Monday, March 2, 2009

Ikan Bakar Blasteran Arab-Indra


PERNAH MENYANTAP ikan bakar dengan bumbu blasteran Arab dan Indramayu? Rasanya hmmm… hot, gurih mantap. Siapapun yang mencicipi dibuat ketagihan. Disantap dengan kangkung belacan, kian nikmat rasanya. Angin semilir di sekitarnya membuat kita betah berlama-lama di warung Ikan Bakar Ibu Ika di emperan BCM, Batam Centre.

Warung makan Ikan Bakar Ibu Ika di emperan BCM tempatnya sederhana. Begitu juga dengan menu yang disajikan sama seperti di tempat-tempat lain. Hanya ikan bakar, ayam bakar, ayam penyet dan sotong bakar. Sepintas tidak ada yang istimewa di tempat makan ini. Spanduk Ikan Bakar Ibu Ika yang bergelantungan di atas dekat etalase ikan bakar bahkan sudah usang dimakan usia.

Dari beberapa menu yang ada di sana, ikan bakar adalah menu andalannya. Sebab itu, warung makannya jadi diberi nama ‘Ikan Bakar Ibu Ika’. Ibu Ika adalah nama panggilan sehari-hari pemiliknya, Toatika (46).

Meski menunya biasa saja, tapi warung Ikan Bakar Ibu Ika ini diserbu ratusan orang saat jam makan siang setiap hari. Pelanggannya kebanyakan pegawai hingga pejabat Pemko Batam, Imigrasi, OB, PLN hingga Bandara Hang Nadim. Menurut Toatika. Dulu ketika Ahmad Dahlan, sebelum menjabat Walikota Batam juga suka makan di sini. “Tapi sekarang nggak lagi. Ini kan tempatnya emperan,” katanya.

Warung Ikan Bakar Ibu Ika ini juga punya pelanggan setia orang bule. Ada empat orang Amerika yang beristri orang Indonesia yang rajin pesan ikan bakar buatan ibu Ika. Mereka yang jadi pelanggan, biasanya akan ketagihan setelah sekali menyantapnya. Ikan bakar Ibu Ika ini cocok bagi mereka yang suka dengan rasa pedas.

Keistimewaan menu Ikan Bakar Ibu Ika ada pada bumbunya yaitu bumbu blasteran arab dan Indramayu. Bumbu itu diracik sendiri oleh Ika. Pertama ikan dan ayam mentah itu diberi bumbu masakan khas Arab berwarna kuning dari rempah kunyit. Ika memperoleh bumbu khas Arab ini saat ia merantau bekerja di Arab dulu. Ikan-ikan yang diberi bumbu khas Arab itu didiamkan selama 20 menitan. ‘’Supaya bumbunya meresap ke dalam’’ ujarnya.

Setelah diberi bumbu khas Arab. Ikan kemduian dibakar setengah matang. Sementara ayamnya diungkep lalu ditiriskan. Nah, ketika ada pengunjung datang dan membeli, barulah ikan bakar setengah matang atau ayam yang telah diungkep itu dicelupkan ke dalam baskom berisi penuh bumbu poles khas Indramayu, kemudian dibakar. Ikan bakar dan ayam bakar itu disajikan bersama dengan kangkung belacan, sambel belacan dan lalapan, seperti selada, timun dan kol.

Sebagian besar orang yang menyantap ikan bakar Ibu Ika banyak yang dibuat ketagihan. Rasa pedas, gurih mantap dan panas langsung terasa dilidah begitu kita mencicipi cuilan pertama ikan bakar. Rasa pedas berasal dari bumbu poles, rasa gurih mantap dari bumbu Arab dan rasa panas karena ikan itu baru dibakar. Cuilan ikan bakar ke dua tak kalah nikmat rasanya ketika cuilan ikan bakar itu dimakan dengan cara dicocol ke sambel balacan. Menyantap ikan bakar ibu ika kian terasa nikmat disantap dengan kangkung belacan plus nasi yang hangat.

Rimbunan pohon yang tumbuh di depan warung Ikan Bakar Ibu Ika membuat udara di emperan BCM terasa sejuk dan dingin menembus kulit. Usai menyantap ikan bakar tinggallah menyeruput teh obeng. Dingin. Tapi tetap saja rasa panas dibibir masih terasa. Bumbu polesnya yang pedas benar-benar mantap. Rasa panas di bibir baru akan hilang setelah sepuluh menitan. Duduk sambil menyeruput the obeng, hidung kita akan dimanjakan dengan aroma kangkung belacan yang tiada henti dimasak di atas penggorengan. Kepulan asap dan aroma ikan bakar tercium sepanjang berada di sana, kian menggugah selera orang yang sedang lapar.

“Orang bule yang langganan disini bilang Ikan Bakarnya rasanya hot. Waktu mereka makan, terlihat kepedasan, tapi mereka suka. Sering saat mereka ke Batam, kadang suka minta dibungkus untuk dibawa pulang ke Singapura,” kata Ika.

Aktivitas bisnis di dalam Batam Centre Mall (BCM) memang sudah sepi. Tapi ‘Ikan Bakar Ibu Ika’ di emperan BCM ramenya bukan main. Tiba pukul 12.00 WIB, puluhan tempat duduk di sana sudah full dengan pengunjung. Tiga jam kemudian semuanya sudah ludes terjual.(andriani susilawati)

Busway Kian Jadi Angkutan Umum Favorit

MENUNGGU LAMA saat akan naik busway? Itu dulu. Sekarang para penumpang busway di Batam tidak harus menunggu lama lagi. Sejak Januari 2009, trip busway telah ditambah. Dengan begitu, kini setiap 15 menit sekali busway pun langsung melaju.

Jam di ponsel menunjukan angka 17.00 WIB. Satu unit busway jurusan Sekupang Batam Centre terlihat ngetem di halte busway. Beberapa penumpang duduk di kursi tunggu halte busway. ‘’Dua menit lagi ya, berangkatnya,” kata seorang petugas busway memberi informasi pada calon penumpang busway.

Pria itupun menghampiri meja dan duduk di kursi. Di atas meja tampak setumpuk tiket yang siap dibeli oleh calon penumpang. Belasan penumpang langsung mengerubuti petugas itu untuk membeli tiket. Uang seribuan tiga lembar diserahkan pada petugas. Calon penumpang-pun langsung dapat tiket satu per satu.

Tak lama setelah itu mereka ramai-ramai masuk ke dalam mobil busway. Suara Tantowi Yahya yang membawakan lagu country dari tape mobil itu langsung menghibur para penumpang. Udara sejuk karena AC langsung terasa begitu masuk ke dalam busway. Di bagian depan, tampak tulisan No Smooking.

”Di sini memang tidak boleh merokok,” kata Tamrin, seorang supir busway.

Di dalam mobil juga terdapat tulisan tentang prioritas tempat duduk. Tulisan itu memberikan himbauan agar seluruh penumpang bersedia memberikan tempat duduk bagi para lansia atau manula, penyandang cacat, ibu hamil serta menggendong balita.

Tulisan itu memang harus ditempelkan. Apalagi belakangan ini penumpang busway semakin banyak. Di saat-saat jam tertentu, penumpang suka berdesakan. Seperti sore itu, puluhan penumpang harus berdiri dan berdesakan di busway. Kondisi ini belakangan jadi pemandangan biasa, sejak ongkos transportasi dengan taksi semakin melangit. ‘’Murah,” kata Nanda, seorang penumpang.

Pria yang menjual aksesoris di kawasan Industri Sekupang itu memilih busway saat pulang ke rumahnya di Bengkong. Dari Sekupang ke Batam Centre cukup mengeluarkan duit Rp3 ribu saja. Ongkos itu benar-benar hemat dibandingkan kalau naik taksi.

Hal senada juga diungkapkan Kevin, pelajar SMP Yos Sudarso. Dia yang tinggal di Tiban Mc Dermort langganan naik busway. Begitu juga dengan temannya Mario yang tinggal di Tiban III. ”Murah, cuma seribu lima ratus. Kalau naik taksi mesti bayar enam ribu,” kata Mario.

Sejak makin banyaknya penumpang busway, jadwal keberangkatan busway-pun semakin padat. Bila dulunya harus menunggu sampai 30 menit, sekarang setiap 15 menit. ”Ini kapasitasnya 21 orang, tapi bisa muat sampai 50 orang. Kalau tidak kebagian kursi, berdiri,” kata Firman, supir busway.

Dari seluruh penumpang yang ada sebesar 40 persennya merupakan penumpang pelajar. Kata Firman, paling rame penumpangnya saat jam berangkat kerja/ berangkat sekolah, Juga sebaliknya waktu pulang sekolah atau sehabis kerja. ‘’Sekarang makin ramai penumpangnya. waktu dulu saya sempat ajak ngobrol penumpang dulu, sekarang nggak sempat lagi. Berhenti sebentar langsung berangkat,” katanya. (andriani susilawati)

Friday, February 20, 2009

Di Bunga Setangkai Kehidupan Tak Seindah Namanya…

Kaum Urban Penghuni Bangunan Terbengkalai

BANGUNAN-BANGUNAN itu dulunya mungkin disiapkan sebagai karya arsitektur berdaya seni tinggi yang bisa menjadi salah satu penggerak roda ekonomi di Batam. Tapi, pengerjaannya tidak pernah benar-benar selesai. Pembangunannya mangkrak kemudian terbengkalai karena lilitan kredit yang macet. Sekarang, jadi tempat tinggal kaum urban kelas bawah. Namanya indah ; Komplek Bunga Setangkai. Tapi kehidupan di sana ternyata tidak benar-benar indah…

Bangunan Rumah Gadang itu sudah tidak utuh lagi. Tapi melihat bentuknya, dulu pasti merupakan bangunan yang megah. Pilar-pilar penyangga masih kokoh berdiri. Kerangka atap yang membentuk lekukan tanduk kerbau juga masih bisa dilihat jelas. Namun sekarang, atap-atapnya sudah banyak yang bolong. Sementara dindingnya hampir tidak bersisa, habis dimakan usia atau dibongkar paksa untuk dijadikan material bangunan lainnya.

Di beberapa sudut bangunan Rumah Gadang yang besar, ada beberapa pondokan atau rumah kecil ukuran 3 x 4 atau 4 x 4 meter yang dibangun sembarangan saja. Bentuknya menyerupai bangunan rumah liar yang banyak terdapat di Batam. Di beberapa bagian dalam Rumah Gadang, ada juga tumpukan sampah-sampah yang akan didaur ulang. Sebuah ruangan kecil terbuat dari kaca fiberglass seperti ruang ATM, menjadi penanda tentang siapa pemilik bangunan megah tapi terbengkalai itu, dulunya...

Dulu, bangunan megah itu milik grup Anrico Bank. Sebuah grup perusahaan perbankan yang dimiliki kelompok pribumi keturunan Minang. Sekarang sudah dilikuidasi oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional atau BPPN sekitar tahun 1998. Gedung berbentuk rumah adat itu, awalnya dibangun oleh salah satu anak perusahaan Anrico Bank, PT Bunga Setangkai. Nama Bunga Setangkai itulah yang kini jadi penanda nama lokasi ini; Komplek Bunga Setangkai.

Tapi kehidupan di komplek Bunga Setangkai ternyata tidak seindah namanya. Anda yang belum pernah ke lokasi ini jangan membayangkannya sebagai perumahan elit sekelas Dutamas atau Bukit Indah Sukajadi. Komplek bunga setangkai hanyalah beberapa bangunan terbengkalai yang saat ini diisi sekitar 76 kepala keluarga. Mereka mendiami bangunan-bangunan yang terbengkalai itu dengan cara membuat sekat-sekat sebagai pembatas ”rumah” yang satu dengan yang lainnya.

Selain Rumah Gadang yang merupakan asset dari grup Anrico Bank, ada 8 bangunan lain yang masuk dalam komplek Bunga Setangkai. Jaraknya hanya 20 meteran saja dari bangunan berbentuk rumah adat itu. 8 bangunan tersebut dulunya milik grup Thites Plaza sebelum diakuisi oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional atau BPPN karena masalah kredit yang macet. Saat Tithes Plaza diambil alih oleh grup Harmoni saat ini, delapan bangunan itu ternyata tidak ikut diambil alih.

Komplek Bunga Setangkai yang dikenal warga saat ini, terdiri dari dua lokasi proyek pembangunan yang berbeda. Masing-masing proyek bangunan milik Anrico Grup yang berbentuk rumah adat Sumatera Barat berikut bulevard dan taman pinggir pantainya yang masih tersisa serta proyek restoran milik grup Tithes plaza dengan delapan bangunan di dalam areanya. Kedua lokasi bangunan itu dulunya berada persis di pinggir laut. Melihat lokasi dan perencanaannya, pantai menjadi salah satu daya jual bagi para pengunjung kedua lokasi itu jika keduanya selesai dibangun dan jadi dioperasikan. Tapi, seiring dengan perubahan perencanaan, pantai yang dulu berada persis dekat dengan kedua lokasi, jadi semakin menjauh karena terus direklamasi..

***

Dua puluh meter dari bangunan Rumah Gadang, sekelompok ibu-ibu tampak sibuk memilah-milah barang dari sebuah gerobak pedagang kelontong. Beberapa diantaranya sedang menawar harga barang yang diminati pada pedagang yang menjualnya. Sementara yang lain, sibuk membanding-bandingkan barang yang satu dengan yang lain sebelum menetapkan pilihan. Anak-anak mereka asyik bermain sendiri di aspal yang panas siang itu.

”Ini berapa harganya, tidak bisa kurang?” Tanya seorang ibu yang bernama Suryani. Rupanya ia tertarik membeli sebuah ember ukuran tanggung. Ia menoleh saat Batam Pos coba menyapanya.

