sehari bisa terjual 400 kebab turki per hari. Kini penjualannya semakin tinggi setelah pindah ke pelataran Graha Sulaeman Nagoya. Kebab Turki nya kian laris manis. Dalam sehari bisa terjual 600 kebab Turki. Untuk ukuran kecil ia jual Rp10.500 per buah dan ukuran besar dijual Rp12 ribu per buah. Kebab Turki rasanya gurih dan menyehatkan. Ada tortila sebagai pembungkusnya, ada daging sapi dan sayur mayur. (ANDRIANI SUSILAWATI)
baca terus->
Oleh-oleh Kue Melayu Nay@dam

Modal Rp 5 Juta, Kini Beromset Rp10 Juta Per Bulan
Rosnendya Wisnu Wardhana (32) nekat meninggalkan comfort zone atau kenyamanan sebagai karyawan bank. Ia memilih “berjudi” dengan tantangan baru. Kini usaha kuenya dengan label Nay@Dam mampu meraup omset Rp10 juta sebulan.
Terjun ke dunia usaha dan keluar dari pekerjaan membutuhkan pemikiran matang. Seperti yang dialami Rosnendya Wisnu Wardhana, Pemilik usaha kue Melayu merek Nay@Dam. ”Saya sampai berpikir selama satu tahun, apakah mau wirausaha atau tetap bekerja di bank. Soalnya wirausaha ini tergolong zona tidak aman. Sedangkan bekerja di perusahaan termasuk zona aman. Setiap bulan kita sudah pasti dapat gaji,” ujarnya.
Merasa bosan dengan rutinitas kerja di sebuah bank di Batam dan tidak bisa melepaskan ide-ide kreatifnya, pria yang dulunya menjabat supervisor operational dengan gaji Rp3,5 juta per bulan itupun akhirnya mengundurkan diri pada November 2008 lalu.
Niatnya untuk wirausaha sudah bulat. Jenis usaha yang dipilih yaitu kue tradisional khas Melayu Batam. Waktu itu, Ia ingin mendirikan pusat oleh-oleh, jajanan pasar Batam. Ide usahanya terinspirasi dari keluarga, teman dan kerabat dekatnya. Mereka ingin saat datang ke Batam dan pulang dari Batam membawa sesuatu makanan yang benar-benar asli khas Batam.
Sejak itulah, Wisnu dan istrinya yang bekerja sebagai PNS di Pemko Batam memikirkan makanan apa yang asli dari Melayu dan bisa dijadikan oleh-oleh Batam. ”Kebetulan istri saya asli orang Belakangpadang. Jadi dia jelas tahu apa kue tradisional yang khas Melayu Batam,” ujarnya.
Akhirnya Wisnupun mengangkat kue bingka bakar dan kue bilis untuk dijadikan oleh-oleh makanan dari Batam. Kedua kue tradisional khas Melayu ia branding dengan merek Nay@Dam. Nama Nay@Dam berasal dari nama kedua anaknya yaitu Naya dan Adam.
Waktu memulai usaha kue Melayu untuk oleh-oleh, Wisnu cuma membutuhkan modal Rp5 juta. Modal itu ia gunakan untuk membeli peralatan pembuatan kue seperti oven, mixer, loyang dan lainnya.
Sedangkan untuk tempat usahanya ia memanfaatkan rumah di Puri Legenda. Untuk membuat kue ia mengandalkan kakak nya.
Pi- lihan untuk terjun ke wirausaha ternyata tidak salah. Hasil dari usahanya cukup menggiurkan. Setelah dua bulan bersusah payah dan cuma beromset Rp1 juta, bulan berikutnya omsetnya langsung meningkat tajam yaitu mencapai Rp10 juta per bulan. ”Waktu mulai usaha, tantangan terbesar adalah mencari pelanggan,” ujarnya.
Untuk mencari pelanggan, Wisnu memakai trik dengan mengingat relasinya dulu sewaktu ia bekerja di bank. Wisnu juga dibantu istrinya untuk memasarkan kue Melayunya. ”Kebetulan di Pemko Batam suka banyak tamu-tamu yang datang dari luar daerah. Biasanya mereka minta dicarikan oleh-oleh makanan khas Batam,” ujarnya.
Berkat kejeliannya mencari pelanggan, usaha kue Melayu (bingka bakar dan ikan bilis) kian berkibar. Bila dulu, di rumahnya hanya membuat kue dengan oven kecil, kini sudah memakai oven besar yang ia beli dari Kalimantan. Dengan oven besar tersebut satu kali panggang bisa dua puluh loyang. Ia juga sudah punya satu karyawan. ”Alhamdulillah sekarang satu hari kita bisa produksi 30-40 loyang bingka bakar. 50 persennya sudah pesanan orang,” ujarnya.
Untuk mencari pelanggan lainnya, ia juga membuka konter di tiga tempat yaitu di Komplek Nagoya Business Centre, Kios Kaki 6 Mega Legenda dan UD Lestari Bandara Hang Nadim. Bingka bakar dan kue bilis yang diproduksinyapun sudah dikemas dengan kemasan yang manis. Ini sangat jauh berbeda dengan dulu yang hanya dibungkus dengan kotak kue biasa.
”Kita bungkus dengan bagus dan diberi merek Nay@Dam supaya menarik. Ini juga kan untuk oleh-oleh khas Batam dan mendukung Visit Batam 2010,” katanya.
Satu kotak bingka bakar dijual Rp15 ribu dan satu kotak kue bilis 300 gram dijual Rp25 ribu. Kuenya juga sudah mendapat sertifikat halal dan saat ini masih dalam proses pengajuan hak paten merek kue Melayu merek Nay@Dam. ”Bingka bakarnya tidak pakai pengawet, jadi tidak tahan lama. Maksimal bisa tahan sampai 3 hari,” katanya. (andriani susilawati)
baca terus->