Suryani adalah salah satu penghuni di komplek Bunga Setangkai. Belakangan diketahui, ia dan keluarga menempati satu bagian ruang yang disekat menggunakan triplek di bangunan induk bekas restoran milik grup Tithes Plaza. Wanita ini agak bingung saat Batam Pos menyampaikan maksud kedatangan untuk bertemu dengan sesepuh atau orang yang paling lama tinggal di bangunan terbengkalai itu. Masalahnya, penghuni di sini sudah silih berganti sejak bangunannya ditelantarkan sekitar tahun 1992 silam.

”Oh, sama pak Edi saja. Dia sekarang yang paling lama tinggal di sini,” ujar Suryani. Belum sempat wanita itu memanggil pria yang disebut pak Edi, seorang pria berusia sekitar 45 tahun keluar dari sebuah musala kecil ukuran 4 x 5 meter berdinding triplek. Pria itulah yang sering disapa warga di sana sebagai pak Edi. Nama lengkapnya Junaidi. Ia keturunan Lombok-Nusa Tenggara Barat. Sudah 5 tahun pak Edi tinggal di lokasi ini.

Setelah dikenalkan, pak Edi kemudian mengajak Batam Pos untuk berbincang-bincang di sebuah pondok kecil seperti pos untuk siskamling yang terletak di bagian depan bangunan musala. Lokasi tempat didirikan pondok kecil dan musala, dulunya disiapkan untuk tempat parkir kendaraaan roda empat tamu-tamu restoran yang tidak kunjung beroperasi tersebut. Itu bisa dilihat dari paving-paving blok yang masih tertata rapi. Sekarang area parkiran dan halaman ini menjadi tempat untuk menjemur pakaian warga yang tinggal di sana.

”Saya kerja di proyek Tithes, tapi sekarang sedang stop,” kata pak Edi memulai perbincangan dengan Batam Pos. Pria ini tinggal di komplek Bunga Setangkai bersama istrinya Nur Intan (23) dan anak bungsunya Elfiansyah yang masih berusia 1,3 tahun. Lima anaknya yang lain ada di kampung halamannya, Lombok. Pak Edi ternyata sudah cukup lama tinggal di Batam. Sebelum menetap di lokasi ini, ia sempat tinggal beberapa lama di daerah Tiban.

Keputusannya untuk tinggal di Bunga Setangkai adalah karena pertimbangan lokasi kerja yang berada di Batam Centre. Bertahun-tahun tinggal di Batam, ia memang selalu bekerja dari satu proyek bangunan ke proyek bangunan lainnya di daerah Batam Centre.

Tinggal di bangunan terlantar seperti di komplek Bunga Setangkai ini menurutnya bukan pilihan, tapi keterpaksaan. Keterbatasan ekonomi adalah alasan utama. Rata-rata penghuni yang tinggal di sini memang berasal dari kaum urban kelas bawah yang punya mata pencaharian sebagai buruh bangunan, pedagang keliling atau pendaur ulang sampah dan barang bekas. Tinggal di Bunga Setangkai, mereka tidak perlu lagi memikirkan uang untuk tempat tinggal. Menurut pak Edi, sekarang sudah lebih nyaman karena aliran listrik sudah masuk, walau hanya satu meteran yang dibagi-bagi untuk 76 kepala keluarga. ”Yang penting kalau malam tidak gelap, sekedar untuk penerangan,” lanjut pria ini.

Untuk kebutuhan air bersih, para penghuni di komplek bunga setangkai tidak terlalu sulit mendapatkannya. Aliran air ATB memang tidak masuk ke lokasi mereka. Sebagai gantinya, warga memanfaatkan sebuah kolam besar yang terletak persis di depan gedung bekas restoran Bebek Bali untuk pemanfaatan MCK (mandi cuci dan kakus, red) termasuk juga untuk berwudhu. Air di kolam itu memang cukup berlimpah. ”Kolamnya memang tidak ada saluran buangannya. Jadi air hujannya jadi tertampung di sana,’’ kata Edi.

Kegiatan cuci mandi dan kakus tidak langsung berada di atas kolam. Warga Bunga Setangkai memilih menggunakan air dari kolam dengan cara memompanya pakai mesin. Lalu dengan selang yang panjangnya ratusan meter, air dari kolam disalurkan ke bak-bak penampungan warga di komplek Bunga Setangkai. ”Untuk segala keperluan kami ambil air dari sana. Air dari kolam juga untuk minum,’’ ujar Suryani. Menurut Suryani, air di kolam itu lumayan bersih dan tidak berlimbah, masih bisa untuk diminum.

Sekitar 76 kepala keluarga yang tinggal di sana sebagian besar merupakan kuli bangunan, dan ada juga pedagang kaki lima dengan gerobak di Batam Centre. Untuk buruh bangunan, rata-rata mereka dibayar Rp40 ribu-Rp50 ribu per hari. Untuk sistemnya ada yang dibayar harian dan ada juga yang dibayar kalau pekerjaan selesai. Mereka yang dibayar harian, maka siap-siap saja kalau sakit atau izin tidak masuk kerja, tidak mendapat bayaran.

Akibatnya sang istri harus pandai-pandai mencari cara untuk bisa tetap bertahan hidup. Ibu-ibu rumah tangga di komplek itupun jadi sering cash bond ke warung kecil yang juga terdapat di Komplek Bunga Setangkai itu.

”Kami suka utang dulu ke warung. Nanti bayarnya pas suami kasih uang. Saya tiap bulan dikasih Rp1 jutaan,’’ kata Suryani. Uang pemberian dari suaminya, memang diatur dan dicukup-cukupin oleh suryani untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi, Suryani masih punya tiga anak yang masih kecil. Suryani harus menyisihkan uangnya untuk beli susu ke tiga anaknya, yaitu Windi (1), Rizal (2) dan Rahmat (5).

Punya penghasilan yang minim, warga di sana coba berusaha mencari penghasilan tambahan. Ada yang membuka warung di bangunan itu, ada juga yang memilih memanfaatkan lahan di belakang bangunan terbengkalai itu. Disana terlihat ada deretan pohon singkong. Tapi karena lahannya kurang bagus, pohon singkong itu tumbuh kerdil.

***

Komplek Bunga Setangkai, mulai ditempati kaum urban kelas bawah sejak lebih 15 tahun lalu. Cerita orang-orang di sini, penghuni awal bangunan-bangunan terbengkalai di sini adalah para buruh bangunan yang mengerjakan bangunan itu sendiri. Keputusan menempati bangunan di sini terpaksa diambil karena proyek yang dikerjakan mangkrak dan penghasilan mereka tidak dibayarkan. Untuk menghemat pengeluaran, sebagian dari buruh pekerja tersebut memilih tinggal di lokasi bangunan-bangunan yang terbengkalai tersebut.

Dulunya hanya beberapa kepala keluarga saja. Namun, seiring tahun jumlah kepala keluarga yang tinggal di sini semakin bertambah. Mereka yang menempati lokasi ini silih berganti. Yang tidak kuat menjalani kerasnya kehidupan di Batam, banyak yang memilih pulang kampung. Atau, ada juga yang sudah berhasil memiliki tempat tinggal sendiri di lokasi yang lain. Orang-orang yang masuk belakangan, menempati ruang dan sekat-sekat yang sudah dibuat atau membuat sekat-sekat baru di ruangan yang tersisa. Saat ini, .Etnis yang tinggal juga semakin beragam.

“Penghuni yang tinggal di sini, ada yang membangun sendiri sekat-sekat ruangnya untuk tempat tinggal. Tapi sekarang sudah penuh” ujarnya.

Menurut pak Edi, Jumlah kepala keluarga yang tinggal di komplek bunga setangkai saat ini sudah mencapai 76 KK. Berdasarkan kesepakatan bersama, mereka akhirnya menutup peluang bagi warga lain yang ingin bergabung di komplek bangunan terbengkalai itu saat ini.

Bangunan utama Bebek Bali itu cukup besar. Disanalah Suryani dan tiga anaknya tinggal. Ruang tempat tinggal Suryani hanya berukuran 3×2 meter persegi. Lokasinya persis dipojok, di bagian depan sebelah kiri menghadap ke halaman. Karena lokasinya berada di bagian pinggir di bangunan itu, Suryani dan suaminya membuat pintu yang langsung menghadap ke luar. Ruang tempat tinggal Suryani dengan yang lainnya hanya dibatasi triplek.Demikian juga keluarga lain di dalam bangunan itu.

Selain Suryani ada sebelas kepala keluarga yang tinggal di bangunan itu. Mereka sebagian besar mendapat jatah di bagian dalam bangunan itu. Satu gedung utama itu dihuni 12 kepala keluarga. Batam Pos-pun masuk ke dalam bangunan utama itu. Untuk masuk ke dalam bangunan itu ada sebuah pintu tanpa daun pintu. Begitu masuk, yang terlihat hanyalah lorong dengan lebar 1 meteran. Kondisi sekitarnya gelap karena penerangan seadanya dan sumpek. Sepanjang lorong itu di kiri dan kanannya triplek dengan potongan yang tidak beraturan. Di kiri dan kanannya itu ada banyak pintu. Pintu-pintu itulah yang menjadi jalan untuk keluar masuk keluarga yang tinggal di dalam bangunan itu. Setiap satu pintu, di situlah satu keluarga tinggal.

Terpanggil, Dirikan Musala

Lokasinya yang tidak jauh dari gedung-gedung dan ruko yang sedang dibangun, membuat komplek Bunga Setangkai jadi tempat singgah para buruh bangunan yang sedang bekerja membangun gedung dan ruko di Batam Centre. Para buruh bangunan itu datang ke komplek ini ada yang menumpang mandi, dan paling sering singgah untuk menumpang shalat.

Karena waktu itu belum ada musalla, Edi -pun dengan suka hati membuka pintu rumahnya. Dia mempersilahkan orang-orang itu untuk shalat di rumahnya. Hampir setiap hari ada yang menumpang salat di rumahnya. Karena itu, melihat banyak orang yang numpang shalat di komplek Bunga Setangkai, Edipun jadi terpanggil untuk mendirikan musalla. Ia -pun mendirikan musalla yang ala kadarnya dari triplek dengan dana pribadi. ‘’Kebetulan saya ada rezeki setelah mengerjakan proyek. Jadi saya bangun musala dari dana pribadi. Ya kebetulan saya dibukakan hati,’’ katanya.

Soal mendirikan Musala bukan hal sulit bagi warga di sana. Pasalnya sebagian besar warga di sana merupakan buruh bangunan. Musala yang dibangun oleh Edipun kini telah berusia dua tahun. Keberadaan musala di komplek itu cukup membantu para buruh bangunan yang bekerja di sekitar komplek Bunga Setangkai.

Musala jadi satu-satunya fasilitas umum yang ada di sana. Warga di sana juga merasa senang dengan keberadaan musalla, khususnya yang beragama muslim. Mereka jadi bisa shalat berjamaah. Bagi mereka Komplek Bunga Setangkai, adalah tempat tinggal yang nyaman bagi mereka sekarang. Meski tempat tinggal mereka bocor di sana sini. Tapi itulah satu-satunya tempat tinggal yang super murah. Apalagi masa sekarang dengan kondisi ekonomi yang kian menghimpit. Tinggal di Komplek Bunga Setangkai jadi satu-satunya jalan untuk menghemat pengeluaran. Mereka tidak perlu bayar seperti warga Batam lainnya yang tinggal di rumah kontrak atau kos-kosan. Setiap bulannya, mereka hanya mengeluarkan untuk biaya listrik Rp1,5 juta per bulan. Itupun ditanggung ramai-ramai.

Meski cukup murah tinggal di Komplek Bunga Setangkai, tapi warga sadar mereka suatu saat akan digusur. ‘’Kami tinggal disini, sampai tempat ini belum digusur,’’ kata Edi yang juga diiyakan oleh Suryani.

Kabag Humas Dokumentasi Pemerintah Kota Batam, Rudi Panjaitan mengatakan di Batam ada beberapa bangunan terbengkalai. Dari sisi keindahan kota, bangunan terbengkalai memang mengurangi keindahan Kota Batam. Kendati demikian, bangunan-bangunan itu tidak bisa langsung dirobohkan. Sebab ada kaitannya langsung dengan Izin Mendirikan Bangunan. Rata-rata bangunan mangkrak itu IMB yang lama. ‘’Untuk bangunan mangkrak, tentu ada masalah-masalah, dan tidak akan mangkrak ketika masalah itu sudah selesai,’’ ujarnya. (andriani susilawati)

Thursday, February 5, 2009

Harus Pandai Membuat Sayuran Terasa Daging

Antoni, Koki Makanan Vegetarian di Maha Vihara Duta Maitreya

ANTONI MERACIK dan memasak makanan vegetarian di Restoran Vegetarian Maha Vihara Duta Maitreya Batam Centre. Bukan karena sebatas hobi, tapi ingin lebih memasyarakatkan makanan vegetarian di Batam.

Pagi itu, tanggal 26 Januari 2009 sejumlah koki masakan vegetarian berkumpul di dapur di bagian belakang Restoran Vegetarian di Maha Vihara Duta Maitreya. Mereka-pun berbagi tugas untuk memasak puluhan menu vegetarian.

Hari itu adalah merupakan hari tersibuk buat Antoni dan para koki makanan vegetarian serta relawan vihara. Sebab saat itu adalah perayaan Imlek. Seperti tradisi pada perayaan Imlek di Vihara Maitreya, semua orang bisa makan gratis. Tak terbatas umat Budha, tapi siapapun yang datang ke Maha Vihara Duta Maitreya bisa makan bebas sesuka hati termasuk para turis.

Mereka yang datang jumlahnya tidak dibatasi, demikian juga porsi makanan vegetarian yang mau disantap. Lima belasan ribu orang datang ke vihara di hari Imlek, maka lima belas ribu porsi makanan vegetarian itulah yang harus disiapkan oleh Antoni bersama teman-temannya.

Memasak belasan ribu prosi, Antoni-pun jadi seharian penuh berada di dapur sejak pagi buta hingga sore hari. Ia spesialis memasak kari kentang daging kambing dan lohan cai. ”Karena kalau masak banyak kurang enak, maka saya masaknya sedikit sedikit. Makanya seharian terus memasak di dapur” katanya.

Ia menyebut menu lohan cai yang dipasaknya berasal dari China. Lohan Cai adalah satu menu wajib yang harus dihidangkan saat perayaan Imlek. Terdiri dari 18 macam bahan, mulai dari kol, jamur kuping, sohun, kembang tahu, daging vegetarian dan lainnya, Lohan Cai punya makna sebagai makanan yang sederajat dengan orang-orang suci.

Menu lainnya yang dimasak Antoni adalah kari kentang daging kambing. Daging kambing ala vegetarian ini didatangkan dari Singapura. Sebenarnya ia bersama teman-temannya pernah meracik makanan vegetarian seperti daging kambing, daging sapi, chicken nugget, ikan, kepiting, sotong dan lainnya.
Untuk bahannya terbuat dari jamur, rumput laut, kacang, dan ampas tahu. Bahan bahan itu lalu diracik dengan ditambah tepung dan perasa khusus. Sehingga daging kambing ala vegetarian jadi terasa mirip dengan daging kambing sungguhan. Begitu juga dengan kepiting dan chicken nugget rasanya benar-benar mirip aslinya.

Tapi ternyata setelah dibandingkan dari segi ekonomis tidak berbeda jauh dengan impor dari Singapura. Bahkan dari segi waktu meracik sendiri malah cenderung boros dan kurang efisien . Atas pertimbangan itu akhirnya semua bahan makanan berbau daging atau ikan ala vegetarian jadi didatangkan dari Singapura. Makanan vegetarian diolah jadi aneka masakan seperti ikan sarden, rendangm ikan teri medan, ikan sambal petai, sate, asam manis, ayam masak kecap jahe, iga tahu dan lainnya.

Selama enam tahun Antoni, menjadi koki di Restoran Maha Vihara Duta Maitreya. Selain memasak di hari besar Imlek, ia dalam keseharian menjadi koki di Restoran Vegetarian di Maha vihara Duta Maitreya. Banyak suka duka yang dirasakan Antoni selama menjalani profesinya sebagai koki.

”Kita begitu bangun pagi-pagi langsung megang kuali di dapur, masak, kalau orang lain rapi kan pakai baju rapi di hari Imlek,” ujarnya. Duka lainnya yang dirasakan adalah ketika makanan yang disajikan sempat kehabisan. ”Saya jadi seperti punya hutang kepada mereka,” katanya.
Bahagia tidak terkira ia rasakan ketika masakan vegetariannya habis disantap banyak orang. Seperti pada perayaan Imlek lalu, sekitar 15 ribuan antusias menyantap masakan vegetarian hasil olahannya bersama teman-temannya. Itu artinya hari itu ada lima belas ribu orang tidak menyantap daging. Seperti ajaran yang selama ini ia anut yaitu ajaran Budha yang tidak memperkanankan makan daging. Antoni bukan koki biasa, ia juga salah satu relawan di Vihara yang dengan tulus mengabdi di vihara dengan penuh jiwa kasih. Pastinya sebagai koki di vihara, ini berbeda dengan koki hotel berbintang, baginya pendapatan adalah nomor terakhir. (andriani susilawati)

Dari Tari Yapong Sampai Jaipong …

USIANYA MASIH sangat belia, baru dua belas (12) tahun. Tapi rasa kecintaannya akan budaya nusantara begitu lekat dihatinya. Bidadari, siswi Sekolah Global Indo Asia terlanjur jatuh hati dengan tari-tari tradisional dari Nusantara.

Belasan tari-tari tradisional dikuasainya. Mulai dari tari yapong asal Jawa Tengah dengan karakter lemah lembut hingga berbagai tari Bali dengan gerak bola mata yang unik. Ia juga pintar membawakan tari Panji Semirang, tari kebyar, tari kupu-kupu dan tari betawi. Tidak ketinggalan, tari Jaipong asal Jawa Barat juga ia kuasai.

Gadis kelahiran Jogjakarta, 30 Mei 1996 ini juga lihai membawakan tari melayu, mulai dari tari persembahan, tari japin hingga tari kreasi melayu. ‘’Saya suka dengan tari tradisional,’’ ujar Bidadari Mahardika Respaty.

Kebisaan yang ia miliki sekarang tidak didapatnya dengan mudah. Tapi melalui proses panjang hampir selama enam tahun. Memiliki kepandaian menari perlu ketekunan, dan keinginan kuat untuk terus berlatih. Tapi yang terpenting adalah rasa hobi dan cinta untuk dengan budaya sendiri. Meski sibuk dan banyak tugas sekolah, ia menyempatkan diri untuk tetap latihan tari.

Untuk menguasai satu jenis tarian membutuhkan waktu yang relative bervariasi.Itu tergantung jenis tariannya. Tarian yang memiliki gerak yang cenderung sulit akan membutuhkan waktu yang lebih lama ketimbang dengan jenis tarian dengan gerakan mudah. ‘’Kalau tari yapong, cukup beberapa kali saja latihan sudah bisa,’’ ujarnya.

Sementara itu, saat mempelajari tari Jaipong dan Bali lebih membutuhkan waktu yang lama. Soalnya gerakannya lebih rumit. Karena itu, latihan taripun perlu ketekunnan khusus. Seorang penari juga tidak hanya perlu menguasai satu tarian, mereka juga harus punya mental saat akan menari di hadapan para tamu.

Sebut saja ketika akan membawakan tari persembahan di acara tertentu dengan dihadiri pejabat. Ia bertutur perlu keberanian tersendiri meski menari bersama beberapa penari lainnya. Keberanian semakin dibutuhkan saat ia membawakan tariannya seorang diri. Salah satunya saat membawakan tari bali. ‘’Waktu pertama nari deg-degan juga, sekarang nggak lagi,’’ katanya.

Tradisi adanya tari persembahan dalam membuka acara di Kota Batam khususnya dan Provinsi Kepulauan Riau pada umumnya membuat Bidadari bersama teman-temannya sering diundang. Ia-pun Sering tampil, di sekolah pernah, di pusat perbelanjaan hingga di acara –acara tertentu yang dihadiri oleh pejabat.

Dari sekian banyak kebisaan membawakan tarian, selama penampilan di hadapan umum, paling sering Bidadari membawakan tari persembahan. Sementara menari Jaipong, Bali, Kupu-kupu hanya sesekali saja.

Saat diundang untuk membawakan tarian, Bidadari juga mendapatkan upah. Tapi itu bukanlah tujuan utamanya. Menurutnya, melalui tari tradisional yang ia tekuni secara tidak langsung ikut melestarikan budaya sendiri. ‘’Kita harus bangga dengan budaya sendiri. Saya juga senang jadi punya banyak teman,,’’ ujarnya.

Ketertarikan Bidadari pada tari tarian tradisional tidak terlepas dari dorongan kedua orangtuanya yaitu Rekaveny dan Suryo Respatyono. Kala itu, Bidadari masih berusia 6 tahun. ‘’Saya lihat, ini anak kok pemalu. Tapi di depan kelas berani menari-nari sendiri,’’ ujar Rekaveny., yang ikut mendampingi Bidadari saat itu.

Lama memikirkan karakter anaknya yang cenderung pemalu, akhirnya ia mencari ide untuk membuat sebuah sanggar sendratari. Dinamailah Sanggar Sendratari Bidadari. Nama sanggarnya sengaja diambil dari nama anaknya. ‘’Saya dirikan sanggar sendratari tahun 2004,’’ujarnya.

Ia berharap dengan memiliki kemampuan menari, anaknya akan menjadi lebih brani dan lebih supel. Jauh sebelum Bidadari tidak punya teman. Sekarang, seiring dengan berjalannya waktu, cita-cita membuat anaknya jadi lebih berani terwujud.

Di sanggar sendratari itulah, Bidadari menimba ilmu tentang segala tari-tarian tradisional. Ia belajar dari seorang guru tari yang biasa dipanggil Pakde Demprong. Pakde Demprong, punya keahlian menari segala tari tradisional di Nusantara. Mulai dari tari di Sumatera, Pulau Jawa, Bali dan tari daerah lainnya di Indonesia.

Meski awalnya diarahkan oleh ibunya, Bidadari mengaku saat ini ia merasakan banyak manfaatnya. Lewat tarian kini jadi punya banyak teman. Alasan lain yang membuat Bidadari tertarik menggeluti tari tradisional adalah karena sifatnya fleksibel.

Itu sangat berbeda dengan tari balet. Hanya di acara-acara tertentu di kota Batam tari balet bisa tampil. Kebanyakan penarinya juga anak-anak. Sedangkan kalau tari tradisional, meski kita remaja dan dewasa kita bisa tetap membawakannya.

Rekaveny menambahkan pendirian sanggar sendratari Bidadari tidak semata-mata untuk menyalurkan bakat anaknya bisa tersalurkan. Tapi juga diharapkan bisa menjadi tempat untuk menampung bakat anak-anak Batam yang hobi menari. Dengan adanya sanggar sendratari khusus untuk mempelajari tari tradisional, ia berharap tari-tarian tradisional bisa terus lestari di Batam.

Jika itu sudah terwujud akan membuka peluang kota Batam sebagai tempat tujuan pariwisata dengan andalan seni budaya. Tengok saja di Bali, punya daya tarik luar biasa sebagai kota dengan budayanya yang kental. Anak-anak, remaja hingga dewasa ramai-ramai menguasai tari. ‘’Kalau anak-anak sebenarnya tergantung orang tuanya. Disini banyak yang anaknya suka tari. Tapi orang tuanya kurang mendukung. Saat jadwal latihan menari, mereka enggak mengantarnya,’’ ujar Rekaveny, yang juga caleg DPRD Kota Bata mini.

Ingin menghidupkan rasa cinta budaya pada anak-anak Batam, Rekaveny dan guru tari di sanggarnya tidak mematok biaya yang mahal. Biayanya cuma Rp50 ribu per 8 kali pertemuan. Disana anak-anak tidak hanya belajar aneka tari tradisional, tapi juga belajar gamelan, sebuah seni budaya jawa yang sudah sangat jarang ditemui di saat sekarang.

Rekaveny berharap semua pihak terutama pengelola tempat wisata bisa bekerjasama memberi tempat untuk memberi kesempatan pelajar Sanggar Sendratari Bidadari dan sanggar sendratari lainnya di Batam menampilkan kebolehannya. ‘’Sangat bagus sekali, kalau saat ada kunjungan wisatawan, anak-anak diundang untuk tampil menghibur para wisatawab dengan tari tradisional,’’ ujarnya. (andriani susilawati)

catatan : tari piring dari sumatera barat, tari merak jawa barat, tari jaipong dari Jawa Barat, tari Yapong dari Jawa Tengah, tari Ngeremo asal Jawa Timur, Tari Srimpi, tari kebyar kreasi dari Tari Bali, Tari Merak, Tari Kupu-kupu

Tampil Lima Belas Hari Tanpa Henti

Grup ‘Persaudaraan Barongsai’ Menuai Berkah Imlek

IMLEK MEMBAWA berkah tersendiri bagi para pemain Barongsai. Mereka yang biasanya sepi order, kini kebanjiran order. Salah satunya, pemain barongsai yang tergabung di kelompok ‘Persaudaraan Barongsai’. Mereka sudah tampil di berbagai tempat di Batam.

Pada perayaan Imlek tahun kali ini, grup Persaudaraan Barongsai tampil setiap hari. ”Kami main selama lima belas hari, mulai mainnya di hari pertama Imlek, 26 Januari,” ujar Santoso, salah satu pemain di Persaudaraan Barongsai.

Ada banyak pihak yang mengundang mereka, mulai dari vihara, sekolah, peresmian usaha, pusat perbelanjaan dan lainnya. Berbeda dengan hari biasanya. Mereka hanya tampil sesekali saja. Itupun sebatas kalau ada acara peresmian usaha. Meski begitu, para pemain barongsai sudah sangat senang, karena sekarang mereka sudah bisa bebas bermain barongsai.

Tahun 2009, mereka genap 10 tahun sudah bermain barongsai di Batam. ”Kami mulai main barongsai tahun 1999. Itulah waktu ada Gus Dur,” kata A Ku, pimpinan sekaligus pelatih ‘Persaudaraan Baronsai’.

Sebelum tahun 1999, atraksi barongsai memang tidak pernah bermain di Batam. Alhasil, pemain barongsai asal Batam memilih bermain barongsai di Singapura. Itujugalah yang dilakukan A Ku, sebelum ia menjadi pimpinan grup Persaudaraan Barongsai. ”Saya jadi pemain barongsai 20 tahun,” kata A Ku.

Setelah puas menjadi pemain barongsai, iapun beralih profesi menjadi pelatih pemain barongsai. Mereka memilih tempat berlatih di Tua Pek Kong. Waktu pertama kali dibentuk, ada 30 anak yang berminat bermain barongsai rata-rata berusia 10-12 tahun. Tapi semakin kesini, mereka banyak yang mengundurkan diri. Sekarang anggota Persaudaraan Barongsai hanya tersisa 10 pemain saja.

Para pemain barongsai yang berhenti ada banyak alasan, ada yang malu bermain barongsai karena sudah remaja, ada juga karena sibuk bekerja dan merasa capek. ”Kalau kami bisa bertahan karena kami hobi. Kami juga kerja, tapi karena senang, kami tidak merasa capek meski seharian sudah bekerja dan capek,” kata Bobby, salah satu pemain barongsai.

Menjadi pemain barongsai terutama menjadi pemegang kepala atau ekor barongsai syarat utamanya badannya kuat. Mereka juga harus berlatih. Seperti Santoso dan teman-temannya mereka rutin berlatih hari Senin, Rabu dan Jumat. Tapi belakangan ini hanya sesekali saja mereka berlatih, disamping karena sudah lihai setelah 10 tahun bermain barongsai, mereka juga mulai disibukan dengan pekerjaan. ”Sekarang agak susah cari waktu untuk latihan, soalnya kadang ada yang kerja,” katanya.

Syarat pemain barongsai lainnya adalah tidak boleh merokok. Tapi meski begitu kata A Ku tetap saja ada anggotanya yang suka bandel tetap merokok. Tapi dimaklum saja, soalnya pemain barongsai sebagian besar anak muda. ”Badannya harus kuat, itu yang utama,” kata Aku.

Seperti Santoso, sebagai pemain yang memegang kepala barongsai. Saat bermain barongsai, ia tidak hanya melompat ke depan, tapi juga melakukan lompatan ke atas dengan ketinggian 1,5 meter- 2 meter lebih. Ia juga harus menguasai trik-trik khusus. Terutama jika bermain dengan tantangan khusus. Salah satunya bermain barongsai melewati besi di atas ketinggian 1,5 meteran. ”Saya pernah tergelincir dari besi, untungnya tidak apa-apa,” ujarnya.

Di antara para pemain barongsai yang melakukan aksinya dengan tantangan ekstrim, bahkan ada yang celaka saat main barongsai. Bahkan kata A Ku, ada pemain barongsai yang sampai mengalami patah tulang karena terjatuh dari ketinggian saat bermain barongsai.
Dari sekian banyak aksinya di daerah Batam, Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun, Singapura, Moro, Tanjung Uban dan daerah Kepri lainnya. Anggota Persaudaraan Barongsai, paling terkesan saat ikut bertanding bermain barongsai. Di saat bertanding, kesulitan bermainnya lebih tinggi. Karena itu, saban ada undangan untuk pertandingan barongsai, grup Persaudaraan Barongsai selalu hadir. Sayang belum ada tropi yang diraih. Meski begitu mereka mengaku senang bisa bermain barongsai bebas di Kepri. ”Kami bangga bisa mengembangkan budaya Tionghoa di Batam, Barongsai ini salah satu budaya kita yang harus dilestarikan,” ujar Bobby. (andriani susilawati)

Dilarang Makan Sebelum Izin dari Suhu

PANTANG HIO bekas sembahyang dibuang ke tong sampah, menyapu harus ke dalam, dan sederet aturan lainnya sudah sangat dipahami oleh Arif (35), penjaga Vihara Viriya Pala di Batam Centre. ternyata ia seorang muslim yang berasal dari Flores.

Menjaga Vihara Viriya Pala di Batam Centre, bagi Arif adalah pekerjaan untuk bisa hidup di Batam. Pria asal Flores ini mengaku sudah 7 tahun bekerja sebagai penjaga vihara. Iapun menerima upah UMK. Saban hari ia bekerja dengan senang hati mulai pukul 09.00 WIB hingga sore menjelang. ”Hari-hari biasanya, selain menjaga Vihara, saya membungkus hio untuk sembahyang,” ujarnya.

Arif pun bercerita awal mula ia bisa bekerja di Vihara. Ia bekerja di Vihara berkat informasi dari temennya. Tidak mudah menjadi penjaga di Vihara. Selain harus jujur, juga harus memahami seabreg aturan yang ditetapkan. ”Kerja disini syaratnya harus jujur. Satu kali bohong, mereka akan sangat sulit percaya lagi,” ujarnya.

Kejujuran memang jadi nomor satu bagi seorang petugas Vihara. Maklum di Vihara Viriya Pala banyak uang sumbangan dari para donatur yang datang setiap kali sembahyang. Di Vihara Viriya Pala juga ada sepeda motor, laptop dan barang elektronik lainnya yang harus dijaga oleh Arif.

Sepeda motor, laptop dan barang elektronik tersebut merupakan hadiah undian yang siap dibagi-bagikan pada umat yang datang pada perayaan Imlek dan Ulang Tahun Dewa Rejeki di Vihara Viriya Pala yang akan berlangsung pada 25 dan 30 Januari 2009.

”Disini, kita tidak boleh makan sembarangan, sebelum ada izin dari Suhu, kita tidak boleh makan (makanan sesaji-red),” ujar Arif menyebut salah satu aturan yang harus ditaati. Ada lagi pantangan tidak boleh membuang hio bekas sembahyang ke tong sampah. Hio bekas sembahyang haruslah dibuang ke tungku pembakaran.

Begitupun kalau menyapu tidak boleh keluar tapi harus ke dalam. ”Menyapu ke dalam itu lambang rejeki. Rejeki harus dikumpulkan ke dalam. Tidak hanya di vihara saja. Saat Imlek, tradisinya menyapu harus ke dalam. Bahkan tidak boleh menyapu dan mencuci,” kata Siha, Ketua Yayasan Vihara Viriya Pala.

Meski banyak aturan, karena terbiasa, Arif mengaku tidak ada kesulitan. Ia malah merasa bangga karena sudah 7 tahun menjadi penjaga di Vihara Viriya Pala Batam Centre. ”Walaupun hanya petugas, saya bangga kerja disini, Saya disini sejak vihara ini masih kecil hingga sekarang menjadi besar dan megah,” ujarnya.

Sebenarnya, kata Arif menjelang perayaan Imlek kesibukan petugas Vihara bukan hanya memasang lampion dan mendekor panggung untuk acara. Tapi juga menyiapkan acara perayaan Imlek. ”Saya ikut kumpul bersama yang lain untuk menyiapkan acara perayaan Imlek,” ujarnya. Seperti tahun-tahun sebelumnya. (andriani susilawati)

Tuesday, February 3, 2009

Makin Banyak Ditanya, Makin Banyak Minumnya

BAGI SUHU Huang Huat, seorang suhu (guru, pen) di vihara Viriya Pala Batam Centre, tiada hari tanpa minum arak. Kuantitas minumnya bahkan bisa lebih banyak jika banyak pengunjung yang datang dan bertanya padanya. Pertanyaannya bisa apa saja. Bisa karir, keluarga, kesehatan hingga asmara dan perjodohan. Suhu Huang Huat yang sudah mengabdi di beberapa vihara selama 7 tahun itu, ternyata mantan preman dan warga kelahiran Batam asli.

Beberapa hari lalu saya berkunjung ke Vihara Viriya Pala. Vihara ini lokasinya di komplek Limindo Trade Centre. Beberapa ratus meter dari Simpang Kara Batam Centre. Begitu tiba di Vihara Viriya Pala, saya melihat ada dua orang sedang duduk di teras vihara dan sedang asyik berbincang. Di samping kiri vihara , terlihat ada tiga orang yang sedang mendekorasi panggung yang berwarna merah. Panggung itulah yang dijadikan tempat untuk acara perayaan Imlek malam ini 25 Januari 2009 lalu.

Bermaksud ingin bertemu penjaga vihara, Saya pun bergegas berjalan mendekat ke dalam vihara. Saat itu ada seorang pria tinggi kekar berbadan besar ke luar dari dalam bangunan Vihara Viriya Pala. Ia memakai kaos tanpa lengan, Kedua lengan atas kiri kanannya dipenuhi tattoo, termasuk di bagian punggung telapak tangannya. Ternyata pria itu Suhu di Vihara Viriya Pala. Namanya Suhu Huang Huat. Dialah yang menjaga vihara, memimpin ritual dan membantu orang-orang yang datang ke Vihara dan bertanya tentang apapun berkaitan nasib, jodoh, bisnis, kesehatan termasuk soal asmara. Suhu Huang Huat jugalah yang malam ini (25/1) akan meminpin ritual perayaan Imlek.

Saya pun jadi teringat dengan perayaan Imlek di Vihara Viriya Pala tahun lalu. Malam itu, empat ribuan orang ramai-ramai datang ke vihara itu. Mereka melakukan ritual lilin dipimpin oleh Suhu Huang Huat. Dilanjutkan pesta kembang api, lalu ada pembagian angpao oleh Dewa Rejeki.

Sebelum pembagian angpao oleh Dewa Rejeki, ada ritual khusus lainnya yang dilakukan oleh Suhu Huang Huat. Suhu Huang Huat meminum arak dan tidak lama setelah itu Suhu Huang Huat jadi dirasuki oleh Dewa Rejeki. Disaat dirasuki Dewa Rejeki itulah Suhu Huang Huat membagi-bagikan ribuan angpao. Setiap pengunjung baik tua renta, dewasa dan anak-anak rela berjubel, berdesak-desakkan untuk antri melewati gerbang keberuntungan, lalu menerima sebuah angpao dari Dewa Rejeki dan berharap akan mendapat hoki setelah malam perayaan Imlek itu .

Kala itu, Suhu Huang Huat yang sedang dirasuki Dewa Rejeki, tentu saja berpenampilan rapi dan berpakaian seperti Dewa Rejeki. Penampilannya jauh berbeda saat saya berjumpa dengannya siang itu. Ia hanya mengenakan T-shirt warna biru tanpa lengan terkesan santai. Saya bahkan hampir tidak mengenalnya, karena penampilannya benar-benar berbeda.

Untuk memulai awal percakapan dengan suhu Huang Huat, ternyata agak sulit juga. Bukan karena sang guru yang satu ini tertutup. Masalahnya, suhu Huang tidak begitu fasih berbahasa Indonesia. Pembicaraan baru bisa berjalan lancar setelah seorang adik iparnya yang kebetulan ada di lokasi, ikut membantu sebagai penerjemah.

Sayapun memperhatikan dan bertanya tentang tatto di tubuhnya. Ternyata tatto itu bukan sembarang tattoo. ‘’Ini tanda yin yang dan ini swastika (sambil menunjuk tanda di telapak punggung telapak tangan). Kalau yang ini (tato di lengan atas kiri dan kanan, red) cuma main-main,’’ ujar Suhu Huang Huat sambil tersenyum.

Dulunya Suhu Huang Huat ternyata nakal/bandel. Tubuhnyapun banyak ditatto. Di kedua lengan kiri dan kanannya ditatto, termasuk di bagian dada. Suhu Huang Huat ini, ternyata merupakan penduduk asli batam. Ia lahir dan besar di pulau ini.

Saat batam masih lebih banyak hutan daripada perumahan, Suhu Huang bersama orang tua dan sepuluh orang saudaranya, sudah tinggal di daerah Baloi. Persisnya di Baloi Polisi sekarang ini. Di sana, mereka sempat punya kebun. Mulai kebun buah-buahan hingga pohon karet. Tapi sekarang ia tinggal di Centre Park. Dari sekian banyak saudaranya, hanya dia satu-satunya yang akhirnya memilih jalan hidup sebagai seorang Suhu atau Guru. Sedangkan saudara-saudaranya kebanyakan memilih bekerja atau berbisnis di Batam dan Singapura. Saat ini Suhu Huang Huat juga punya keluarga.

‘’Ada tingkatannya, kalau Suhu dengan tingkatan siu tao itu boleh berkeluarga. Beda dengan bikhu, tidak boleh berkeluarga,’’ ujarnya.

Suhu Huang Huat yang kini berusia 36 tahun ini sudah menjadi Suhu di Vihara Viriya Pala sejak empat tahun lalu. Sebelumnya, ia juga sempat menjadi Suhu di sebuah vihara lain di centre park, cikal bakal vihara viriya pala sekarang ini selama 3 tahun. Untuk menjadi seorang Suhu, ia belajar ilmu pada seorang guru selama sepuluh tahun. Sayapun menanyakan siapa nama gurunya. Tapi Suhu Huang Huat tidak mau menyebut nama gurunya. Ia mengajak saya untuk menghampiri sebuah lukisan bergambar seorang pria berumur dengan janggut panjang menjuntai hingga melewati leher yang tertempel di dinding dalam Vihara Viriya Pala.

Di tengah berbincang-bincang, Suhu Huang Huat pamit sebentar meninggalkan saya. Beberapa menit kemudian, dia sudah kembali sambil memegang botol terbuat keramik yang di dalamnya berisi arak, lalu meminumnya.

‘’Ini untuk power. Kalau tidak minum, saya tidak ada power, ‘’ ujar Suhu Huang Huat.

Power yang ia maksud adalah kekuatan untuk meramal apapun, nasib, masa depan, jodoh, bisnis, kesehatan dan lainnya. Setiap kali ada orang yang bertanya ramalan atau konsultasi masalah lainnya, maka setiap itupula Suhu Huang Huat harus minum.

‘’Semua boleh saya minum, arak putih, beer, atau lainnya asal bisa membuat mabuk,’’ ujarnya.

Semakin banyak orang bertanya ramalan atau konsultasi, berarti semakin banyak suhu Huang harus minum. Untuk setiap ramalan, Suhu Huang Huat tidak tahu pasti jumlah volume arak yang harus diminum. Hanya saja ia punya patokan sendiri. Patokannya sampai menjadi mabuk 80 persen dan kesadaran tinggal 20 persen.

Dalam keseharian selalu ada saja orang yang konsultasi pada Suhu Huang Huat. Mereka yang ingin diramalkan suka datang langsung ke vihara. Ada juga yang memilih telepon terlebih dulu untuk membuat janji supaya saat orang tersebut ketika datang ke Vihara Viriya Pala, Suhu Huang Huat ada ditempat.

Selain meramal segala hal, Suhu Huang Huat juga menjaga vihara dan memandu ritual dalam keseharian di Vihara Viriya Pala ataupun pada hari besar seperti malam perayaan Imlek tahun ini yang jatuh pada Minggu (25/1) dan Ulang Tahun Dewa Rejeki yang jatuh pada Jumat (30/1).

Di Vihara Viriya Pala ada 10 Dewa yang dipuja oleh para pengunjungnya. Tidak heran, setiap hari Vihara Viriya Pala banyak dikunjungi umatnya. Mereka datang untuk ritual ataupun berkonsultasi dengan Suhu Huang Huat. Bahkan di Vihara Viriya Pala ini ada yang datang untuk melakukan sembahyang pada Dewa Pian Cai Shen untuk memohon keberuntungan supaya memenangkan siji.

Vihara Viriya Pala berdiri megah. Disana, tepatnya dibagian luar, tampak ada Dewa Tie Kong. ‘’Tie Kong ini Dewa paling besar dibanding Dewa Dewa yang ada. Kalau ibarat di pemerintahan, Tie Kong ini Presiden dan Dewa-Dewa yang lainnya adalah mentri-mentrinya,’’ ujar Siha Ketua Yayasan Vihara Viriya Pala.

Beberapa Dewa lainnya terletak di dalam bangunan utama Vihara Viriya Pala. Salah satunya Dewa Zhan Tian Shi, ini adalah Dewa yang melindungi manusia dari arwah-arwah jahat. Di belakang Dewa Zhan Tian Shi terlihat gambar-gambar yang menakutkan seperti kepala manusia tanpa tubuh. ”Gambar-gambar yang menakutkan ini menggambarkan kalau Dewa ini (Dewa Zhan Tian Shi) menangkap arwah-arwah/roh-roh jahat, supaya tidak mengganggu manusia,” ujarnya.

Disisi lainnya ada Dewa Zheng Cai Shen yang merupakan Dewa Rejeki. Kepada Dewa Rejeki, para pengunjung melakukan permohonan agar usaha dan bisnis jadi lancar. Dengan bisnis lancar, rejekipun datang mengalir. Di Vihara Viriya Pala juga ada Dewa Yue Lao, Dewa inilah yang dipuja saat pengunjung ingin memohon jodoh atau segala hal yang berkaitan dengan jodoh, termasuk keluarga hubungan pasangan suami istri.

Ada juga Dewa Pian Cai Shen. Kalau Dewa Pian Cai Shen ini untuk orang-orang yang mau minta petunjuk tentang siji. Pengunjung yang akan memasang siji biasanya rajin melakukan ritual pada Dewa Pian Cai Shen. ”Banyak orang yang mau pasang dan ingin menang terlebih dulu melakukan persembahan pada Dewa Pian Cai Shen,” tambahnya.

Selain di bangunan utama, di Vihara Viriya Pala yang memiliki luas 2500 meter persegi ada sebuah bangunan lain yang lebih kecil dan juga untuk sembahyang. Di bangunan itu ddalamnya terdapat Dewa 12 Shio, terdiri dari Shio tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, shio ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan shio babi. Ada juga yang disebut Datuk. ‘’Kalau Datuk ini arwah leluhur yang dulunya tinggal disini,’’ ujar Siha, Ketua Yayasan Viriya Pala.

Kata Siha, Datuk ini semasa hidupnya pantang menyantap daging babi. Karena itu ritual kepada datuk punya aturan tersendiri yang berbeda dengan ritual pada Dewa-Dewa di Vihara Viriya Pala. Khusus untuk Datuk, tidak semua pengunjung Vihara Viriya Pala bisa melakukan persembahan pada Datuk. Mereka yang melakukan ritual pada Datuk hanyalah orang-orang yang tidak menyantap daging babi. Kalau sehari-hari menyantap daging babi, itu artinya tidak diperbolehkan.

Selain memandu ritual atau konsultasi ramalan setiap hari, Suhu Huang Huat juga akan meminpin ritual pada perayaan Imlek malam ini(25/1) dan meminpin ritual Ulang Tahun Dewa Rejeki pada 30 Januari 2009 mulai pukul 12.00 WIB. Pada perayaan Imlek di Vihara Viriya Pala (25/1) acara dimulai dengan Puak Bi Tang, lalu ritual lilin. Tepat pukul 00.00 WIB akan ada pesta kembang api lalu pembagian angpao oleh Dewa Rejeki dan terakhir Phai Nien. Sementara pada tanggal 30 Januari adalah Hari Ultah Chai Shen ( Dewa Rezeki ). Acara ini dilakukan pada siang hari mulai pukul 12.00 WIB. Nantinya akan ada ritual lilin, pembagian angpao, barongsai dan acrobat. Sebagai acara penutup adalah mengenal dekat Dewa Rejeki.

Vihara Viriya Pala juga dilengkapi dengan taman untuk tempat santai dan duduk-duduk di samping kirinya. Tepat di bagian halaman Vihara Viriya Pala ada tunggu pembakaran yang biasanya digunakan untuk membakar kertas kuning, yang diyakini simbol uang untuk memperoleh rejeki yang banyak. Makin banyak membakar kertas kuning, makin banyak rejekinya.

Ngomong-ngomong soal tahun kerbau yang akan segera tiba, suhu Huang punya pendapat hampir sama dengan prediksi banyak kalangan. Menurut Suhu Huang, Tahun Kerbau ini tergolong masa yang akan banyak masalah. Itu akan terjadi dan tidak bisa dihindari. ‘’Untuk berbisnis agak susah,’’ ujarnya. (andriani susilawati)

Friday, January 30, 2009

Drama Sekolah ABG Di Bali

INDUSTRI SINEMATOGRAFI kita, baik itu film atau sinetron, rasanya tidak akan pernah maju secara kualitas jika pakem yang digunakan masih saja sama dari tahun ke tahun, dari generasi ke generasi. Yang lebih parah pagi, tema dan para pemain yang diangkat jauh dari unsur mendidik dan masuk akal..

Terus terang, latar belakang tulisan ini karena desakan rasa muak saya dengan tayangan sinetron yang belakangan banyak beredar di layar-layar tv. Memuakkan karena pembodohannya benar-benar nyata di depan mata. Belum lagi komersialisasi yang sudah mengabaikan hak-hak pemirsa untuk mendapatkan tayangan bagus yang bermutu.

Drama Sekolah

Anda pernah memainkan sebuah tokoh dalam pentas drama sekolah? Atau mungkin jadi penontonnya? Di Sekolah Dasar saya dulu, pentas drama sekolah biasanya digelar dalam beberapa even. Misalnya pada peringatan hari pendidikan, hari anak nasional atau menjelang penerimaan raport catur wulan sebagai bagian kegiatan murid setelah sepekan menjalani ujian.

Siapa yang jadi pemainnya? Ya, para murid atau siswa sekolahnya. Misalnya tema yang diangkat adalah cerita Malin Kundang Anak Durhaka. Yang jadi si Malin biasanya murid atau siswa kelas 2, 3 atau 4. Sementara yang jadi ibunya adalah siswa kelas 5 atau 6. Usia para pemain drama biasanya tidak terlalu jauh berbeda. Yang membedakan cuma tampilan kostum mereka.

Murid yang jadi ibu, akan mengenakan kostum layaknya orang tua. Wajah dipoles make-up agar terlihat seperti keriput dan rambut diberi bedak biar putih seperti uban! Yang jadi anak, juga akan diberi kostum sesuai usia dalam peran mereka. Penonton drama sekolah sangat tahu, peran yang dimainkan para siswa tidak akan bisa natural seperti deskripsi cerita di buku-buku karena usia mereka sebenarnya tidak pas untuk membawakan peran orang tua Malin atau bahkan si Malin-nya sendiri. Tapi ya sudahlah, itu toh sekedar hiburan di sekolah sekaligus mengasah bakat mereka.

Nah sekarang, coba simak sinetron-sinetron kita sekarang. Fenomena yang sama juga dilakukan para para “penghasil sinetron” indonesia yang kemudian disuguhkan pada kita di rumah. Penilaian saya, yang paling keterlaluan adalah sinetron yang ditayangkan di SCTV. Saban hari, mulai pukul 18.00 WIB, kita akan langsung disuguhkan dengan sinetron jenis ini secara estafet, sambung menyambung. Pemainnya yang jadi anak, tidak jauh berbeda umurnya dengan yang jadi ibu atau bapaknya. Saya tidak menyarankan anda untuk menonton sinetron “cucu menantu”. Tapi coba simak yang jadi pemeran ibu Salamah dan menantunya yang bernama Vina..

Alur cerita yang diangkat, juga terkesan didramatisir, dipanjang-panjangkan untuk memenuhi kontrak episode yang sudah ditandatangani. Lihat saja sinetron Cinta Fitri yang sudah masuk season 3. Bayangkan jika tokoh Fitri di sinetron itu langsung saja membeberkan tentang kebusukan rivalnya ; Miska. Memberitahukan kebohongan-kebohongannya selama ini, dan itu sebenarnya meruakan hal yang sangat mudah dilakukan. Dampaknya, cerita jadi habis! Sinetron Cinta Fitri akan tamat! Kesan komersilnya kentara sekali. Dan yang lebih membuat saya geleng-geleng kepala adalah unsur tidak masuk akalnya.

Saya bukan penggemar sinetron jenis ini, tapi saya miris saat menyaksikan sebuah adegan di sinetron Cucu Menantu tanggal 27 Januari 2009. Di salah satu adegan ada seorang polisi yang mendapatkan laporan dari anak buahnya tentang keberadaan buron yang bernama Nadia. Si polisi kemudian memerintahkan seluruh jajarannya untuk mencari Nadia menggunakan sebuah telepon seperti sedang berbicara dengan alat komunikasi two way handy talky! Bayangkan, Siapa yang bodoh? Polisinya atau sutradaranya? Dimana sisi kualitasnya?

ABG

Stasiun tv sekarang membuat kita semua jadi anak ABG! Nggak pagi, nggak siang, nggak malam, tayangan sinetron yang dimunculkan selalu bertema Anak Baru Gede atau paling tidak memajang bintang-bintang ABG untuk berperan menjadi tokoh yang sebenarnya belum layak mereka bawakan. Mau contoh? Simak saja sinetron Kepompong yang tayang saban hari, atau Cinta Fitri yang memajang artis-artis ABG yang nggak pas untuk peran yang mereka mainkan.

Saya tahu, trend sinetron ABG sekarang memang sedang digemari. Tapi ya itu tadi, kembali ke pendapat saya :. Industri sinematographi kita, baik itu film atau sinetron, rasanya nggak akan pernah maju secara kualitas jika pakem yang digunakan masih saja sama dari tahun ke tahun. Dari generasi ke generasi! Selalu meniru trend yang sedang in dan terus menyuguhkannya kehadapan pemirsa sampai titik jenuh dan tidak ada lagi order iklan yang masuk. Yang lebih parah pagi, tema dan para pemain yang diangkat sekarang ini jauh dari unsur mendidik dan masuk akal..

Di Bali

Saya tidak tahu apa latar belakang rumah produksi membuat sinetron lepas sekarang ini yang sering kali mengambil seting lokasi di Bali. Mungkin ada kerjasama khusus dengan Pemda setempat atau resort-resort di sana. Yang jelas, hampir setiap hari kita selalu disuguhi sinetron lepas dengan seting latar belakang Bali! Sekali, dua kali, tiga kali mungkin masih bisa maklum. Tapi jika terus-terusan disuguhi cerita dengan latar belakang yang sama, gedung-gedung yang sama, lokasi pantai yang sama dan para pemain yang juga hampir-hampir sama, bagaimana? Jawabnya pasti jenuh. Tapi rumah produksi yang membuatnya dan stasiun televisi yang menayangkannya seperti tutup mata dan kuping tentang hal ini. Lagi-lagi pemirsa di rumah yang jadi objek penderitanya. (bintoro suryo)

Tuesday, January 27, 2009

Evolusi Yahudi


ORANG CINA mungkin bisa mengklaim sebagai bangsa yang banyak tersebar di seluruh penjuru dunia. Atau, jika skalanya diperkecil jadi Indonesia, orang Minang juga bisa berbesar hati. Mereka sudah diakui sebagai suku perantau paling gigih. Dimana-mana di penjuru nusantara, mereka selalu ada. Patokannya gampang, di daerah mana anda tidak pernah menjumpai rumah makan atau lapau masakan Padang?

Tapi, rasanya tidak terlalu sulit untuk memilah-milah orang keturunan Cina dengan ras atau suku lainnya, sekalipun di Antartika! Begitu juga dengan suku Minang. Ada poin-poin kekhasan tertentu yang menjadi penunjuk jati diri mereka.

Kalau Yahudi? Saya tidak yakin anda bisa menebak dengan benar dalam waktu cepat jika bertemu seseorang yang punya darah Yahudi, tapi sudah memiliki kewarganegaraan Irlandia, Inggris, Spanyol, Amerika Serikat atau bahkan Indonesia. Selama ribuan tahun menjalani diasphora (terbuang) dari tanah asal, mereka sudah berevolusi dengan sangat bagus sekali.

Yahudi di Irlandia bisa bernama McAllister. Di Inggris tidak tabu menggunakan nama Bryan atau jika di Amerika Serikat banyak juga yang menggunakan nama George. Di Spanyol, sangat mungkin ada Yahudi yang bernama Luis de Santagel. Sementara di Indonesia, jangan kaget jika mendapati teman anda yang mungkin bernama Djoko adalah seorang Jawa keturunan Yahudi! Evolusi bisa terjadi karena terbawa kultur budaya setempat atau terjadi peleburan suku bangsa dan ras melalui jalur perkawinan.

Negara Israel yang dirancang oleh Theodore Herzl pada tahun 189I adalah sebuah negara theokrasi (sesudah Vatikan, Republik Islam Iran, dan Emirat Islam Afghanistan), yang terkait erat dengan ajaran Talmud tentang “Tanah Israel” (Erzt Israel). Negara Israel adalah satu-satunya negara di dunia yang tidak memiliki perbatasan yang’ jelas. Atau dengan kata lain, tidak memiiki perbatasan sama sekali. Baik dalam gagasan maupun dalam konstitusinya.

Luas wilayah negara Israel yang dibentuk tidak pernah ditentukan. Konsepsi tentang wilayah dan batas-batas negara Israel didasarkan pada Kitab Taurat. Berdasarkan Taurat, wilayah negara Israel luasnya “dari sungai Nil sampai ke sungai Eufrat dan Tigris” (Genesis Revisi ke-15, ayat 18). Tanah-air menurut ajaran agama Yahudi adalah ”Tanah Suci” (Kitab Zakaria 2 : 12). Tanah itu adalah “Tanah Tuhan, karena Tuhan tinggal di sana” (Kitab Yusya 9 : 3). Tanah itu adalah “Tanah yang Dijanjikan oleh Tuhan kepada Ibrahim” (Kitab Tatsniah II : 12). Dan menurut Taurat lagi, tanah itu adalah “Tanah pilihan untuk, diwariskan kepada Ummat Pilihan”.

Taurat tidak dengan jelas menetapkan tentang batas-batas wilayah ‘Erzt Israel’. Lagi pula Deklarasi Balfour hanya menyebut “Tanah Air bagi Bangsa Yahudi” di Palestina tanpa menetapkan batas-batasnya. Namun dalam Konperensi Perdamaian di Versailles pada tabun 1919, batas-batas wilayah negara Israel yang akan dibentuk ditetapkan sebagai berikut, di utara meliputi Shaida (Libanon) dan Damsyik (Suriah), Di timur mencakup Amman (Yordania) dan Aqaba. Sedangkan di barat sampai ke El-Arish di Mesir. Luas “Erzt Israel” yang ditetapkan oleh Konferensi Perdamaian Versailles 1919 yang membagi-bagi wilayah kekuasaan daulah Usmaniyah memberikan Israel wilayah dua kali lipat daripada wilayahnya yang sekarang. (bintoro suryo)

Friday, January 23, 2009

Israel, Jews, Yahudi …

“… Daerah Zion telah didiami bangsa Yahudi dalam kurun waktu ribuan tahun. Mereka mengklaim bahwa saat ini, hanya tanah mereka satu-satunya negeri di dunia yang didiami oleh bangsa yang sama, agama yang sama, bahasa dan budaya yang sama dengan saat 3000 tahun yang lalu….”

CITA - CITA mereka sudah berusia ribuan tahun sejak terbuang dari negeri sendiri. Impian untuk kembali ke tanah leluhur itu disampaikan secara estafet, turun temurun dari generasi ke generasi di tanah orang. Kemudian, melalui gerakan zionisme yang secara resmi menjadi gerakan politik di tahun 1897, impian itu sepertinya mendapat penegasan. Tidak sampai seratus tahun, Israel sudah berdiri sebagai sebuah Negara berdaulat.

Jujur, saya tertarik dengan sejarah bangsa Israel. Tertarik untuk mengetahui pergulatan mereka selama ribuan tahun sebagai bangsa yang tidak punya tanah air. Tertarik dengan sikap politis mereka sekarang yang terkesan membabi buta dalam memperluas wilayah teritori. Bukan, ini bukan sikap simpati. Tapi, lebih pada pertimbangan jika saya harus membenci mereka, saya bisa membencinya dengan objektif...

Sejak resmi mendeklarasikan kemerdekaannya tahun 1948, Israel sepertinya tidak henti membuat kontroversi. Tahapan awal idiologi zionismenya sudah tercapai. Kembali ke tanah leluhur setelah selama ratusan tahun masyarakatnya menjalani kehidupan diasphora (berpencar) di seluruh penjuru dunia tanpa tanah air. Sekarang, setelah cita-cita ribuan tahun itu tercapai, gerakan mereka mulai berkembang menjadi penguasa dunia. Separuh dari impian itu sebenarnya sudah terwujud. Mereka sebenarnya sudah jadi penguasa. Tapi dengan bungkus negara Amerika Serikat. Benua baru yang mereka “temukan” dan dijadikan tanah air sementara sejak lebih dari 200 tahun yang lalu!

Indonesia sendiri, Secara yuridis formal tidak punya hubungan kerjasama bilateral dan ekonomi dengan negara Yahudi itu. Tidak ada perwakilan kedutaan besar mereka di sini. Sampai sekarang, kita memang belum mengakui kedaulatan Negara Israel. Tapi kalau mau jujur, ketergantungan kita pada mereka sangat kuat. Ini adalah beberapa fakta yang dirilis dari Jaringan Diplomasi Israel yang sudah menggurita di seluruh dunia, termasuk di Indonesia :
• Israel adalah salah satu negara yang memiliki tingkat pendidikan tertinggi di dunia, dengan jumlah engineer, peneliti dan penyandang gelar PhD tertinggi per kapita (135 per 10.000)
• Israel memiliki perusahaan perusahaan baru dalam jumlah besar dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia, (3.500 perusahaan kebanyakan dalam bidang hi-tech)
• Israel adalah satu-satunya negara di dunia yang secara simultan menjalankan perjanjian perdagangan bebas dengan AS, Meksiko dan Kanada, Uni Eropa dan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa.
• $100 miliar dalam ekonomi Israel lebih besar dibandingkan dengan yang digabungkan oleh negara-negara tetangganya.
• Telepon seluler dikembangkan di Israel oleh Motorola-Israel. Motorola membangun pusat pengembangannya yang terbesar di Israel.
• Software Window NT dikembangkan oleh Microsoft-Israel.
• Teknologi Pentium MMX Chip dirancang di Intel - Israel.
• Teknologi Voice Mail dikembangkan di Israel.
• Anti virus PC pertama kali dikembangkan di Israel pada tahun 1979 oleh perusahaan yang juga mengembangkan program anti virus Melissa.
• Perusahaan paling utama di dunia dalam sistem pengamanan firewall internet adalah Check Point, perusahaan Israel yang menguasai 40% pasar dunia.
• Program Pesan Instan AOL dirancang oleh perusahaan software Israel.
• Di luar AS, baik Microsoft maupun Cisco hanya membangun fasilitas Litbang di Israel.
• Investasi asing di Tel Aviv Stock Exchange lebih dari $3 miliar, lebih dari 5% total market value saham diperdagangkan di TASE (Tel Aviv Stock Exhange)
Israel memang membangun kekuatan barunya dengan ilmu pengetahuan. Selama kurun 1900 tahun lebih warganya menyebar dan hidup di tanah orang, mereka menyerap banyak pelajaran. Mereka juga membangun jaringan yang terorganisir dari tahun ke tahun dan dari generasi ke generasi. Fakta yang lain lagi, sistem perbankan modern yang sekarang diterapkan secara internasional dan di banyak negara dunia, akar mulanya adalah dari kelompok mereka. (baca : assassin). Apa yang membuat mereka begitu patuh menjalankan perjuangan selama ratusan tahun. Untuk mengertinya, kita mungkin harus melihat latar belakang gerakan zionis yang mereka jalankan.
Dari buku “Gerakan Zionisme Menaklukkan Dunia” tulisan ZA Maulani, seorang mantan kepala BAKIN (Badan Koordinasi Intelijen Negara) era Presiden Habibie disebutkan, ‘Zionisme’ berasal dari kata Ibrani “zion”, artinya karang. Maksudnya merujuk kepada batu bangunan Haykal Sulaiman yang didirikan di atas sebuah bukit karang bernama ‘Zion’, terletak di sebelah barat-daya Al-Quds (Jerusalem). Bukit Zion ini menempati kedudukan penting dalam agama Yahudi. Menurut Taurat, “Al-Masih yang dijanjikan akan menuntun kaum Yahudi memasuki ‘Tanah yang Dijanjikan’. Dan Al-Masih akan memerintah dari atas puncak bukit Zion”. Zion di kemudian hari diidentikkan dengan kota suci Jerusalem.

Zionisme kini tidak lagi hanya memiliki makna keagamaan, tetapi kemudian beralih kepada makna politik, yaitu suatu gerakan pulangnya ‘diaspora’ (terbuangnya) kaum Yahudi yang tersebar di seluruh dunia untuk kembali bersatu sebagai sebuah bangsa dengan Palestina sebagai tanah-air bangsa Yahudi dan Jerusalem sebagai ibukota negaranya. Istilah Zionisme dalam makna politik itu dicetuskan oleh Nathan Bernbaum, ‘Zionisme Internasional’ pertama berdiri di New York pada tanggal 1 Mei 1776, dua bulan sebelum kemerdekaan Amerika-Serikat dideklarasikan di Philadelpia.
Definisi tentang zionisme ini, memang tidak berbeda dengan keterangan resmi jaringan diplomasi Negara Yahudi tersebut tentang asal mula gerakan mereka. Zion disebutkan sebagai tempat kelahiran bangsa Yahudi. Bangsa itu telah memiliki kedaulatan, atau paling tidak telah menunjukkan berkebudayaan selama kurun waktu 1500 tahun.

Daerah Zion telah didiami bangsa Yahudi dalam kurun waktu ribuan tahun. Mereka mengklaim bahwa saat ini, hanya mereka satu-satunya negeri di dunia yang didiami oleh bangsa yang sama, agama yang sama, bahasa dan budaya yang sama dengan saat 3000 tahun yang lalu.

Jaringan diplomasi Israel menyebutkan bahwa selama berabad-abad lamanya, mayoritas orang Yahudi hidup tersebar di berbagai negara di seluruh dunia. Namun ikatan batin dan ikatan kebangsaan yang tercermin dalam peribadatan dan kesusasteraan secara terus menerus menghubungkan komunitas-komunitas Yahudi dengan tanah leluhur mereka. Setelah berabad-abad terpuruk dan terabaikan, Zion kembali bersinar sekali lagi dengan adanya kenaikan yang besar pada jumlah penduduk Yahudi dalam waktu 100 tahun terahir. Mereka juga meraih kemerdekaannya di tahun 1948. Secara umum, mereka mengganggap Zionisme adalan Gerakan Kemerdekaan Nasional bangsa Yahudi.

Yahuda al-Kalai (1798-1878) adalah tokoh Yahudi pertama yang melemparkan gagasan untuk mendirikan sebuah negara yahudi di Palestina. Gagasan itu didukung oleh Izvi Hirsch Kalischer (1795-1874) melalui bukunya yang ditulis dalam bahasa Ibrani ‘Derishat Zion’ (1826) buku itu berisi studi tentang kemungkinan mendirikan sebuah negara Yahudi di Palestina.

Kemudian disusul oleh tulisan Moses Hess dalam bahasa Jerman, berjudul ‘Roma und Jerusalem’ (1862) yang memuat pemikiran tentang solusi “masalah Yahudi” di Eropa dengan cara mendorong migrasi orang Yahudi ke Palestina. Menurutt Hess, kehadiran bangsa Yahudi di Palestina akan turut membantu memikul “misi orang suci kulit putih untuk mengadabkan bangsa-bangsa Asia yang masih primitif dan memperkenalkan peradaban Barat kepada mereka”. Buku ini memuat pemikiran awal kerja-sama konspirasi Yahudi dengan Barat-Kristen menghadapi bangsa-bangsa Asia pada umumnya dan dunia Islam pada khususnya. Untuk mendukung gagasan itu berdirilah sebuah organisasi mahasiswa Yahudi militan bernama ‘Ahavat Zion’ di St.Petersburg, Rusia tahun 1818. organisasi itu menyatakan bahwa, “setiap anak Israel mengakui bahwa tidak akan ada penyelamatan bagi Israel, kecuali mendirikan pemerintahan sendiri di Tanah Israel (Erzt Israel)

Gagasan tentang gerakan Zionisme, yaitu suatu gerakan politik untuk mendirikan sebuah negara Yahudi di Palestina, mulai memperlihatkan konsepnya yang jelas dalam buku ‘Der Judenstaat’ (1896) yang ditulis oleh seorang tokoh Yahudi, yang kemudian dipandang sebagai Bapak Zionisme, Theodore Herzl (1860-1904).

Sementara Konsepsi tentang wilayah dan batas-batas negara Israel didasarkan pada Kitab Taurat. Berdasarkan Taurat, wilayah Israel luasnya “dari sungai Nil sampai sungai Tigris”. Kira-kira mendekati kekuasaan Emporium Assyria (sekitar 640 Sebelum Masehi) pada zaman dulu. Dengan luas wilayah sekarang, mereka baru menguasai tidak sampai seperenambelas tanah yang dijanjikan itu.

Sejarah mencatat, Penduduk Arab-Palestina merupakan mayoritas penduduk sampai dengan terbentuknya Israel sebagai sebuah negara Yahudi pada tahu 1948. Negara Israel yang dicita-citakan oleh Thedore Herzl hanya akan dapat terwujud dengan cara menghapus hak-hak kaum mayoritas, atau membuat kaum Yahudi menjadi mayoritas melalui imigrasi, atau mengurangi jumlah penduduk Arab di Palestina melalui cara pembersihan etnik. Tidak ada cara lain, dan tidak mungkin membentuk sebuah negara Yahudi, kecuai dengan cara di luar prosedur demokratik tadi.

Pengusiran penduduk Arab-Palestina merupakan keharusan yang mengalir dari logika Zionisme. Menurut buku MA Maulani, Thedore Herzl menuliskannya dalam buku harian,
“Kami harus mencoba mengeluarkan kaum tidak berduit (baca: Palestina) dari perbatasan dengan cara menyediakan pekerjaan di negara-negara tetangga, dan bersamaan dengan itu mencegah mereka memperoleh lapangan kerja di negeri kami. Kedua proses, baik penghapusan kepemilikan dan pemindahan kaum miskin itu, harus dikerjakan dengan kehati-hatian dan kewaspadaan”.

Fakta yang terlihat, pengusiran secara konsisten memang terus dilakukan oleh kaum Zionis terhadap bangsa Arab yang mendiami wilayah Palestina.

Kesimpulan yang terlihat adalah kaum Zionis mendirikan negara Yahudi mengacu pada dua sasaran yang bersifat saling melengkapi dan sekaligus mutlak, yaitu:

1. mendapatkan sebuah tanah air.
2. menggantikan penduduk mayoritas Arab-Palestina, baik dengan cara tidak mengakui hak-hak mereka, mengatasi jumlah mereka, atau mengusir mereka dengan cara apapun.

Meskipun Theodore Herzls dan kaum Zionis lainnya menjanjikan bahwa orang Yahudi dan Arab-Palestina akan hidup berdampingan secara damai dan bahagia, namun mustahil menjalankan kebijakan itu jika yang mayoritas penduduk masih Arab Palestina. Kaum pendahulu Zionis menempuh beberapa strategi untuk menjadikan Negara Yahudi:
1. Melalui imigrasi orang Yahudi; pada saat awal itu banyak kaum Zionis dan para pendukungnya yang sungguh-sunguh percaya bahwa imigrasi orang Yahudi dalam jumlah besar akan dapat dalam waktu singkat memecahkan “masalah Palestina” dengann membangun masyarakat Yahudi sebagai mayoritas
2. Yang lain meyakini, bilamana sejumlah petani dan buruh-buruh Arab-Palestina ditutup kesempatan kerjanya, maka hasilnya akan memaksa orang Arab-Palestina bermigrasi meninggalkan Palestina.

Berpuluh-puluh tahun kemudian, fakta yang tidak bisa dipungkiri adalah semakin terdesaknya kaum Arab Palestina. Cara-cara kekerasan terus dilakukan untuk menekan jumlah orang Arab di tanah mereka sekaligus semakin memperluas wilayah teritori Yahudi. Yang terbaru dan cukup menyita perhatian dunia adalah soal invasi Israel di jalur Gazza awal tahun 2009 ini. Dunia terutama negara-negara muslim termasuk Indonesia mengutuk keras tindakan itu. Israel mengklaim tindakannya sebagai sebuah upaya untuk mempertahankan diri dari tindakan kelompok Hamas yang dianggap teroris. Tapi mayoritas yang jadi korban aksi Israel justru kaum sipil yang tidak tahu apa-apa. Misil-misil Israel terus membombardir pemukiman-pemukiman warga di Gazza.

Sebuah surat rahasia milik seorang pria bernama Albert pike yang dikirim kepada rekannya Giuiseppe Mazzini pada tanggal 15 Agustus 1871 menyebutkan, Perang Dunia ke-3 akan terjadi pada awal abad ke21 ini. Masalah akan berawal dari konflik antara Israel dengan Palestina. Konflik itu sendiri direncanakan akan meluas ke seluruh dunia. Sama halnya saat terjadi perang dunia I dan II. Ini bukan ramalan, tapi sebuah skenario besar yang sengaja dirancang oleh kaum zionis. Robert Pike sendiri merupakan 'The Souvereign Grand Commander of the Ancient and Accepted Scottish Rite of Freemasonry' atau tokoh puncak “Freemasonry" (sebuah ordo kaum Qabalis/ Zionis) di Amerika Serikat pada zamannya.

Amerika serikat yang sering dianggap sebagai polisi dunia, bukannya tidak tahu tentang skenario Israel untuk menghabisi kaum Arab. Tapi mereka sepertinya tutup mata saja. Bayangkan, kejadian yang sama dilakukan Irak saat menginvasi negeri kecil tapi kaya, Kuwait tahun 1991 lalu..

Saya punya beberapa analisa tentang hal ini :

1. Israel punya posisi bargaining/ tawar yang tinggi di mata Amerika Serikat. Kenapa? Israel menguasai ilmu pengetahuan. Bukan hal yang baru lagi mengetahui banyak hasil teknologi dan penemuan-penemuan-penemuan besar dihasilkan oleh kaum Yahudi. Saat ini, banyak juga perusahaan-perusahaan terkemuka di AS yang dikuasai oleh mereka dan itu membuat Amerika banyak diuntungkan. Bukan suatu rahasia juga bahwa diantara ras yang berdomisli di negara adi daya tersebut, ras Yahudi cukup memberikan peranan. Mereka adalah yahudi yang berkewarganegaraan Amerika Serikat. Analisa poin pertama juga didasarkan pada kenyataan bahwa negara Israel mengakui bahwa warga Yahudi yang saat ini masih tersebar di seluruh dunia juga dianggap sebagai warga negara mereka. Mereka punya cita-cta yang sama untuk kembali ke tanah yang dijanjikan seperti yang dipercaya dalam Taurat yang sebenarnya sudah tidak jelas lagi orisinalitasnya.

2. Sejarah awal pendirian negara Amerika Serikat. Erat kaitannya dengan campur tangan orang Yahudi. Awal hubungan orang Yahudi dengan Amerika sudah dimulai sejak pendaratan Christoper Columbus (1451-1506) di Waiting Island, Bahama pada tanggal 12 Oktober 1492. Catatan sejarah menyebutkan tanggal 2 Agustus 1492 lebih dari 300.000 orang Yahudi diusir dari Spanyol. Sehari kemudian, pada tanggal 3 Agustus 1492 Columbus berlayar ke arah barat. Ia juga membawa serta beberapa orang Yahudi. Mereka bukan berstatus sebagai pengungsi, karena impian mualim itu ialah menimbulkan simpati pada beberapa orang Yahudi yang berpengaruh jauh-jauh hari sebelumnya. Columbus sendiri menceritakan bahwa ia banyak mempunyai sahabat orang Yahudi. Surat pertama yang ditulisnya secara sangat mendetil tentang penemuannya di Benua Baru, dikirimkannya kepada seorang Yahudi. Kiprah Yahudi di Amerika Serikat semakin jelas saat ada sikap anti-Semitisme yang luas di negara-negara Eropa Timur pada akhir abad ke-19. kemudian terjadi migrasi besar-besaran kaum Yahudi ke Amerika Serikat, Kanada, Amerika Latin, dan Australia. Pada tahun 1880 jumlah migran Yahudi ke Amerika Serikat mencapai 250.000 jiwa. Pada akhir PD I, angka itu membengkak jadi 40 juta jiwa. Kiprah mereka di negeri paman sam itu semakin nyata. Sekarang banyak kelompok Yahudi yang menduduki posisi penting dalam perekonomian, termasuk di pemerintahan. Sebagai Negara adi daya saat ini, Amerika Serikat sebenarnya merupakan negara bayangan bangsa Yahudi. Sekarang, mereka sebenarnya sudah mengendalikan dunia dari “benua baru” tersebut. Langkah berikutnya adalah memindahkan pusat pengendalian tersebut ke “tanah yang dijanjikan” pada mereka. Walalluhu’alam.. (bintoro suryo/ berbagai sumber).

Menyongsong , Tahun Kerja Keras

Tahun Kerbau 2009, Tahun Kemanusiaan dan Kehormatan

Banyak kalangan memprediksi tahun 2009 sebagai tahunnya krisis global mencapai klimaks di dunia. Dalam kepercayaan Tionghoa, tahun 2009 jatuh pada shio kerbau. Beberapa pengalaman dalam tahun kerbau di Indonesia, situasi biasanya tidak menentu.

Seperti tahun 1997 yang identik sebagai tahun krisis moneter atau tahun 1973 menjadi titik awal terjadinya peristiwa Malari. Tapi bagi yang optimis, tahun Kerbau yang juga dikenal sebagai tahun kerja keras adalah tahunnya kehormatan.

Tahun 1997 merupakan Tahun Kerbau Api. Adapun Tahun Kerbau Kayu pada 1985 telah terjadi peristiwa devaluasi. Begitu juga tahun 1973 Tahun Kerbau Air yang menjadi titik awal terjadinya peristiwa Malari (Malapetaka Lima Belas Januari). Peristiwa besar lainnya terjadi di Tahun Kerbau Metal Besar (1961) yaitu ada peristiwa Tri Komando Rakyat (Trikora).

”Tahun Kerbau boleh disebut Tahun Kemanusiaan dan Kehormatan yang sangat dalam,” ujar Bernard Pan Wang Qi, pakar Fengshui dan I-Ching di Batam.

Secara makro kehidupan di bumi mendapat kesempatan untuk pemulihan dan perbaikan atas kehancuran dan kemerosotan kehidupan yang sudah terjadi di semua sektor. Secara mikro bagi mereka yang hidup penuh dengan ketekunan dan kerja keras namun kurang beruntung akan mendapatkan penghargaan kemajuan dalam hidupnya. Dan juga bagi mereka yang tidak jujur dan tekun tetapi mau merubah diri menjadi jujur dan bekerja keras juga akan mendapat kesempatan akan perubahan. Namun jika tidak dapat merubah diri maka akan mengalami kehancuran di tahun Kerbau Tanah 2009 ini.

Kalau ditahun lalu (Tahun Tikus), orang yang jujur dan tekun ada yang sampai tidak mendapatkan apa-apa, bahkan justru orang yang penuh kecuranganlah yang jadi mendapatkan penghargaan (naik jabatan). Maka di Tahun Kerbau ini, hal itu tidak akan terjadi lagi. Hanya orang-orang yang jujur dan tekunlah yang mendapatkan hasil yang baik.

Berdasarkan I-Ching, ilmu Cina kuno tentang kebijakan perubahan (buku pegangan bagi Confusius dan Laotsu sejak 6000 tahun yang lalu) Tahun Kerbau 2009 adalah Tahun Kehormatan dan Kemanusiaan yang sangat dalam. Di dalam tahun kehormatan seakan-akan hadir seorang hakim yang akan menilai dan menseleksi kehidupan kita sehingga kehidupan akan berubah menjadi lebih bahagia, damai dan harmonis, namun proses perubahan tersebut jelas tidak stabil. ”Sebab itulah terkadang tahun kerbau disebut tahun kehancuran, seperti tahun kerbau 1997 krisis moneter, tahun kerbau lainnya pada1985 terjadi devaluasi,” ujar Bernard Pan Wang Qi.

Menurut Bernard, ada dua elemen yang mempengaruhi karakter Tahun Kerbau yaitu elemen langit (Tian Kang) yaitu Ji (Yin Earth) dan elemen Bumi (Tie Che) yaitu Chou (Yin Earth). Ji merupakan elemen yin earth/tanah kecil yang mengandung air, metal dan api, dan membawa sifat lemah dan butuh perawatan untuk menstabilkan kondisi agar menjadi tanah yang subur.

Sedangkan Chou (kerbau) juga merupakan elemen yin earth/tanah kecil yang mengandung air, metal dan tanah yang menghasilkan metal, yang juga membawa sifat ego, pandangan lurus, kurang toleransi, tidak stabil dan menyukai keadilan.

Kondisi di tahun kerbau 2009, ibarat sebuah lahan pertanian yang masih kosong. Siapapun yang ingin mendapatkan hasil pertanian harus memulainya dengan menggarap lahan pertanian dengan tekun dan bekerja keras. Dan harus diingat sewaktu membajak lahan dengan kerbau harus berurut, tekun dan berjalan maju, tidak boleh memotong jalan ataupun berbelok seenaknya karena lahannya akan berantakan.

Lalu setelah menggarap dan merawat lahan pertanian selama berbulan-bulan, barulah akan memanen dan mendapatkan hasilnya. Sebaliknya, bagi mereka yang tidak mau menggarap lahan dengan bekerja keras dan mengikuti cara tersebut tidak akan memperoleh hasil apa-apa.

”Lahan pertanian, kalau kebanyakan air bisa banjir, kalau kena panas akan bagus. Tapi kalau terlalu panas, tanah pertaniannya akan kekeringan. Jadi boleh dikatakan Tahun Kerbau, tahun kehancuran tanpa toleransi bagi yang tidak mau bekerja keras, tidak jujur dan tidak tekun, tetapi juga dapat dikatakan tahun kehormatan bagi yang mau bekerja keras, jujur dan tekun,” ujar Bernard

Beberapa pengalaman dalam tahun kerbau di Indonesia, situasi biasanya tidak menentu. Seperti Tahun Kerbau Api pada tahun1997 yang identik sebagai tahun krisis moneter. Saat itu terjadi pergolakan di negeri ini baik bidang politik, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan.

Demikian juga pada tahun Kerbau Kayu pada tahun 1985. Di 1985 menjadi sebuah periode berat karena begitu banyak bencana. Mulai dari bom (Bom meledak di Candi Borobudur), kebakaran, teror, gempa dan kelaparan. Di tahun itu terjadi devaluasi yang tajam dan berimbas pada upah kerja, tabungan dan harga barang – barang serta jasa. Ini juga mengakibatkan naiknya nilai dari utang jangka pendek, yang didenominasikan dalam dolar AS. Saat itu ekonomi lesu, dan PHK pun tak terelakkan. Akibatnya, makin banyak penganggur yang bergentayangan.

Di Tahun Kerbau Air pada tahun 1973, tepatnya sejak pertengahan tahun 1973 banyak terjadi tuntutan-tuntutan oleh kaum muda hingga puncaknya pada tanggal 15 Januari 1974 terjadi demonstrasi mahasiswa dan akhirnya pecah menjadi kerusuhan massa (kerusuhan sosial) di Jakarta. Peristiwa tersebut kemudian dikenal sebagai Peristiwa Malapetaka Lima Belas Januari (Malari).

Di Tahun Kerbau Metal Besar (1961), ditetapkan Trikora(Tri Komando Rakyat) oleh Ir Soekarno. Isi Trikora sebagai berikut satu Gagalkan pembentukan negara Boneka Papua buatan Kolonial Belanda.Dua yaitu Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia dan tiga bersiaplah untuk mobilisasi umum mempertahankan kemerdekaan serta kesatuan Tanah Air dan Bangsa Indonesia. ‘’Di tahun-tahun Kerbau suka ada peristiwa besar,” Ujar Bernard

Menurut Bernard, dari pengaruh kondisi yang terjadi dan pengaruh kombinasi elemen di tahun Kerbau yang menghasilkan logam maka perlu memperhatikan kesehatan mental dan fisik juga karena penyakit yang akan dominan antara lain : Nervous breakdown (mulai dari stress hingga stroke), permasalahan dengan darah dan perut, bahkan memungkinkan terjadi masalah kelaparan. Elemen api yang bisa didapat dari berolahraga dan aktif bekerja dan aktif dalam pergaulan dapat menstabilkan siklus elemen tubuh dan dapat mencegah terjadinya penyakit tersebut.

Di tahun Kerbau 2009, penyakit yang dominan stress, permasalahan dengan darah dan perut. Untuk stress misalnya itu karena pada faktanya di 2009 orang-orang akan menghadapi situasi kehidupan yang pelik akibat krisis global. Sedangkan permasalahan perut, bisa jadi karena terlalu sibuk sampai lupa makan atau dikarenakan makanan yang disantap tidak terjamin gizinya karena kondisi ekonominya menurun.

Menurut Bernard api yg berperan dan logam yang dihasilkan serta tumbuhan yang tumbuh dari elemen tanah tahun kerbau juga sangat mempengaruhi. Biidang usaha yang akan bagus di tahun Kerbau Tanah (2009) yaitu seperti Bisnis hiburan/even organizer, pakaian, media cetak, pendidikan dan penerbangan. Sedangkan bidang usaha yang hanya dapat bertahan atau sedikit merugi yaitu contohnya properti, perhotelan, pertambangan. Adapun bidang usaha dapat jatuh yaitu contohnya transportasi, trading, minuman, money changer, perkapalan dan lainnya.

Untuk itu disarankan buatlah planning/rencana yg matang pada saat sekarang hingga awal bulan dan persiapkan kondisi untuk bertahan dengan stabil, serta jangan berinvestasi. Kemudian jalankan dan lakukan dengan jujur dan tekun dan pandang ke depan.

Gambaran secara garis besarnya di Tahun Kerbau, kondisinya cenderung buruk, namun lebih stabil dari tahun Tikus 2008. Meski demikian, dampak pada sisi kehidupan masyarakat akan sangat bervariasi. Dilihat dari karakternya, Tahun Kerbau ini punya kecenderungan sebagai tahun yang punya putaran roda kehidupan yang cepat. Mereka yang hidup di atas bisa langsung di bawah. Begitupun sebaliknya.

”Sebagai contoh di tahun 2007, meski terjadi pergolakan segala bidang mulai dari politik, ekonomi dan sosial kemasyarakatan akibat krisis moneter. Saat itu, ada orang yang kaya mendadak miskin, begitu sebaliknya banyak juga orang yang mendadak kaya,” ujar Bernard.

Hal lain yang mesti diingat adalah tidak semua mereka yang jatuh adalah buruk. ”Salah satunya di tahun 1997. Mereka yang terkena PHK, lalu jadi pengangguran. Itu tidak bisa selalu dibilang buruk. Justru karena di PHK, lalu dia berpikir keras untuk membuka usaha. Ia dengan tekun dan bekerja keras menjalankan usahanya. Hasil akhirnya mereka jadi berhasil dan sukses sebagai pebisnis baru,” ujarnya.

Contoh lainnya pada tahun 1985. Saat itu ekonomi lesu, dan PHK pun tak terelakkan. Akibatnya, makin banyak penganggur bergentayangan. Disaat itu juga, cukup banyak yang ulet dan terjun ke sektor informal: menjadi pedagang kaki lima atau membuka bengkel motor. Di antara mereka pastinya ada yang menjadi sukses.

Gambaran secara garis besarnya di Tahun Kerbau, kondisinya cenderung buruk. Meski demikian, dampak pada sisi kehidupan masyarakat akan sangat bervariasi. Dilihat dari karakternya, Tahun Kerbau ini berdasarkan I Ching merupakan tahun dengan putaran roda kehidupan cukup cepat dan kuat. Mereka yang hidup di atas bisa langsung di bawah. Begitupun sebaliknya. ”Para spekulan akan hancur, tidak mungkin mereka kaya tanpa kerja keras. Tahun Kerbau akan membawa satu kehormatan,” ujarnya.

Sebagai tahun Kehormatan yang sangat dalam. Siapapun yang jujur dan tekun usahanya maka tetap akan mendapatkan hasil yang baik. Sebaliknya, mereka yang penuh kecurangan akan mendapatkan marabahaya. Saat ini, Tahun Tikus akan segera berakhir. Pada 26 Januari 2009, kita akan memasuki Tahun Kerbau Tanah dalam kalender China. Berdasarkan analisa Bernard, di 2009, diprediksi Tahun Kerbau Tanah secara garis besarnya buruk tetapi jauh lebih stabil dibanding tahun Tikus 2006

Selama 12 bulan di Tahun Kerbau, kondisinya berbeda-beda sesuai empat massa yaitu pertama massa untuk periode Januari –April merupakan musim semi, kedua massa dalam periode Mei –July disebut musim panas, ketiga massa periode Agustus-Oktober disebut musim gugur dan massa dalam periode November-Januari 2010 disebut musim dingin.

Ke empat massa tersebut, masing-masing punya prediksi kondisi yang berbeda. Untuk 3 bulan antara Februari –April kondisinya cenderung lemah baik ekonomi, politik dan social kemasyarakatan. Dalam periode Mei-Juli cenderung kuat di segala bidangnya. Sedangkan pada Agustus-Oktober diprediksi kondisinya keropos/rentan hancur dan kondisi pada November –Januari 2010 diprediksi kondisinya terburuk dibanding bulan-bulan sebelumnya.

Lebih dalam Bernard menjelaskan kondisi lemah selama Februari-April ini terlihat dari banyaknya kekhawatiran baik mereka yang bergelut dalam bisnis, politik, dan social kemasyarakatan. ”Pelaku bisnis masih banyak yang ragu-ragu dalam menjalankan bisnisnya ke depan di tengah krisis global ini,” ujar Bernard.

Kondisi lemah di awal tahun Kerbau juga digambarkan adanya peninjauan ulang oleh pemerintah terkait kebijakan NPWP dan Sunset Policy untuk menyelamatkan perekonomian Negara. ”Ternyata pelaksanaan kebijakan di masyarakat tidak semudah itu bisa diselesaikan, apalagi dalam tempo singkat,” ujar Bernard.

Prediksi sosial kemasyarakatan yang kondisinya lemah juga terjadi akibat dari terjadinya krisis global.

Bernard menyarankan untuk menyikapi masa februari-April yang diprediksi kondisinya lemah, setiap individu masyarakat yang terpuruk seperti korban PHK yang terpenting adalah jangan menoleh ke belakang dan harus tetap semangat menatap ke depan.

Sedangkan para pelaku bisnis harus punya perencanaan yang bagus di awal tahun Kerbau, termasuk meluruskan bisnis menyimpang ke bisnis yang lurus. ”Di Tahun Kerbau lebih baik merapikan bisnis yang telah ada dibandingkan berinvestasi ke bisnis baru,” ujarnya.

Di awal tahun Kerbau, pasangan yang merencanakan akan menikah disarankan untuk menunda pernikahan terkecuali bagi pasangan dengan kualitas hubungan yang sangat bagus. ”Pasangan yang kualitas hubungannya tidak sempurna, jika tetap menikah tidak akan bisa bertahan di Tahan Kerbau,” ujarnya, Berdasarkan I Ching tahun Kerbau itu memang kurang bagus untuk memulai kehidupan oleh pasangan-pasangan baru. karena Tahun Kerbau itu tahun kesepian. ”Bagi pasangan yang sudah punya perencanaan akan menikah, sebaiknya dipercepat pernikahaannya sebelum masuk di Tahun Kerbau Tanah, 26 Januari mendatang,” saran Bernard.

Khusus sosial kemasyarakatan, kata Bernard setiap individu jangan macam-macam dan bertindak curang di Tahun Kerbau. Pasalnya Tahun Kerbau ini ada sebuah keadilan, mereka yang melakukan kecurangan akan langsung dapat hukuman.

Prediksi selanjutnya adalah kondisi pada Mei-Juli yang diprediksi kondisinya kuat. Kekhawatiran dan keragu-raguan akan hilang begitu memasuki bulan Mei-Juli. ‘’Semua bidang akan berjalan baik. Bahkan semua pihak akan aman, baik mereka yang hidup jujur maupun yang hidup penuh kecurangan. Mei-Juli tergolong masa aman bagi semuanya,” ujarnya.

Adapun pada Agustus-Oktober diprediski kondisinya digambarkan keropos/rentan mudah hancur. Keropos yang digambarkan di Agustus-Oktober di Tahun Kerbau ini merupakan dampak dari perencanaan yang kurang bagus di awal tahun. Keropos/rentan yang digambarkan di Tahun Kerbau adalah adanya gejolak bisnis yang dijalankan tidak berhasil. Tapi khusus bagi mereka pebisnis yang telah punya perencanaan bagus di awal Tahun Kerbau, tidak akan mengalamin penurunan omset bisnis,

Demikian juga bidang politik yang mengalami pergolakan termasuk pergolakan dalam hubungan social kemasyarakatan. Di masa Agustus –Oktober diprediksi banyak terjadi keretakan dengan rekan bisnis, keretakan dalam hubungan teman. Di masa keropos (agustus-oktober) pasangan yang awal tahun menikah namun hubungannya tidak sempurna, di masa inilah mereka mengalami ketidak harmonisan.

Bernard mengatakan kondisi keropos di masa ini tetap masih bisa disikapi dengan menghindari kekerasan dalam kehidupan sosial. ”Jangan menyelesaikan permasalahan dengan kekerasan. Jika itu tetap dilakukan semuanya hancur. Kalau ada pertikaian jika dibutuhkan mengalah saja atau dihindari,” ujarnya.

Mereka yang berbisnis namun belum bisa dapat keuntungan. Harus sedikit bersabar dan tetap menjalankan bisnisnya. ”Asal bisnisnya mampu berjalan, bagusnya terus dijalankan saja, itu lebih bagus dibandingkan melakukan ekspansi bisnis,” ujarnya.

Pada bulan November-Januari 2010, kondisinya diprediksi paling terburuk dibanding bulan-bulan sebelum di Tahun Kerbau. Di masa ini, siapa yang tidak lurus dan tidak tekun akan hancur dan tidak mendapatkan apa-apa. ”Mereka yang dalam perjalanan hidupnya tidak jujur, kurang tekun akan jatuh,” ujar Bernard.

Bernard mengatakan bagi mereka yang merencanakan pindah ke luar kota, baik itu karena dipindahtugaskan perusahaan atau karena alasan lainnya. Di Tahun Kerbau 2009 ini merupakan waktu yang tepat untuk melaksanakannya. Perpindahan keluar kota ini diibaratkan sebuah kesemptan untuk mendapatkan perubahan/kemajuan dalam hidupnya. Sebab ini seperti sinyal mendapatkan kehormatan untuk mendapatkan perubahan dalam hidupnya karena telah jujur dalam hidup, tekun dan bekerja keras pada tahun-tahun sebelumnya.

Khusus untuk peruntungan setiap orang pada tahun Kerbau 2009 dapat dilihat secara global dari perhitungan tahun kelahiran, tetapi lebih tetap dalam prediksinna jika diperhitungan dengan elemen diri secara menyeluruh yang dapat dilihat dari perhitungan 4 pilar yaitu berdasarkan tahun, bulan, hari dan jam kelahiran.

Berdasarkan perhitungan tahun kelahiran, di Tahun Kerbau Tanah(2009) mereka yang bershio tikus peruntungannya sedang, Shio kerbau (sedang), Shio Harimau (kurang bagus) dan Shio Kelinci (sedang). Adapun Shio Naga peruntungannya kurang bagus, shio ular (bagus), shio kuda kurang bagus, shio kambing (kurang bagus), shio monet (sedang), shio ayam (bagus), shio anjing (sedang) dan shio Babi (sedang).

Para pebisnis di Batam juga telah bersiap diri di tahun Kerbau 2009. Salah satunya Bos Why Not (pusat belanja tas impor di depan Hypermart Nagoya Hill, Erik. ”Seberapa besar keberhasilan bisnis yang kita jalankan tergantung seberapa kuat kita berusaha. Kalau kita tidak berusaha dengan keras dan tekun, hasilnya tak seberapa, apalagi kondisi sekarang sedang krisis,” ujar Erik.

Pebisnis lain Yusi Ceung, pemilik Batam Promo even Organizer. Ia juga telah bersiap diri untuk menghadapi tahun Kerbau di 2009. ”Kerbau itu pekerja keras, jadi kita harus lebih bekerja keras di tahun 2009. Karena tantangannya lebih besar,’’ ujarnya.***

Di 2009, Yusi telah membuat perencanaan. ‘’Ada 8 iven nasional yang akan kami tangani dan 11 iven lokal yang berlangsung di beberapa mall, yaitu di Top 100 Penuin, Mega Mall Batam Centre, BCS Mall, Nagoya Hill dan lainnya,’’ katanya. (andriani susilawati)